
setelah berdebatan kecil degan bodyguard yang di suruh akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu
tok... tok.... tok
ceklek
Nampak lah wanita yang membukak pintu, dengan kepala yang tertunduk
seketika jantung keduanya pun berdebar sangat cepat
dalam ingatan melisa bayangan bayangan di malan itu pun terulang kembali
tapi belum sempat Roy membuka suaranya, melisa itu mengangkat kepakanya , walaupun melisa sangat gugup dan juga sedikit gemeteran tapi sebisa mungkin untuk mengendalikan dirinya melihat orang di depanya
* bener ini orang yang merenggut mahkota ku dengan sangat liar, seperti orang kesetanan dalam hati
* hem kenapa bukan gadis itu, kenapa orang yang modelnya kaya begini , ah sudahlah nanti aku tanyakan saja. siapa tau mereka tinggal berdua
" eh ma.. maaf tuan. tuan tuan keseni mau cari siapa ya? ucap melisa dengan nada yang di buat buat dan untung saja bisa cepet mengubah penampilannya
" ah, ini saya sedang mencari seorang gadis, yang bernama melisa putri walaupun kaget tetap saja bisa menjawab, dengan menatap wanita di depan tanpa merasa curiga
DEG DEG DEG
" emang ada masalah dengan keponakan saya tuan ucap melisa walaupun gugup tetap saja bisa menjawab
" masuk dulu tuan ngak enak kalo bicara di luar kaya begini ucap melisa lagiucap seraya mengeserkan badanya ke sambing agar pria itu bisa masuk
" Baik lah ucap Roy lalu melangkah masu
" hanya sedikit ingin meluruskan permasalahan saja ucap Roy jujur
" bigutu ya, tapi keponakan saya lagi ke luar jawab melis dengan berbohong
" kira kira masih lama " ucap Roy karena merasa ada sedikit celah untuk bertemu ada rasa sedikit senang
melisa yang melihat itu merasa heran dalam pikiranya kenapa orang ini kepegin baget bertemu dan juga terpancar dari mukanya kenapa begitu senang
" aha mungkin tidak pulang karena tadi dia bilang mau nginep ke tempat temanya mungkin sudah lama juga tidak bertemu jadi kepengin melepas rasa kangenya
__ADS_1
* untung saja otakku bisa mencari alasan yang sangat tepat* sedikit tersenyum
" ya sudah lah mungkin besok saya kesini lagi udap Roy dengan nada kecewa
*kenapa dia sangat kecewa ya, tapi aku tuh takut kalo aku jujur, takut dia macam macam lagi degan ku ah sudah lah biarin saja, setelah ini aku harap tidak bertemu degannya lagi entah dia mau cari aku kemana pun aku harus hati hati dan juga aku harus gati identitas agar tidak di ketemukan
" baik lah ucap melisa seraya menganggukan kepala
"" kalo begitu saya permisi ucap Roy lalu keluar dari kos kosan melisa
asisten Deni pun mendekat , bagaimana Tuan sudah bertemu degan gedis itu Tuan ucap Deni sebenarnya takut bertanya melihat raut wajah Tuannya mode on tapi mau bagimana lagi jiwa keponya meronta ronta dan juga kalo tidak bertanya nantinya akan di salahkan
" ah dia tidak ada, besok kita kembali lagi ' ucap Roy Deni kau berikan kartu nama ku kewanita itu dan juga klo dia sudah kembali suruh wanita itu untuk menghubungi ku setelah mengucapkan itu pergi menuju mobil
sementara asisten Deni menemuni wanita tadi
skip
Ke esokan harinya Roy sudah tidak sabar lagi ingin menenumi melisa
tetapi nampaknya sepi pintunya pun di gembok
pikiranya pun berkeliaran kemana mana
" loh ko sepi, ini kan sudah siang apa mereka lagi pergi atau kemanaucap Roy ke Deni
"mungkin lagi keluar sebentar Tuan' ucap asisten
Deni sembari menenangkan Roy
" ah ya mungkin saja ucap Roy masih berfikir positif sembari melangkah menuju mobil kembali
10 menit 20 menit 30 menit 40 menit 1 jam berlalu 2 jam berlalu 3 jam berlalu.
Kini hanya kehenigan Roy selama itu pun tak membuka suara satu kata pun, selama itu Roy hanya menatap leptop yang ada di pangkuanya sembari membuka email yang harus di cek walau begitu pikiran nya melayang jauh entah kemana
" tambah pengawal lagi Deni !!! untuk bergantian aku mau disini sampai dia kembali ucap Roy
" Baik Tuan ucap Deni
__ADS_1
kina jam menujukan jam 3 sore tapi yang di tunggu nampaknya belum muncul
tapi tidak sedikit pun membuat Hati Roy goyah , perasaan meyesal begitu dalam jadi menuggu seberapa lamanya tidak akan mudah putus asa
🌹🌹🌹
ibu kos yang melihat itu juga sudah mengabarkan ke melisa tapi jawaban melisa sama , jadi ibu kos pun hanya pasrah
🌹🌹🌹
ibu kos yang merasa iba keluar dari rumahya dan menghampir salah satu bodyguard Roy
dan menceritakan kebohongan yang di buat buat agar tidak merasa curiga toh kalo memang berjodoh pasti akan bertemu, juga mersa kasihan denang keduanya bukan merencanakan hal buruk
setelah memberikan informasi kebohongan ibu kos pun kembali ke dalam
dan menjelaskan ke pada melisa mekalui telfon
🌹🌹🌹
Bodyguard yang tadi yang sudah mendapat informasi dari ibu kos itu menghampiri sang tuan
setelah mendekat , menceritakan semua apa yang ibu kos tadi ucapkan tanpa mengurangi sedekit pun
seketika hati Roy begitu sakit mendengar penjelasan dari salah satu Bodyguard
seandainya kemaren tidak pergi begitu saja tidak mungkin akan kejadian seperti ini
pasalnya setelah kemaren pergi merasa tidak ada yang merasa di curigakan jadi tidak menyempatkan Bodyguard untuk mengawasi kosan melisa
* apa melisa sudah tau ya kalo kemaren aku datang dan dia kabur, hatinya pun merasakan sakit yang amat amat dalam seperti ribuan pisau yang menusuk seluruh tubuh
* apa kah kau segitu bencinya terhadapku sehingga kau lebih memelih menghindari ku, setidaknya kau harus tau apa alasan ku berbuat bejat terhadap mu tertunduk lemah tak berdaya seakan dunia pun runtuh
* oh tuhan aku harus bagai mana agar aku bisa menebus dosa ini, orang akan ku pertanggung jawaban malah memilih pergi'ucap nya dalam hati mulai frustasi yang dirasakan saat ini
para Bodyguard dan asisten Deni pun melihat Roy terpuruk pun merasa iba dan tak tau harus berbuat apa. hanya bisa berdoa, agar sang tuan bisa bertemu gadis yang di cari
dan bukan hanya para bodyguard dan juga asisten Deni
__ADS_1
ibu kos yang melihat dari balik kaca juga merasa iba tapi ibu kos juga merasa marah
BERSAMBUNG...........