
Aurelie masih merasa terpesona oleh kecantikan dan keanehan istana Lucifer saat dia mengikuti pelayan setan itu melewati lorong yang terhias indah. Kamar tidur permaisuri yang baru saja ditempati Aurelie memancarkan kemewahan yang tak terbayangkan. Tempat tidur besar dengan selimut sutera merah, lilin-lilin wangi yang menyala di sekitarnya, dan cermin besar yang memantulkan bayangan Aurelie yang tampak kewalahan itu.
Dia duduk di ujung tempat tidurnya, mengenakan gaun permaisuri yang diberikan kepadanya. Saat ia duduk di sana dalam keraguan yang besar, pintu kamar terbuka perlahan, dan Lucifer masuk dengan gemulai. Dia mengenakan jubah hitam yang menggantung longgar di tubuhnya dan tampak jauh lebih santai daripada sebelumnya.
Lucifer mendekati Aurelie, tersenyum, dan duduk di sebelahnya.
"Kau pasti bingung dan takut, Tapi percayalah, ada alasan mengapa kau dipilih. Kau memiliki peran penting dalam perubahan besar yang akan datang." katanya dengan nada yang lebih lembut.
Aurelie merasa perasaannya bercampur aduk. Dia ingin tahu lebih banyak tentang misi yang dimaksud Lucifer, tetapi dia juga merindukan dunianya.
"Apakah Aku akan pernah bisa kembali?" ucap Aurelie dalam hatinya.
Tiba-tiba di dunia manusia, monitor pendeteksi detak jantung Aurelie mengalami masalah, Boy yang saat itu sedang menjaga Aurelie, terkejut dan sontak berteriak memangil dokter.
Dengan cepat dokter melakukan tindakan darurat, dan detak jantung Aurelie kini kembali normal. Dokter dan perawat itu merasa lega.
...----------------...
Aurelie duduk di ujung tempat tidurnya yang mewah, hatinya dipenuhi oleh perasaan campur aduk. Istana Lucifer terasa seperti sebuah labirin yang tak berujung, dan dia merasa seperti tamu yang tidak diundang di dunia bawah. Matanya tertuju pada jendela besar yang menghadap ke langit neraka yang penuh dengan awan berwarna merah menyala.
Ketika dia merenung tentang kehidupan yang telah berubah secara drastis itu, pintu kamarnya perlahan terbuka, Aurelie menoleh ke arah pintu dan melihat Lucifer kembali memasuki ruangan itu dengan langkah yang lembut.
Lucifer memiliki kehadiran yang mempesona, tetapi dia juga memancarkan aura misterius yang menakutkan. Aurelie bisa merasakan kekuatan luar biasa yang dimilikinya, dan itu membuatnya merasa cemas.
"Duduklah, mari kita bicarakan tentang peranmu sebagai permaisuri Lucifer." kata Lucifer dengan suara yang dalam, menunjuk ke kursi di dekat jendela.
Aurelie mengikuti perintahnya dan duduk di kursi itu. Dia merasa gugup, tidak tahu apa yang akan diungkapkan oleh Lucifer.
Lucifer melanjutkan,
__ADS_1
"Kau mungkin bertanya-tanya mengapa kau dipilih sebagai calon permaisuri Lucifer. Ada rencana besar yang sedang berjalan, Aurelie. Dan peranmu dalam rencana ini sangat penting." kata Lucifer.
Isabella merasa dirinya semakin tenggelam dalam misteri ini dan dia merasa perasaannya berkecamuk.
"Apakah aku benar-benar akan bisa menghadapi tantangan ini?" ucap Aurelie dalam hatinya.
Aurelie kemudian Pinda dari kursi itu dan duduk di tepi tempat tidurnya yang mewah, memperhatikan dengan cemas langit-langit yang dihiasi dengan Fresco yang menampilkan adegan-adegan mitos satanik. Dia merasa terjebak dalam mimpi buruk yang tak kunjung berakhir.
"Bagaimana bisa hidup ku berubah sedemikian drastis dalam waktu singkat? Jika aku sedang bermimpi, kenapa aku belum juga bangun dari tidurku?" Ucap Aurelie dalam hatinya semakin cemas
Lucifer, penguasa setan yang legendaris, duduk di kursi berdampingan dengannya dan matanya yang tajam seperti mata elang terfokus padanya.
"Aurelie, aku tahu ini adalah situasi yang sulit untukmu, Namun, dunia ini membutuhkanmu." ucapnya dengan suara yang menakutkan.
Isabella menelan ludah dan berusaha untuk mengungkapkan perasaannya yang tercampur aduk.
Lucifer tersenyum ramah, tetapi senyum itu tidak mengurangi ketakutan Aurelie.
"Kita akan membahasnya nanti. Yang paling penting sekarang adalah bahwa kita harus bersatu menghadapi ancaman besar yang akan datang." ucap Lucifer.
Aurelie merasa kebingungannya semakin bertambah. Dia tidak tahu apa yang diharapkan darinya sebagai permaisuri Lucifer.
Saat mereka duduk bersama di dalam kamar yang misterius itu, Aurelie merasa dirinya adalah pion dalam permainan yang lebih besar, sebuah permainan yang bahkan dia sendiri belum tahu aturannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aurelie duduk di pinggiran tempat tidurnya yang mewah, merenung dalam tentang apa yang telah terjadi dalam hidupnya. Dia masih tercengang dengan semua keangkeran di istana Lucifer yang megah itu. Jendela-jendela yang tinggi memberikan pandangan yang menakjubkan pada pemandangan neraka yang begitu ganas.
Lucifer, penguasa setan yang legendaris, berdiri di dekat jendela, memandang Isabella dengan penuh perhatian dan matanya yang tajam dan wajahnya yang tampan terlihat seperti kombinasi yang sangat menakutkan.
__ADS_1
"Permaisuri Aurelie, Kau adalah yang terpilih, yang dijodohkan dengan takdir ini." ucapnya dengan suara yang dalam dan menggetarkan.
Aurelie merasa seperti dia adalah marionet yang ditarik benang oleh kekuatan yang tak dapat dia kendalikan dan ia meresapi kata-kata Lucifer dan bertanya,
"Takdir apakah yang Anda maksudkan?" tanya Aurelie.
Lucifer tersenyum, namun senyum itu tidak meredakan ketakutan Aurelie.
"Sudah aku katakan sebelumya kalau Kau akan memainkan peran penting dalam sebuah rencana besar yang sedang berlangsung, Aurelie dan rencana besar ini akan mengguncang dunia ini." jawab Lucifer.
Aurelie mulai berpikir di balik kehidupan mewah itu, ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan darinya. Ada misi besar yang menanti, tetapi Lucifer belum mengungkapkan detailnya dan ia juga merasa ada intrik dan konspirasi di balik dinding istana yang megah itu.
Suatu hari, ketika dia berjalan-jalan, ia bertemu dengan seorang setan yang tampaknya sangat terganggu. Makhluk itu berbicara dengan bisik-bisik, mengungkapkan kecurigaan terhadap rencana besar Lucifer.
"Kau tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, Permaisuri, hati-hati dengan rahasia yang disembunyikan." katanya pada Aurelie.
Selama beberapa minggu pertama di istana, Aurelie menghabiskan waktu dengan para penasihat setan yang terpilih oleh Lucifer. Mereka membicarakan rencana besar yang melibatkan konflik antara surga dan neraka. Namun, Aurelie masih belum mendapatkan gambaran yang jelas tentang apa yang diharapkan darinya dalam misi itu.
...----------------...
Atmosfer dalam upacara pemilihan permaisuri semakin tegang. Setan-setan mulai berdatangan sejak mendengar Lucifer kini memiliki pilihan permaisuri selain dari para kandidat yang ada.
Setan-setan lainnya mulai melihat Aurelie sebagai suatu ancaman, dan sejumlah rencana jahat mulai bermunculan di balik layar.
Sejak upacara pemilihan dimulai, persaingan antara kandidat semakin memanas. Asmodeus, Azazel, dan Mammon masing-masing berusaha mencari dukungan dari setan-setan lainnya, menawarkan kekuatan dan kekayaan mereka sebagai imbalan untuk mendapatkan suara dalam pemilihan.
Di tengah persaingan yang intens itu, Aurelie mulai merasa terisolasi. Sementara itu, Lucifer sendiri tengah berjuang dengan pertimbangan keputusan akan ia dia ambil dan dia tahu bahwa memilih Aurelie akan membawa konsekuensi besar, termasuk kemarahan dan konspirasi dari para pesaingnya.
Bersambung...👉
__ADS_1