ALAM MAUT

ALAM MAUT
Pertanda Buruk


__ADS_3

Aurelie mengunjungi makam orang tuanya yang telah berpulang ke alam baka.


"Beristirahatlah dalam damai Ayah, ibu. Maafkan aku, karena aku tidak bisa sering-sering mampir kesini." Ucap Aurelie.


Setelah beberapa saat di makam itu, ia pun pergi dan meninggalkan makam itu.


Saat ia menyalakan mobilnya, mobilnya tiba-tiba mengalami masalah. Mobil itu tidak mau hidup.


"Astaga!! Yang benar saja. Di hari seperti ini? Ada apa lagi dengan mobil ini! Ayolah, bantu aku. Aku harus segera pergi." Ucap Aurelie sambil terus berusaha menyalakan mobil kantor yang dia pinjam itu.


Setelah beberapa saat mencoba, akhirnya mobil itu mau menyalah juga.


"Akhirnya bisa juga." Kata Aurelie lega.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara itu, di kuil Buddha biksu Jay dan Joy sedang mencari informasi terkait mengenai patung Budha terkutuk itu yang telah di di temukan oleh pemerintah dan yang telah selesai di gali itu. Kedua biksu itu meminta bantuan pada biksu-biksu lain di kuil untuk mencari catatan mengenai patung Budha yang baru saja di temukan itu.


"Astaga, kalian mendapatkannya?" Kata biksu Jay.


"Bukankah sulit menemukannya karena dalam aksara Tiongkok? Bagus!" Ucap biksu Joy sambil mengambil beberapa buku yang berhubungan dengan patung Budha yang sudah lama di segel itu dan kini di temukan oleh pemerintah.


"Ini semua yang kami temukan tentang penyegelan." Kata lara biksu lain yang ikut membantu.


"Terima kasih." Ucap biksu Jay dan biksu Joy.


Kemudian biksu Joy dan biksu Jay membahas soal gambar yang mereka punya tentang patung Budha yang baru saja ditemukan itu.


"Menurut ikel sih YouTubers terkenal itu, simbol-simbol ini sangat sulit untuk di baca. Karena telah disegel berlapis-lapis. " Ucap biksu Jay sambil melihat satu buah foto patung Budha itu.


"Jika itu di segel berlapis-lapis. Berarti bukan roh jahat biasa dan lemah. Berarti patung Budha terkutuk itu, memperdaya orang-orang melalui matanya." Kata biksu Joy.


"Bukankah kita harus memperingatkan orang-orang?" Ucap biksu Jay.


"Sejak awal mereka tidak akan menggalinya, jika mereka mengindahkan saran dari kita begitu saja." Jawab biksu Joy.


"Kita harus bagaimana sekarang?" Tanya biksu Jay.


"Kita harus mengunjungi Balai kota dan mencari tahu situasinya." Ucap biksu Joy.


Sementara mereka sedang bercakap-cakap telepon berdering. Biksu Jay mengangkat telfon itu.


"Halo? Kepala biksu? Baiklah." Ucap biksu Jay.


Jay mematikan panggilan telepon itu dan segera memberi tahu biksu Joy kalau dia di panggil oleh kepala biksu.

__ADS_1


"Kepala biksu memanggilmu." Kata biksu Jay pada biksu Joy.


"Baiklah!" Ucap biksu Joy sambil berdiri dari tempat duduknya hendak pergi menemui kepala biksu.


Sebelum biksu Joy pergi menemui kepala biksu, ia menyuruh biksu Jay untuk mengumpulkan materi-materi yang di perlukan mengenai patung Budha terkutuk itu, dan beberapa hal yang di butuhkan untuk pergi ke balai kota City Land.


"Baiklah." jawab biksu Jay.


Biksu Joy pergi keruangan Kepala Biksu. Saat ia tiba kepala biksu sedang duduk dan menuangkan teh hangat ke gelas antik miliknya.


"Masuklah." kata kepala biksu pada biksu Joy.


"Aku dengar kepala biksu mencari aku." ucap biksu Joy.


"Kemari dan duduklah." kata kepala biksu.


"Baik pak." jawab biksu Joy.


"Ini Minumlah selagi masih hangat. Bagaimana penelitiannya?" tanya kepala biksu.


"Begini, aku sedang memeriksa patung Budha terkutuk itu yang saat ini sudah ada di balai kota." ucap biksu Joy.


"Ya, aku sudah mendengar hal itu. Membahas tentang patung Budha..." kata kepala Biksu.


"Menurutmu, arwah pendendam itu masih hidup?" tanya kepala biksu.


"Bukan begitu, seiring berjalannya waktu, roh jahat pasti semakin berkembang dan semakin jahat dan kejam." kata biksu Joy.


"Biksu Joy, sebaiknya kamu hentikan." ucap kepala Biksu.


"Apa?" kata Biksu Joy.


"Aku bilang sebaiknya kau hentikan saja. Aku mendapat telepon dari kepala gubernur balai kota kemarin, dia meminta agar kamu berhenti mengganggunya saat pameran di mulai." ucap kepala Biksu.


"Pameran? Jika kamu tidak bertindak, itu akan memicu bencana yang lebih besar." kata Biksu Joy.


"Jangan menempatkan aku di posisi sulit. Hentikan saja, berandal!" kata kepala biksu marah.


"Pak, patung terkutuk yang berhasil di segel oleh biksu Jeje itu, menguras tenaga Buddha-nya sampai habis." Kata Biksu Joy tegas.


"Lalu kenapa? Apa kau akan melakukan wawancara di acara horror dokumenter saluran kabel seperti sebelumnya?" ucap Kepala Biksu.


"Aku melakukan itu, karena tidak ada media lain yang mau memperhatikannya." ucap biksu Joy.


"Kamu yang merusak reputasi umat Buddha. Berhentilah menyelidiki patung Budha terkutuk itu. Jangan berpikir untuk mengunjungi balai kota." kata kepala biksu.

__ADS_1


"Aku bahkan menerima saran profesional kemarin. Aku harus ke balai kota untuk memeriksa patung itu sekarang." ucap biksu Joy.


"Memeriksa apa? Biksu Joy, hari ini kau harus bertugas atas kelas Buddha. Untuk mereka yang mau menjadi biksu Buddha." kata kepala Biksu.


"Tapi, tetap saja..." ucap biksu Joy.


"Kamu boleh pergi, jika kau mengerti perkataanku." kata kepala biksu menghentikan Biksu Joy.


...----------------...


Dengan putus asa dan bingung, biksu Joy keluar dari ruangan kepala biksu. Dia berjalan mondar mandir di depan kuil sambil terus berpikir. Sementara ia larut kebingungan dan dilema, tiba-tiba beberapa murid berlari-lari menuruni tangga sambil ketakutan dan menabrak biksu Joy.


"Astaga! Astaga!" ucap mereka.


"Ada apa dengan kalian?" tanya biksu Joy sambil membantu muridnya berdiri.


"Pak, ada sesuatu di dalam kuil sana." ucap salah satu muridnya.


Setelah mengatakan itu, muridnya pergi dan biksu Joy segera masuk ke dalam kuil untuk memeriksa apa yang terjadi di dalam kuil itu. Biksu Joy terkejut bukan main melihat poster dan gambar Buddha mengeluarkan air mata darah seolah seperti orang yang sedang menangis.


"Semoga ada belas kasihan." Ucap Biksu Joy sambil menatap semua gambar Buddha di dalam kuil itu.


Sementara Biksu Joy berdoa dan berharap belas kasihan, biksu Jay datang dengan tergesa-gesa.


"Apa yang terjadi disini?" tanya biksu Jay pada biksu Joy.


Biksu Jay kemudian melihat fenomena aneh yang sedang terjadi di dalam kuil itu.


"Itu....Apa maksud dari semua ini?" tanya Biksu Jay.


"Air mata itu pertanda buruk." Kata Biksu Joy.


"Apa maksudnya?" tanya biksu Jay.


"Itu pertanda sesuatu yang buruk akan terjadi." Jawab biksu Joy.


Kemudian, biksu Jay mengeluarkan handphonenya menunjukkan sesuatu pada biksu Joy.


"Benar juga, lihat ini." Kata Biksu Jay.


[Hujan Hitam misterius di Pusat kota City Land]


"Apa sudah di mulai?" Kata Biksu Joy sambil melihat artikel tersebut.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2