
🌹🌹🌹
" udah ma , ayo kita turu dengan semangat
melisa yang melihat sang putra sangat semangat pun ikut seneng dan juga bersemangat pula
" ayo sayang ' mengikuti langkah kaki kecil sang putra
" selamat pagi semua ' Nampak lah jelas wajah yang selama ini membeku seperti es balok kini terlihat agak mencair
sontak saja tisa dan nenek imah pun sangat terkejut
" hay boy itu kamu kan ucap tisa pasalnya rendra tidak pernah mau menyapa orang terlebih dahulu karena rendra anaknya pendiem dan juga sangat dingin
" ia bibi emang sispa lagi ucap rendra yang sedang melangkah menuju meja makan untuk sarapan
" wah hari ini nampaknya ada yang lagi semangat goda tis ke rendra
rendra yang di goda tau, tapi tak menanggapinya
hanya di anggapi senyuman
rendra juga tidak tau dengan dirinya sendiri kenapa hari ini sangat bersemangat mungkin itu ikatan batin dengan anak dan Ayah
mereka pun makan pagi dengan sangat tenang
selesai makan mencuci piring
kini mereka bersiap siap untuk berangkat menuju sekolah karena mereka berangkat bareng dengan anak yang lain
__ADS_1
rendra sangat antusias tak sabaran ingin cepat sampai ke tempat perlombaan
pukul 10 lebih acara akan di mulai dan sekarang pukul 07.45 menuju ke sekolah butuh waktu 15 menit dan menuju gedung membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih
walau rendra selalu di buli dengan temanya tidak pernah perduli yang penting tidak menghina mamanya itu lah prinsip rendra walau rendara juga menginginkan sosok seorang ayah
" loh mel tumben kamu nga pakai samaran kamu ucap tisa
" ah aku lupa tis ucap melisa " ah udah lah lagian aku juga tadi buru buru
taksi pun sudah datang mereka masuk ketempat masing
sampai sekolah
mobil bus yang akan mereka tumpangi pun sudah siap ada sebagian yang sudah duduk rapi ada juga belum
melisa, rendra, nenek imah dan tisa pun maduk ke bus menuju kursi uang masih kosong
bisik ibu ibu sangat nyaring di telinga melisa, melisa hanya bisa menahan rasa sedih , cacian dan hinan sudah lah hal biasa bagi melisa . dengan melihat sang putra lah kesedihan dan rasa sakit perlahan hilang
" sini sayang mama mau peluk ucap melisa
rendra yang tau mamanya sedih pun menggeserkan badanya untuk di peluk oleh sang mama
* aku tidak tau apa yang harus ku lakukan apakah aku harus memberi tahukan degan nya
sementara aku sudah tidak tau dia dimana , tapi aku takut berhadapan degannya aku takut bayang bayang itu muncul lagi di ingattan ku, aku tak bisa aku tak bisa' pikiran pun
kini mobil pun berjalan dehan perlahan menuju tempat perlombaan yaitu gedung R.D.D GRUP
__ADS_1
sampailah di gedung R. D. D GRUP semua orang turun degan bergantian
kini menujukan pukul 09.30 menit
" ayo sayang , jangan jauh jauh dari mama ya ucap melisa
" oke ma ucap rendra
kini mereka pun mulai masuk ke dalam gedung tersebut
pak satpam yang melihat rendra pun kaget tapi pak satpam hanya diem sambil menatap tak berkedip
" ma apa aku salah berpakean ucap rendra
" Tidak sayang mungkin dia kagum sama kamu ucap melisa
nenek imah dan juga tida juga heran kenpa pak satpam melihat rendra seperti itu
" ma aku pengin pipis ucap rendra
" tapi mama tidak tau toilet dimana, ia udah deh mama mau tanya dulu ke satpam ujar melisa lalu melangkah menuju ke satpam
" permisi pak saya mau tanya , tempat toilet dimana ia? ucap melisa
" itu nyonya lurus terus belok, saya beleh tanya nyoya ? anak kecil yang bersama nyoya siapa ia? ucap pak satpam yang penasaran
" trimakasih pak, oh itu anak saya pak, ia sudah saya permisi menunduk dan melangkah kaki ke arah sang putra
" ayo ma cepetan , udah ngak tahan nih ucap rendra
__ADS_1
"ayo sayang, tis kamu ke kesana dulu bersama yang lain, nanti aku hubungi kamu di mana tempatnya lalu mengejar sang anak yang sudah agak jauh " tunggu dong sayang ucap melisa
BERSAMBUNG