Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
sampai di gedung perlombaan


__ADS_3

🌹🌹🌹


" udah ma , ayo kita turu dengan semangat


melisa yang melihat sang putra sangat semangat pun ikut seneng dan juga bersemangat pula


" ayo sayang ' mengikuti langkah kaki kecil sang putra


" selamat pagi semua ' Nampak lah jelas wajah yang selama ini membeku seperti es balok kini terlihat agak mencair


sontak saja tisa dan nenek imah pun sangat terkejut


" hay boy itu kamu kan ucap tisa pasalnya rendra tidak pernah mau menyapa orang terlebih dahulu karena rendra anaknya pendiem dan juga sangat dingin


" ia bibi emang sispa lagi ucap rendra yang sedang melangkah menuju meja makan untuk sarapan


" wah hari ini nampaknya ada yang lagi semangat goda tis ke rendra


rendra yang di goda tau, tapi tak menanggapinya


hanya di anggapi senyuman


rendra juga tidak tau dengan dirinya sendiri kenapa hari ini sangat bersemangat mungkin itu ikatan batin dengan anak dan Ayah


mereka pun makan pagi dengan sangat tenang


selesai makan mencuci piring


kini mereka bersiap siap untuk berangkat menuju sekolah karena mereka berangkat bareng dengan anak yang lain

__ADS_1


rendra sangat antusias tak sabaran ingin cepat sampai ke tempat perlombaan


pukul 10 lebih acara akan di mulai dan sekarang pukul 07.45 menuju ke sekolah butuh waktu 15 menit dan menuju gedung membutuhkan waktu sekitar 1 jam lebih


walau rendra selalu di buli dengan temanya tidak pernah perduli yang penting tidak menghina mamanya itu lah prinsip rendra walau rendara juga menginginkan sosok seorang ayah


" loh mel tumben kamu nga pakai samaran kamu ucap tisa


" ah aku lupa tis ucap melisa " ah udah lah lagian aku juga tadi buru buru


taksi pun sudah datang mereka masuk ketempat masing


sampai sekolah


mobil bus yang akan mereka tumpangi pun sudah siap ada sebagian yang sudah duduk rapi ada juga belum


melisa, rendra, nenek imah dan tisa pun maduk ke bus menuju kursi uang masih kosong


bisik ibu ibu sangat nyaring di telinga melisa, melisa hanya bisa menahan rasa sedih , cacian dan hinan sudah lah hal biasa bagi melisa . dengan melihat sang putra lah kesedihan dan rasa sakit perlahan hilang


" sini sayang mama mau peluk ucap melisa


rendra yang tau mamanya sedih pun menggeserkan badanya untuk di peluk oleh sang mama


* aku tidak tau apa yang harus ku lakukan apakah aku harus memberi tahukan degan nya


sementara aku sudah tidak tau dia dimana , tapi aku takut berhadapan degannya aku takut bayang bayang itu muncul lagi di ingattan ku, aku tak bisa aku tak bisa' pikiran pun


kini mobil pun berjalan dehan perlahan menuju tempat perlombaan yaitu gedung R.D.D GRUP

__ADS_1


sampailah di gedung R. D. D GRUP semua orang turun degan bergantian


kini menujukan pukul 09.30 menit


" ayo sayang , jangan jauh jauh dari mama ya ucap melisa


" oke ma ucap rendra


kini mereka pun mulai masuk ke dalam gedung tersebut


pak satpam yang melihat rendra pun kaget tapi pak satpam hanya diem sambil menatap tak berkedip


" ma apa aku salah berpakean ucap rendra


" Tidak sayang mungkin dia kagum sama kamu ucap melisa


nenek imah dan juga tida juga heran kenpa pak satpam melihat rendra seperti itu


" ma aku pengin pipis ucap rendra


" tapi mama tidak tau toilet dimana, ia udah deh mama mau tanya dulu ke satpam ujar melisa lalu melangkah menuju ke satpam


" permisi pak saya mau tanya , tempat toilet dimana ia? ucap melisa


" itu nyonya lurus terus belok, saya beleh tanya nyoya ? anak kecil yang bersama nyoya siapa ia? ucap pak satpam yang penasaran


" trimakasih pak, oh itu anak saya pak, ia sudah saya permisi menunduk dan melangkah kaki ke arah sang putra


" ayo ma cepetan , udah ngak tahan nih ucap rendra

__ADS_1


"ayo sayang, tis kamu ke kesana dulu bersama yang lain, nanti aku hubungi kamu di mana tempatnya lalu mengejar sang anak yang sudah agak jauh " tunggu dong sayang ucap melisa


BERSAMBUNG


__ADS_2