
🌹🌹🌹🌹
" kau hubungi Revan untuk menyusul ku dan kau suruh orang untuk menyiapkan mobil , berapa lama lagi kita sampai ucap Roy
" baik tuan, mungkin satu jam lagi 'ucap deni sambil memegang benda pipih untuk mencari kontak untuk menghubungi revan dan juga mengecek lokasi yang bisa cepat mendapatkan mobil
🌹🌹🌹🌹🌹
Disisi lain
Revan yang sedang duduk di ruangan pun kelabakan setelah menerima telfon dari Deni untuk Menyuruhnya ketempat sedikit jauh , untung saja mempunyai jet pribadi kalo tidak entah lah apa yang akan terjadi, membayangkan saja sudah merinding .
Revan bergegas membenahi barang yang perlu di bawa , entah lah yang di bawa apa intinya cepat tepat pada waktunya. sebelum nantinya kena amukan sang macan asia
begitu selesai membenahi semuanya Revan pun bergegas menuju tempat atas gedung rumah sakit dimana jet pribadinya berada
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Di sisi lain
melisa merogoh tas kecilnya untuk mengambil uang untuk membayar ojek " ini pak, trima kasih ucap melisa masih mengendong rendra terlihat sangat kesusahan
" iya sama sama ucap tukang ojek sembari meletakan koper kedepan pintu rumah " kalo begitu saya permisi mbak ucap tukang ojek lagi
" iya pak 'ucap melisa
" assalamu'alaikum ' ucap melisa walau pintunya tidak tertutup tetap saja harus menunggu sang empu keluar
sedangkan di dalam rumah nampak bingung pasalnya sang ibu lagi kerja
" waalaikumsalam ' ucap yang di dalam melangkah menuju arah suara
" eh kakak 'meraih tangan melisa lalu menciumnya " ayo kak masuk ' tanganya menarik koper yang di bawa melisa
" ca kakak minta tolong panggilin bu bidan, tiba tiba tubuh ren panas, cepet ya ca ' ucap melisa sembari merebahkan tubuh ren ke atas ranjang yang biasa Melisa tiduri bersama ren
caca anak ibu yani. ibu yani orang yang pernah di tolong melisa saat rumahya terbakar tak tau harus bagai mana melisa merasa iba jadi melisa mengajak ibu yani untuk tinggal di rumahnya ,lagi pula jadi rumah bisa terawat
"Baik kak , aku keluar dulu ucap caca lalu melangkah keluar menuju tempat tetangga sebelah untuk meminjam motor
melisa keluar kamar untuk mengambil air minum untuk sang putra
" minum dulu sayang, sembari meraih badan sang putra agar minumnya tidak tumpah
di sisi lain
__ADS_1
saat ini Roy yang sedang di mobil sudah tidak sabar sampai di tempat melisa Roy juga sudah tidak mendegar apa yang di bicarakan melisa degan orang lain yang membuat Roy semakin gusar
beberapa menit kemudian Roy sudah sampai di tempat melisa mobil berhenti agak jauh karena jalan sempat
Roy berjalan sendirian tanpa ada Deni di sampingnya sudah tidak sabar ingin melihat kondisi sang putra
caca juga sudah kembali bersama bidan
hampir berpapasan degan caca, sampai sampai caca bengong begitu pun bidan
seketika mendadak menjadi ricuh
melisa yang mendegar ribut ribut pun bergegas keluar
" kenapa banyak orang begini sih ucap melisa sembari terus berjalan
" hay ca, kamu bener bener ya. kakak sudah lama menuggu kenapa kamu masih di sini ucap melisa yang belum sadar di belakangnya sudah ada Roy
" itu ... itu... ucap caca yang bisa melanjutkan ucapanya
" apan sih ucap melisa kemudian memutar bandanya " astagfirullah ' terperanjat kaget O..... jadi ini yang membuat gempar, sampai sampai rendra yang sedang tidur terganggu ucap melisa sambil memaki Roy " ah sudah lah kau tunggu dulu disini diem jagan bergerak ucap melisa lalu kembali berbalik menghadap caca
" ca kamu sudah menjemput bidan sampai ' melisa menepuk pipi caca yang masih saja bengong
" ah kakak, ini bidanya ucap caca yang di samping caca
" ah ya ampun !!!!!!!!!!!! ' ucap melisa fustasi sampai mengacak rambunya juga kakinya di hentakan bener bener membuat emosi sampai mengepal tanganya ingin rasanya menojok orang membuat keributan
" caca kamu bawa bidanya masuk untuk memeriksa ren cepet ucap degan nada tegas
" ah baik lah kakak ucap caca
"ayo bu ucap caca sambil menarik tangan ibu bidan
" ah iya ucap ibu bidan ikut melangkah
Melisa menarik nafas lalu memejamkan matanya untuk bisa meredakan emosinya
" ibu...ibu ...mbak ...mbak saya mohon minta maaf bukan saya mengusir kalian tetapi jangan membuat keributan di sini anak saya sedang sakit ucap melisa entah bagai mana harus membubarkan orang tanpa mengusirnya
gadis satu mendekat ke melisa " mbak boleh kah aku foto degannya ???
" emm.... kau tanya saya ke orangnya
" eh mel aku gak bisa 'ucap Roy berbisik sambil memegang tangan melisa
__ADS_1
sontak saja melisa, menjadi tegang jantung pun tak beraturan " hay kau, !!! bisa tidak jahan pegang pegang
Deni yang baru samapai pun kebingungan melihat para ibu ibu dan juga gadis gadis berkumpul " ya ampun , pasti ini gara gara tuan dalam hati tepuk jidat " tapi bagaimana keadanya sekarang 'dalam hati cemas
" Permisi, boleh kan saya lewat ucap Deni kebetulan deni memakai masker dan juga topi
" ah iya, serempak
" tolong aku...aku tak bisa di sentuh sebarang wanita' dengan nada memohon "hanya kau yang bisa ku sentuh ucap Roy nada memelas takut Tubuhnya merah merah lagi
" Heh, gak usah bayak alesan ' ucap melisa
" ah iya' katanya boleh melisa pun menggeser badanya lalu menuju ke rumah untuk mengecek sang putra meninggalkan Roy di peped para gadis
Roy bener bener tak berkutik tak bisa menjawab apa pun yang di pikiran kan hanyalah dirinya bisa bebas dari para gadis dan juga ibu ibu
satu gadis itu pun sudah siap berdiri di samping Roy untuk mengambil foto juga sudah ada satu lagi di sebelahnya bahkan degan beraniya memegang legan Roy
Roy membeku
Deni yang sudah sampai pun menarik bosnya untuk menjauh, mendadak Roy pingsan
semua orang pun binggung
" sekarang kalian bubar ' Triak Deni tang sudah sangat cemas melihat sang tuan pingsan
seketika yang di dalam pun keluar
" ada apa ini, ucap melisa yang melangkah meju orang yang memakai masker dan juga topi
Deni mengalihkan pandanganya ke sumber suara lalu melepaskan masker dan topi " bagimana bisa tuan di kerumunan banyak wanita , apa kan nona tidak bisa mencegahnya ucap Deni
" loh menang kenapa, toh diakan sudah terbisa bersama wanita wanita ucap melisa yang heran yang masih berdiri
" ini lah yang akan terjadi, hanya nonalah yang bisa di sentuh oleh tuan. jika tuan sampai kenapa napa saya akan tuntut anda nona ucap Deni nada tegas dan juga tatapan sangat tajam
melisa yang tiba tiba teringat ucapan Roy " apakah dia alergi sentuhan wanita, ucap melis yang takut ancaman dari Deni
" betul nona, ini buktinya membuka baju yang ada di lengan tangan Roy
" HAH kaget sambil membekep mulutnya melihat tangan nya ada bintik bintik merah , ya sudah bawa dia masuk kedalam
" Baik nona ' ucap Deni lalu berdiri memapah Tubuh Roy , melisa juga ikut membantunya
BERSAMBUNG
__ADS_1