
Ronal yang terikat tidak berdaya di kamar 666 itu berpura-pura sedang tidak sadarkan diri untuk mengelabuhi para tetangga psikopat itu. Jono masuk dan memeriksa, ia melihat Ronal sedang pingsan. Kemudian ia meninggalkan Ronal di ruangan itu. Saat Jono pergi, Ronal segera membuka matanya perlahan-lahan dan berusaha melepaskan diri. Ia berhasil membuka ikatan yang membelenggunya. Dalam keadaan tidak berdaya, Ronal mencari handphonenya di ruangan itu. Kemudian ia mencoba menelpon detektif Yano.
[Menelepon]
"Halo, pak ini aku Ronal penghuni asrama melatih." Kata Ronal.
"Dimana kau?" Tanya Detektif Yano.
"Beberapa orang gila sedang mencoba untuk membunuh saya." Kata Ronal.
Namun, belum sempat menjawab detektif Yano, handphonenya mati.
Ia lalu berjalan mengendap-endap perlahan mencari jalan keluar lain dari ruangan itu.
Dari balik pintu Dimas sedang memperhatikannya dengan sebuah kampak dan palu ditangannya.
Dimas mendekati Ronal dan memukul kepala Ronal menggunakan lalu besar itu, hingga membuat Ronal jatuh tergeletak di lantai dengan darah mengalir dari kepalanya.
Ia lalu menyeret Ronal kembali ke kamar 666 yang ada di lantai 4 area terlarang itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aurelie baru saja kembali ke asrama setelah seharian bekerja. Ia berdiri di depan Asrama Melatih dan menatap tajam asrama itu.
"Baru juga beberapa hari, tapi aku sudah tidak ingin pulang ke sini. Tapi jika aku pergi, dimana aku akan tinggal?" Kata Aurelie dalam hatinya.
Ia memasuki gedung asrama melatih dan langsung menuju kamarnya untuk tidur.
...----------------...
Saat malam tiba, Aurelie sering mendengar suara-suara aneh dari para tetangganya. Suara langkah kaki, bisikan samar, dan sesekali ia melihat bayangan samar dari bawah pintu kamarnya. Dia merasa seperti sedang mengintip sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat.
Terkadang, bayangan aneh itu Berdiri lama di depan pintu kamarnya. Aurelie merasa seolah-olah dia selalu diamati. Namun, setiap kali dia mencoba untuk mengamati lebih dekat, bayangan itu menghilang dengan cepat.
"Astaga kamar ini benar-benar sempit." Kata Aurelie dalam hati.
__ADS_1
Karena lelah bekerja, Aurelie akhirnya tertidur. Namun Aurelie tidak dapat tidur, ia bangun dan pergi keluar. Saat ia kembali ke asrama ia bertemu dengan detektif Yano. Detektif Yano menayangkan Ronal salah satu penghuni kamar kost yang menghilang. Dari kejauhan Dimas memperhatikan Aurelie dan detektif Yano.
"Apa kau mengenal pria ini?" Tanya detektif Yano.
"Aku penghuni kost baru. Aku tidak terlalu begitu mengenalnya. Tapi kami pernah mengobrol sedikit." Jawab Aurelie.
"Begitu rupanya." Jawab detektif Yano.
"Maaf! Apa dia mengalami sesuatu?" Tanya Aurelie.
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang itu?" Tanya detektif Yano kembali.
"Sebab, rasanya aneh saja. Tiba-tiba seorang detektif datang dan mencarinya." Jawab Aurelie.
"Ah, tiba-tiba menelfon dan mengatakan kalau seseorang berusaha akan membunuhnya. Jika kau melihat hal-hal lain hubungi aku segera." kata Detektif Yano.
Dari kejauhan, dimas sedang memata-matai Aurelie.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aurelie melihat seorang pria dengan wajah yang tertutupi topi sedang memperhatikannya.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Aurelie.
Pria itu adalah Dimas. Dia keluar dari asrama dengan perlahan dan pergi kesuatu tempat dengan sebuah tas kotak ditangannya. Aurelie merasakan ada sesuatu yang aneh, seperti ada sesuatu yang tidak sesuai dengan Dimas. Dia mencoba menyapa dengan ramah sekali lagi. Tetapi dimas hanya memberikan senyum lemah dan berjalan pergi dengan cepat. Tatapan Dimas singkat dan penuh misteri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ia lalu berjalan masuk dan langsung menuju ke kamarnya.
Tiba-tiba pemilik apartemen memanggilnya dan memberikan sebuah paket. Sayangnya, isi dari paket itu telah di ambil oleh penghuni kamar lain. karena tidak ingin mencari masalah, Aurelie akhirnya mengabaikannya saja.
Namun, karena paketnya telah di ambil, Aurelie mencoba untuk berbicara dengan para penghuni kost lainnya. Namun, percakapan mereka selalu singkat dan datar. Aurelie merasa semakin penasaran dengan para penghuni kost lainnya.
"Mengapa mereka begitu tertutup dan mengapa mereka selalu menghindari kontak mata denganku?" Pikir Aurelie
__ADS_1
Aurelie semakin yakin bahwa ada sesuatu yang sangat tidak beres dengan para tetangganya di asrama melatih itu. Dan itulah awal dari petualangan mencekam yang akan membawa Aurelie masuk ke dalam dunia gelap bagaikan neraka yang dia tidak pernah bayangkan sebelumnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Detektif Yano baru saja masuk ke dalam mobilnya. Tiba-tiba dari belakang Dimas mencekik leher detektif Yano.
"Jangan kau ikut campur. Apa kau mau bermain-main denganku juga?" Kata Dimas.
Detektif Yano pingsan dan mobil polisi lain datang. Hal itu membuat Dimas gagal untuk membunuh detektif Yano. Detektif Yano larikan ke rumah sakit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Detektif Yano terbangun dan tidak menemukan siapapun di rumah sakit itu. Ia lalu berjalan keluar dari rumah sakit, tampak di jalan-jalan kota sepi dan tidak ada seorangpun yang terlihat.
Ia lalu kembali kerumahnya dan segera menuju kamar Rina putrinya. Namun ia tidak menemukan anaknya dikamar. Ia lalu mencoba untuk menghubungi Rina, namun tidak bisa tersambung. Kemudian dia mendapatkan pesan email di handphonenya. Dan segera ia menyalakan komputernya. Rekaman video CCTV dimana mayat pembunuh istrinya di temukan. Disaat yang bersamaan, pemimpin sekte yaitu ketua Joshua dalam sekejap menjadi selebritis dunia. Stasiun televisi menyiarkan secara langsung wawancara dengan ketua Joshua. Detektif Yano segera menyalakan televisi dan menonton siaran langsung itu.
Pembawa Acara:
[Sebuah insiden mengerikan telah terjadi kemarin. Banyak orang yang menyaksikan momen mengerikan itu secara langsung. Aku yakin semua orang sedang menunggu satu orang ini, untuk angkat bicara. Dia telah menjadi orang terpenting di seluruh dunia dalam kurung waktu hanya semalam. Dia telah mengingatkan kita mengenai insiden yang terjadi belakangan ini. Sungguh di sayangkan kita tidak mengindahkan peringatannya. Hari ini, kami akan menayangkan secara langsung wawancara eksklusif dengan Joshua ketua kebenaran baru.]
Sesi Wawancara eksklusif pun dimulai.
"Halo ketua Joshua." Sapa penyiar.
"Halo! Senang bertemu denganmu." Jawab Joshua.
"Sejak kasus kejadian kemarin, orang-orang me jadi sangat takut dan menghentikan semua kegiatan dan aktivitas mereka. Kami semua sangat membutuhkan saran darimu." Kata penyiar.
Wawancara eksklusif itu berlangsung cukup lama dan menegangkan. Kemudian ia mengatakan, bahwa saksi utama dari kasus kematian ibu Jeni telah meninggalkan negara. Dia juga mengatakan identitas para polisi dan pengacara yang membantu mereka kabur telah di ketahui identitasnya.
"Aku mendorong semua orang untuk menonton siara langsung ini. Dan semua otoritas pemerintah, pihak kepolisian dan kejaksaan, untuk mengutamakan keadaan ini dan segera mungkin mengambil tindakan." Kata Joshua.
Setelah wawancara panjang lebar, sebelum mengakhiri wawancara itu, ia berdiri dan sengaja menunjukkan Seragam sekolah Rina yang tergantung di dekat lemari pakaian di belakangnya. Kemudian Joshua tersenyum kecil dan mengatakan sesuatu.
"Hey kau bisa melihatnya sendiri." Joshua mematikan komputernya.
__ADS_1
Bersambung...