ALAM MAUT

ALAM MAUT
Tetangga Psikopat Part 1


__ADS_3

Detektif Yano membuka matanya perlahan-lahan dan melihat Joshua sudah hangus terbakar. Ia terduduk di lantai menyaksikan fenomena aneh itu untuk yang kesekian kalinya.


Kemudian dia melihat di handphonenya, ada beberapa panggilan tidak terjawab dari pengacara Laura. Segera ia menghubungi pengacara Laura namun tidak ada jawaban.


"Kenapa dia tidak angkat telfon dariku?" Pikir detektif Yano.


Tiba-tiba sebuah notifikasi petunjuk arah masuk di handphonenya dari pengacara Laura. Tampa berpikir lama-lama ia segera meluncur ke lokasi itu. Beberapa jam kemudian ia tiba di lokasi tersebut dan menemukan pengacara Laura sudah tidak bernyawa lagi. Dan tubuh-tubuhnya dijilati oleh beberapa ekor anjing. Ia melihat handphone pengacara Laura, handphone itu di injak-injak oleh anjing. Karena tidak tau lagi harus berbuat apa, ia mengingat anaknya Rina. Segera ia pulang kerumahnya dan mendapati anaknya Rina dirumah telah menunggunya kembali. Melihat anaknya ada di rumah, detektif Yano tidak tahan lagi, ia kemudian menangis sejadi-jadinya di depan anaknya itu. Kemudian anaknya perlahan menghampiri ayahnya dan memeluk ayahnya dengan erat.


"Nak, apa kau sudah makan?" Tanya ayahnya.


"Belum ayah, aku menunggu ayah sejak tadi." Jawab Rina.


"Baiklah, tunggu ayah dirumah, ayah akan membeli sesuatu di supermarket dulu." Kata ayahnya.


Detektif Yano segera pergi ke supermarket untuk membeli beberapa makanan. Saat ia tiba di supermarket, ia tanpa sengaja bertemu dengan Aurelie yang baru saja keluar dari dalam supermarket itu.


"Halo pak detektif." Sapa Aurelie.


"Halo nak." Sapa balik detektif Yano.


Namun, belum beberapa langkah ia berjalan hendak memasuki supermarket itu, ia berbalik dan memanggil Aurelie lagi.


"Nak, tunggu sebentar." Panggil detektif Yano.


"Ah iya pak detektif, ada apa ya?" Tanya Aurelie.


"Apa kau tinggal di asrama melatih itu?" Tanya detektif Yano.


"Iya benar pak, aku tinggal disana tapi aku berencana itu hanya untuk sementara waktu saja." Jawab Aurelie.


"Aku menyarankan, kau harus berhati-hati nak. Jika bisa kau pindah dan cari tempat tinggal yang lain. Tempat itu seperti ada sesuatu yang tidak beres dan itu tampak berbahaya bagimu." Kata detektif Yano.


"Maaf maksud detektif?" Tanya Aurelie.


"Berhati-hatilah. Aku pamit dulu ya." Kata detektif Yano.


"Ah iya pak, terima kasih banyak." Jawab Aurelie sambil menundukkan kepalanya.


Kemudian dalam kebingungan Aurelie kembali ke asrama melatih. Sampai di asrama melatih, ia langsung menuju ke atas atap gedung asrama untuk melihat-lihat dan menenangkan pikirannya. Setengah jam kemudian, Dimas menyusul Aurelie ke atap dengan tas kotak-kotak di tangannya.


Aurelie terkejut melihat Dimas juga ada di sana.


"Tidak! Kurasa penghuni-penghuni kost ini tidak normal." Kata Aurelie dalam hati.


"Hey, kamu penghuni kost baru." Kata Dimas.

__ADS_1


"Ah iya." Jawab Aurelie sedikit terkejut.


"Ibu kost memberitahu aku tentangmu." Kata Dimas.


"Iya." Jawab Aurelie.


"Ah, di atas sini indah bukan? Kamarnya menyesakkan seperti peti mati." kata Dimas.


"Ya, aku setuju soal itu. Tapi kenapa kau terus saja tersenyum ke arahku?" tanya Aurelie.


"Ah, maaf jika itu menyinggung mu." Jawab Dimas.


"Tidak bukan itu, aku hanya..." Kata Aurelie.


"Menyukainya? Kau menyukainya, bukan?" Tanya Dimas memotong kata-kata Aurelie.


"Eeh? Apa maksudmu?" kata Aurelie.


"Ada yang terbesit di benakku saat melihatmu. Tampaknya, kau bisa menjadi orang yang sejenis denganku." Jawab Dimas dengan tatapan mata yang serius.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah itu mereka turun dari atap dan kembali kekamar mereka masing-masing.


Saat semua orang telah masuk ke dalam kamar, Jojo keluar dari kamar sambil memberi isyarat dengan tangannya sebuah tanda untuk diam.


Sementara Aurelie sedang menulis novel dikamarnya, ia mendengar suara-suara aneh seperti seseorang sedang berjalan dengan menarik beban yang berat keluar. Namun, ia tidak ingin membuat dirinya terlibat dalam sebuah masalah jadi dia mencoba untuk mengabaikannya saja.


Jojo, Jono dan Cecep bersama dengan Dimas pergi keluar dan memasuki sebuah hutan lebat.


Disana mereka menggali tanah sedalam-dalamnya dan mengeluarkan empat karung potongan-potongan mayat yang sudah di mutilasi untuk di kuburkan di hutan itu.


"Kenapa hanya aku, Aku capek sekali." Kata Jono terus mengali tanah.


"Cepat gali, nanti para pendaki keburu datang." Suruh Cecep.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Di tengah suasana pagi yang cerah, langit biru terhampar di atas atap asrama melatih. Terlihat diatas gedung itu Dimas dan Jono sedang berdiri melihat kebawah dimana Aurelie sudah berangkat ke tempat kerjanya.


"Ronal, eksekusi dia hari ini juga. Jangan sampai ada kesalahan. Selesaikan secepatnya!" Kata Dimas pada Jono.


"Baik." Jawab Jono.


...----------------...

__ADS_1


Cecep terus mengeluh Karna Ronal masih ada di kamarnya.


"Kapan ini akan berakhir dan di bereskan?" tanya Cecep.


"Hari ini."Jawab Jono.


"Ibu kost mengeluhkan baunya." Kata Cecep.


Mulailah ke tiga pria aneh itu bereaksi lagi.


Hihihihi...


Suara tawa Jojo menggema di ruangan tak kedap suara itu melihat teman-temannya memulai aksi gila mereka pada Ronal yang sudah sangat sekarat itu.


"Pak Ronal, hey bangun!" Cecep memukul-mukuli wajah Ronal.


"Hihihi...Bangun pak, ini akan segera berakhir hihihi... Ini asik sekali." Kata Jojo sambil tertawa cekikikan.


"Pak Ronal bangun. Ini akan segera berakhir." Kata Cecep.


"Hihihi...buka matamu." Kata Jojo.


"Kenapa dia? Padahal dia belum di bius." Tanya Jono pada Cecep.


"Sebentar, akan ku potong dulu lehernya. Kalian akan berikan sisanya nanti. Berjanjilah padaku, kalian akan berikan pergelangan tangannya kepadaku." Kata Cecep sambil membuat garis merah di leher Ronal.


"Hihihi...Aku sudah tidak sabar menangani si penghuni kost baru itu. Tampaknya dia empuk sekali hihihi..." Kata Jojo.


"Diam kau! Hati-hati. Kau tidak lihat penghuni kost yang satu ini sedang sekarat? Kalian juga bisa dalam masalah. Jika ada masalah, kalian juga bisa mati." Kata Cecep mengingatkan.


"Hihihi.. Astaga itu menakutkan sekali." Kata Jojo.


Selang beberapa waktu kemudian, Dimas datang ke kamar itu.


"Kau tau, ada tiga hal yang tidak ada di kost ini. Tidak ada pelajar, tidak ada sinar matahari, dan tidak ada yang mencari kami."Kata Dimas pada Ronal yang sudah sekarat itu.


"Tapi, gara-gara kamu, orang-orang mulai mencari-cari kami. Hal itu telah melanggar peraturan kost. Mestinya kamu berhati-hati. tapi tidak masalah. Orang yang mencari mu sampai kesini sudah mati. Jadi kau juga harus mati." Kata Dimas sambil memakai sarung tangan karet.


Mereka kemudian memulai aksi gila mereka. Masing-masing mereka memegang sebuah Kampak untuk memutilasi tubuh Ronal. Sebelumnya, Dimas melepas sumbat di mulut Ronal agar dia bisa berbicara dan bisa berteriak histeris kesakitan.


"Coba kucek dulu." Kata Dimas melepas sumbatan di mulut Ronal.


"Tolong hentikan." Kata Ronal.


Dimas mulai mencabut gigi Ronal satu per satu sampai benar-benar habis. Hal itu membuat Ronal meringis kesakitan yang sangat luar biasa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2