Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
PELUKAN RINDU


__ADS_3

Roy masih diam mengamati istrinya


" sayang coba critakan kenapa kau bisa sadar begitu cepat ?? tanya Roy nampak begitu penasaran


" yang aku ingat , aku sedang berada di taman bunga tempat itu sangat luas "


Melisa merentangkan kedua tangannya membayangkan bahwa ia tak bermimpi kemudian ia berdiri


" banyak kupu kupu yang berterbangan begitu sangat indah aku sangat menikmatinya dan juga aku bermain degan anak kecil juga dua sepasang orang tua "


Melisa berhenti berbicara kemudian ia duduk kembali menatap Roy begitu intes


Roy pun bingung ia hanya mengakat sebelah alisnya


" kenapa ? Roy heran


" dia berkata aku harus kembali, karena ini bukan tempat ku sesungguhnya


" lalu kau jawab apa ???


" aku titip putra ku untuk kau jaga dia berbicara itu pada ku . aku pun binggung


" terus ???


" namun saat aku bertanya lagi sepasang orang tua itu pergi begitu saja setelah sepasang orang tua pergi anak itu pun juga pergi, tapi aku mendegar suara isak tangis aku pun mencarinya tapi sama sekali tak aku temukan "


Roy mengerutkan dahinya ia pun bertanya degan dirinya sendiri


* apa dia mendengar semua kata kata ku " batin Roy bertanya


" aku mencari kesana kemari sampai aku merasa lelah . Tetapi aku terkejut saat ada lampu cahaya yang sangat menyilaukan mata ku , walau aku sangat bingung juga rasa penasaran aku pun melangkahkan kaki ku mendekati cahaya itu . "


Roy masih setia mendengarkan cerita sang istri tak menyela sedit pun


" setelah aku masuk kecahanya itu , aku tak mengingat apa pun lagi dan tiba tiba aku ada di atas tempat tidur ini . walau pun aku sempat bingung tapi aku tak berpikir yang tidak tidak ,aku memutuskan untuk ke kamar mandi agar pikiran ku menjadi jernih seperti itu "

__ADS_1


Tiba tiba Roy langsung memeluk tubuh mungil Melisa sangat erat


" kau membuat ku menunggu lagi sayang "


Roy menciumi puncuk kepala Melisa degan sayang


Melisa tak menolaknya pelukannya terasa sangat nyaman ia pun menikmatinya


keduanya pun saling melepaskan rindu dengan hanya berpelukan


Hingga pintu terbuka menampakan tubuh kecil mungil


" mama " triak Rendra


Roy dan Melisa yang mendengar pintu terbuka pun menoleh bersamaan dan tersenyum Roy melepaskan pelukannya


Melisa merentangkan tanganya untuk menyambut putra tersayang


" ia sayang ini mama , kemari lah " Melissa menyambut putra tersayang


Rendra sangat merindukan pelukan hangat dari sang mama


" mama " Rendra memeluk Melisa sangat erat


" ia sayang , maaf in mama yah. bagaimana keadaan Ren selama mama tak sadar ???


" Ren baik baik saja mah, tapi hati Ren resah memikirkan mama . Ren takut kehilangan mama "


" sekali lagi mama minta maaf ya sayang mencium pucuk kepala Rendra dan mengelus punggungnya


" ehemm " Roy berdehem merasa dirinya tak di anggap


Melisa dan Rendra pun melirik asal suara deheman


" eh lupa " ucap keduanya

__ADS_1


" mau ikutan gabung ?? Ujar Melisa


Roy tak menjawab namun ia beranjak merengkuh tubuh kedua orang yang di sayang


" ayo kita makan , papa belum makan sedikit pun " ujar Roy mengurai pelukan rindu itu


Bahkan Roy sendiri lupa tujuan awal akan mandi terlebih dulu karena ia panik mencari Melisa yang mendadak ilang juga mendengarkan cerita dari Melisa tadi


" pantas saja, cacing di perutmu demo !!!


Roy mendegar ucapan Melisa merasa sangat malu tapi itu lah kenyataannya Roy hanya nyengir


" apa " Renda kaget mendengar ucapan Roy yang belum mengisi perutnya " papa belum makan "


" tadi papa belum lapar boy "


" yah sudah ayo kita makan "


Melisa tetapi ia tersadar kembali


" ah ia emang ini dimana??


" ini rumah kita "


" tapi apakah ada bahan makanan "


" tenang saja sayang para pelayan sudah menyiapkan makan malam "


lalu Roy melangkah kan kakinya dengan melingkarkan tanganya di pinggang ramping milik Melisa


Sedangkan kan Melisa menggandeng tangan Rendra


ketiganya turun menuju ruang makan melalui Lift pribadi


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2