
🌹🌹🌹🌹🌹
setelah perbincangan malam itu membuat melisa perlahan menerima kehadiran Roy di sisihnya namun hanya alasan tak mau egois
pernikahan pun di laksanakan secara tertutup, itu semua kemauan melisa karena melisa tidak mau indentitas dirinya di ketahui banyak orang apa lagi menyandang seorang istri dari orang berpengaruh tidak lah mudah dan lagi tidak akan bebas berpergin sendiri
Sebenarnya melisa belum siap menikah namun degan sebuah tradisi sebagai anak pertama harus menikah . duluan karena sang adik sudah merencanakan pernikahan jangka waktu satu bulan lagi degan sangat terpaksa melisa menerima
Di caffe
Kini Roy dan Melisa sedang duduk di bangku caffe sambil menunggu pesanan datang Roy membuka suara
" ehem ... kamu yakin ingin mengadakan acara secara sederhana gak lebih mewah. aku bisa ko menyiapkan semua 'ucap Roy sembari nenatap melisa lalu menyenderkan punggunggnya ke kursi dan menyilangkan tangan di dada
" sebenarnya si mau Roy, namun aku belum sepenuhnya siap bersanding denganmu ucap melisa masih bimbang
" apa kah aku terlalu buruk mel ??? Roy heran
" bukan ... bukan sambil mengelegkan kepala " maksudku bukan seperti itu Roy , bagiku kau terlalu sempurna untuk ku .sedangkan aku merasa tidak pantas . lagi pun aku tak mau terlalu di hormati di kenal banyak orang hanya karna bersanding denganmu. aku ingin menjadi diriku sendiri. tapi aku akan berusaha, tapi aku juga perlu waktu bukan' ucap melisa merasa tak enak hati namun itu semua yang di rasakan saat ini
" baik lah jika itu inginmu, aku akan bersabar menunggu waktu itu ucap Roy
" Trima kasih Roy ' ucap melisa sembari mengulum senyum manis
obaran pun di hentikan saat pelayan caffe datang membawa pesanan
" ini untuk mu ini sangat enak ucap melisa sembari memberikan makanan ke piring roy
" Baik lah ucap Roy langsung memakan pemberian dari melisa
keduanya makan sangat lahap selang berapa menit makanannya pun sudah tandas
" kamu mau ikut saya ke kantor atau saya antar pulang ucap Roy
" pulang ucap melisa lalu berlalu begitu saja
Roy hanya menghela nafas berat sebelum menyusul melisa yang sudah masuk ke dalam mobil
" cuma bentar doang ko mel, mau ya siapa tau kamu mau kerja disana 'ucap Roy memohon
" Baik lah 'ucap melisa sebenarnya sangat males jika bersama dengan nya namun bagaimana lagi * Heh kenapa aku harus masuk ke perangkap nih orang sih bener bener tak nyaman sama sekali ,ah sudah lah tak gunanya mungkin aku harus ektra sabar batin
sampai di Kantor
Turun dari mobil dan berjalan beriringan dan di sambut semua karyawan untung saya melisa slalu memakai masker jadi tak akan mengetahui siapa dirinya
__ADS_1
masuk ke lift menuju ke lantai di mana ruanganya
" kamu duduk aja disitu , kalo tidak istirahat di ruang itu ucap Roy menunjuk kamar pribadi
" em baik lah ucap melisa lalu beranjak menuju kamar tersebut namun tidak bisa masuk karena tidak tau cara membukanya
" em.. Roy !! a...ucap melisa ngatung
" ada apa ucap Roy lalu mengalihkan pandangannya ke arah melisa yang tadinya sudah mulai membuka berkas di meja
Roy mengangguk, lalu melangkah kan kakinya menuju melisa yang di depan pintu kemudan membuka tombol " jika kau mau buka pencet ini saja oke ' ucap Roy
melisa menggangguk
" baik lah aku selesai kan kerjanku dulu ucap Roy menigalkan melisa kembali duduk di kursi kebesaranya
melisa mulai melusuri setiap sudut ruang pribadi Roy, begitu takjub menurutnya. tapi ini kan bukan hal pertama kalinya masuk di kamar pribadi milik Roy namun melisa tak menyadari waktu itu .
tak sengaja matanya menuju lemari yang berisi buku buku yang sangat banyak juga tersusun sangat rapi , lengkap berbagi macam buku mungkin jika di dasamakan seperti perpustakan
melisa mengambil satu buku untuk di baca mungkin ada yang menarik pikirnya
Di ruang kerja Roy, Roy begitu fokus mengerjakan semua berkas yang ada di meja
masuk
ceklek
" Tuan ini berkas yang harus di tanda tangani saat ini juga ucap asisten Bayu sembari memberikan map di tanganya
Roy menerima, membaca sekilas kemudian mentanda tangani nya
" bagai mana acara yang saya suruh sudah hambir selesai belum ucap Roy
" 80 % lagi Tuan ucap Bayu
" bagus, bagai mana perkembangan mansion yang saya sakan tempati ucap Roy tanpa mengalihkan pandangan nya di leptop
" sudah 75 % Tuan dan besok ada kleyen yang ingin bertemu Tuan secara langsung dia Tuan Aldo jam makan siang ucap Bayu
" Baik lah, kebetulan sekali sudah lama tak pernah bertemu ucap Roy
Bayu pun keluar dari ruangan tuan nya kembali ke meja kerjaanya
hari berlalu begitu cepat hinga menunjukan jam 18.00 sore
__ADS_1
Roy lupa jika dirinya tak sendiri melupakan melisa yang ada di dalam kamar pribadinya
" ah selesai juga, sembari merentangkan tanganya untuk menggerakkan otot otot yang serasa pegel . seketika tersadar apa yang di lupakan " what ... melisa
Roy terburu buru masuk kedalam kamar pribadi
ceklek
nampaklah wanita yang sedang berbaring degan kaki yang mengantung di atas ranjang muka yang tertutup buku
degan perlahan Roy mengambil buku yang ada di muka melisa
* lucu sekali jika sedang tidur batin Roy
" Mel bangun , kita pulang yuk ucap Roy
" eum .... tak di hiraukan melisa malah mengbekep tubuh Roy yang sedang duduk di samping
membuat Roy terkekeh * lucu sekali dia batin ah sudahlah mending aku gendong aja dari pada nanti Ren ngamuk gumam
Roy keluar degan menggendong melisa , Deni yang sudah menunggu di depan ruangan Tuanya langsung mengekori di belakang
Dengan sigap Deni membukan pintu mobil setelah dirasa sudap siap melajukan mobil membelah jalan raya yang masih sedikit padat selang 1 jam lebih sampai di rumah melisa
" mel bangun ucap Roy
" emm, apa sih nggu ajah ucap melisa degan suara serak lalu menarik tangan Roy membuat Roy menubruk badan Melisa
" apa kau mau aku gendong ucap Roy
membuat melisa langsung membuka mata seketika mata melisa membelalak kaget melihat Roy begitu dekat degan sigap melisa mendorong degan kuat kuat
" apa yang kau lakukan !!!! bentak. " kau cari kesempatan ya !!! dengan mode on " hah !!!! aaaaa..... ba..ba...bagaimana aku di sini ucap melisa sembari menggeserkan badanya ke pojok
membuat Roy dan juga Deni menutup kuping nya gara gara triakan melisa
" Bisa gak sih. gak usah triak triak mel. bisa b*de* nih telinga ucap Roy kesel " lagian kalo tidur tuh jangan kebo, di bangunin susah banget makanya aku kendong. dan ya kalo aku cari kesempatan kenapa nga dari tadi aja aku... terpotong ucap Roy
" Stop...sembari menutup telinga awas kau !!! bentak melisa lalu membuka mobil keluar dan menutup kembali degan keras
yang di dalam mobil tertawa terbahak bahak khususnya Roy " lucu sekali dia Deni ucap Roy
Deni hanya senyum
BERSAMBUNG
__ADS_1