
"Tolong aku, orang-orang itu mau membunuh aku." Ucap wanita itu.
"Kenapa? Kau ingin hidup, bukan? Kalau begitu merangkak lah." Ucap Dimas dengan tatapan mata yang tajam.
Wanita itu mencoba untuk melarikan diri dari Dimas, namun karena kakinya terluka, ia kesulitan untuk berjalan. Dimas segera menyeret wanita itu masuk kembali ke dalam asrama melatih dan dikurung kembali di lantai 4 kamar 666. Dalam sekejap semua penghuni kost lainnya bersama dengan Dimas dan ibu kost mengelilingi wanita tua itu dengan tatapan penuh misteri dan menakutkan.
"Kurasa darahmu masih mengalir deras di tubuhmu." Ucap bibi Dina pada wanita itu.
"Maafkan aku, tolong lepaskan aku." wanita tua itu memohon.
Wanita tua itu mulai berdoa.
"Untuk apa kau berdoa, lagipula kau tetap akan mati." Bisik Dimas ditelinga wanita tua itu.
Jojo, Jono dan Cecep mulia menakut-nakuti wanita itu. Suara cekikikan Jojo dan Jono membuat ruangan itu semakin mengerikan.
"Aku akan memotong bagian tangannya." Ucap Cecep.
"Ini sangat menyenangkan. Akan ku potong-potong kakinya. Pasti sangat seru." Ucap Jojo sambil cekikikan.
"Aku bawakan kau air jamur ini, setelah kau meminumnya, kau akan mati. Kau sangat beruntung, hahahaha....!!!!" Ucap bibi Dina sambil membuka tutup botol.
Cecep membuka mulut wanita itu dengan kedua tangannya. Kemudian bibi Dina membuat wanita itu meminum semua yang ada di botol itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aurelie dan rekan-rekan kerja di kantornya mengadakan makan malam bersama. Salah seorang rekan kerja Aurelie mencampurkan sesuatu pada minuman Aurelie hal itu membuat Aurelie menjadi mabuk berat. Dan saat acara makan bersama telah selesai Aurelie masih juga belum sadar dari mabuknya. Salah seorang rekan kerjanya menelfon taxi, dan mengirim Aurelie dengan taxi itu untuk kembali ke kost nya. Namun karena sopir taxi itu kebingungan, dia akhirnya menurunkan Aurelie di kantor polisi.
Setelah beberapa jam berlalu, Aurelie terbangun dan segera melihat handphone.
"Kau baik-baik saja? Kost Melatih itu, ada apa disana sebenarnya?" Tanya petugas polisi.
"Aku takut, aku sangat takut. Penghuni kost itu semuanya sangat aneh." Jawab Aurelie.
Tiba-tiba ia melihat sebuah pesan di handphonenya kalau kenalannya ada di kost Melatih.
[Aurelie, aku ada di kost mu, aku akan ke kamarmu.]
"Tolong aku, sahabatku saat ini sedang berada di dalam kost Melatih. Aku sangat takut." Aurelie memohon.
Segera petugas polisi itu pergi bersama dengan Aurelie menuju kost Melatih.
Sepanjang perjalanan, Aurelie tampak sangat cemas dan khawatir.
"Jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja." Ucap petugas polisi.
"Ponselnya mati. Dia tidak bisa di hubungi." Ucap Aurelie semakin cemas.
...----------------...
__ADS_1
Sementara itu Mira sudah ada di depan kost Melatih dan memperhatikan kost itu dari luar.
"Maaf, ada yang bisa aku bantu?" Tanya Dimas.
"Kau siapa?" Tanya Mira.
"Ah, jangan curiga begitu, aku penghuni kost ini. Kau mencari seseorang?" Jawab Dimas.
"Aku ingin bertemu dengan Aurelie." Jawab Mira.
"Aurelie ya, kebetulan kami juga akrab. Ngomong-ngomong, apa kata Aurelie mengenai kost dan penghuni kost ini?" Tanya Dimas.
Mira ingat betul kalau Aurelie perna bercerita tentang kost dan penghuninya yang semuanya tidak normal. Namun, Mira mengatakan yang sebaliknya pada Dimas.
"Katanya, semua penghuni disini, semuanya ramah." jawab Mira.
"Semuanya ramah? Hahaha, Ah naiklah! Semua penghuni kost ada di lantai tiga." Ajak Dimas.
"Baik." Jawab Mira.
Mira segera naik ke lantai tiga.
"Kenapa pencahayaannya minim sekali. Sangat gelap disini. Aku bahkan bisa merasakan aura-aura mistis di sini. Mungkin hanya perasaanku." Ucap Mira dalam hatinya.
Sementara ia sedang berjalan menaiki tangga, tiba-tiba ia menyentuh sesuatu di pegangan tangga itu.
"Siapa yang datang selarut ini?" Teriak bibi Dina sambil menuruni tangga.
"Halo, aku mau bertemu dengan Aurelie. Dia salah satu penghuni kost ini. Apa dia sudah pulang?" Tanya Mira.
"Oh Aurelie. Kurasa dia belum kembali." Kata bibi Dina.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Mira pamit.
"Tunggu sebentar, tanganmu kotor ya? Masuklah dulu kau bisa cuci tanganmu didalam." Ucap bibi Dina.
"Ah tidak perlu." Mira menolak.
"Masuklah dulu." Paksa bibi Dina.
Aurelie tiba di depan kost Melatih dengan mobil polisi. Ia segera berlari ke lantai tiga. Dan petugas polisi mengikutinya dari belakang.
"Mira....Mira..." Aurelie terus memanggil namanya.
"Apa kau menemukannya?" Tanya petugas polisi.
"Matilah...matilah...!!!" Teriak Jojo di ruangan bibi Dina.
Aurelie segera berlari ke ruangan bibi Dina dan menemukan semua penghuni kost ada disitu termaksud temannya Mira.
__ADS_1
"Mira, kenapa kau tidak angkat telfon dariku? Kenapa kau bersama dengan mereka?" Tanya Aurelie pada Mira.
"Tunggu!!! Ada apa ini? Kenapa kau bawah polisi ke sini?" Tanya bibi Dina.
"Kau juga susah dihubungi." Jawab Mira.
"Yang terpenting, kita harus keluar dulu." Aurelie menarik Mira keluar dari ruangan itu.
"Ini sangat keterlaluan! Yang benar saja!!!" Teriak bibi Dina.
Aurelie membawah Mira keluar dari kost itu.
"Mira, kau baik-baik saja? Kenapa kau masuk sendirian. Sudah ku bilang mereka semua itu berbahaya. Akan ku antar kau pulang, ayo!" Ucap Aurelie.
"Kami akan mengantarmu pulang." Ucap petugas polisi.
"Kalau memang disini aneh, kau pindah saja. Kenapa kau bertahan tinggal di kost ini." Kata Mira sambil naik ke mobil patroli polisi.
"Jangan cemas, kami akan mengantarnya pulang dengan aman." Kata petugas polisi.
...----------------...
Setelah mereka pergi, Aurelie masuk ke dalam kost lagi dan saat menaiki tangga ia bertemu dengan Dimas.
"Halo, apa ada masalah? Aku lihat tadi kau datang bersama dengan polisi." Tanya Dimas.
"Tidak ada." Jawab Aurelie.
Aurelie segera masuk ke dalam kamarnya. Baru saja dia mau tidur, bibi Dina mengetuk-ngetuk pintu kamarnya.
"Bisa buka sebentar?" Ucap bibi Dina.
"Ada apa lagi?" Tanya Aurelie.
"Syukur kau belum tidur, ini minumlah." Suruh bibi Dina.
Aurelie meminum minuman yang diberikan oleh bibi Dina. Awalnya dia menolak, namun kerna bibi Dina memaksa dan tidak mau pergi, dia akhirnya meminumnya.
Setelah selesai meminum minuman itu, bibi Dina pergi. Dan beberapa saat kemudian, Aurelie mulai merasa pusing dan kehilangan kendali.
"Aku pusing. Apa dia menaruh sesuatu didalam minuman tadi? Tidak bisa begini terus, aku harus pindah. Ya, aku tidak boleh tinggal di sini lagi. Aku tidak boleh tertidur sebelum Mira sampai di rumah." Ucap Aurelie dalam hati.
Namun, reaksi obat itu sangat kuat, sehingga Aurelie tidak bisa lagi menahannya dan akhirnya dia tertidur.
Penghuni kamar lainnya sedang duduk bersama dan membahas sesuatu bersama.
"Tunggu saja, aku akan membunuhnya." ucap Jojo sambil cekikikan.
Bersambung...
__ADS_1