
🌹🌹🌹
" Baik lah besok pagi kita kesana ucap Roy
di perjalanan nampak ada masalah tapi entah apa Roy dan Deni nampak bingung apa yang terjadi di hadapanya
" coba kau periksa Deni, aku tak mau menunggu ucap Roy Datar
" Baik Tuan ucap Deni lalu membuka pintu mobil memeriksa apa yang terjadi hadapan
Deni berjalan degan gagahnya " ada apa ini ucap Deni tanpa ekspresi
kemudian orang yang berkerumun pun menoleh degan suara barotan yang sangat nyaring
" ini Tuan ucap salah satu pria yang membantu wanita paruh baya
" apa yang terjadi, kenapa bisa berkerumunan di jalan seperti ini. setidaknya minggirlah ucap Deni degan tatapan tajam
" Tapi tuan wanita tua itu membuat saya terluka ucap Wanita sexsi
" sampai kening saya terluka ucap wanita sexsi lagi
" apa kau tidak kasian degannya ucap pria yang menolong wanita paruh baya
" Heh kenapa saya harus kasian, emang kalo saya kasian ke dia bisa mengembalikan jidat saya gak terluka . saya tidak mau tau dia harus bertanggung jawab ucap wanita sexsi
" tapi saya tidak mempunyai uang ucap wanita paruh baya degan wajah sedih juga tak berdaya
" saya tidak mau tau!!!!, kau harus tanggung Jawab . jika tidak akan ku masukan kau ke penjara !!!!ucap wanita sexsi degan menujuk nujukan telunjuk nya di hadapan wanita paruh baya
" STOP ucap Deni degan tatapan tajam menampakkan wajah garangnya sehinga semua orang pun nampak merinding melihatnya sebagian orang pun pergi
" saya akan menanggung semuanya ucap Deni
" tuan tidak perlu ucap wanita paruh baya
" tidak apa apa bu ucap Deni mengganti ekspresi nya menjadi lembut
sedangkan Roy nampak emosi pasalnya Deni tak kunjung kembali hampir 10 menit menunggunya . Degan muka datarnya Roy keluar dari mobil melangkah degan sangat gagah
" sampai berapa lama aku harus menunggu Deni ucap Roy degan suara yang lebih mengerikan dari Deni tentunya yang hampir sampai di tempat Deni berada
" Ah ini Tuan sebentar lagi ucap Deni nampak takut melihat Tuannya sudah keluar pasti akan terjadi sesuatu kejadian tak terduga. tapi mikik muka yang masih terlihat datar
semua orang nampak takut dan merinding pasalnya yang datang bukan lah orang sembarangan melainkan sang penguasa
sebelum Roy membuka suara terdengar henpon berbunyi di saku calana
" Deni kau bereskan semua,kau menyisul nanti !!!! ucap Roy dengan muka datarnya
" baik tuan ucap Deni
__ADS_1
Roy kembali ke dalam mobil
" jalan jekk ucap Roy
"tapi tuan Deni bagaimana Tuan ucap Jekki
" nanti dia akan menyusul ucap Roy
lalu menghubungi David kembali yang ada di markas
" Hello vid ada apa ucap Roy
" ada penyerangan tuan kami sangat kewalahan untuk mengatasinya ucap David
" sebentar lagi saya akan sampai , kau tangani lah dulu ucap Roy
🌹🌹🌹🌹
Di sisi lain
Dua wanita yang sedang berjalan menuju taksi sehabis dari salon
"Mel kita jangan pulang dulu yah, ke caffe dulu yuk ucap Tisa
" baik lah ucap Melisa hanya menurut saja lagian kalo dirumah pun akan bosan
sedangkan Rendra yang di rumah sedang asik mengutak atik leptop
" cucu nenek yang paling tampan makan dulu , nanti mainya di lanjut lagi ucap ibu Melisa
selesai makan Melisa juga Tisa kembali karena hari sudah mulai sore
sampai di rumah melihat putranya sedang makan " hay sayang kok baru makan ucap Melisa
Rendra tak menjawab karena sedang makan
" mama ke kamar dulu yah sayang ucap Melisa sembari megacak rambut putranya berlalu menuju kamar meletakan tas
🌹🌹🌹🌹
Di markas
" kau tau siapa yang menyerang ucap Roy yang nampak masih memegang pistol
" belum tuan ucap David
" Dimana Devan ucap Roy
" Devan sedang mengikuti orang yang di curigai Tuan ucap David
" Kau tau siapa yang berani bermain degan ku David Ucap Roy
__ADS_1
" saya belum yakin Tuan namun Devan sendiri lah yang sangat amat yakin ucap David
" Baik lah , jika kau sudah mengetahui lasung beri tahukan aku . hah...ia kau persiapkan dirimu dan juga teman mu datang lah keacara pernikahan ku . kau mengerti ucap Roy
" baik lah tuan saya akan bersiap, saya mengerti ucap David
" Bagus ucap Roy langsung keluar dari Markas bersama Deni yang di sampingnya menuju ke ke kantor
karena hari sudah mulai malam
" Deni sudah kau persiapkan semua kebutuhan ku untuk disana dan yah kau sudah siapkan mansion yang akan aku tempati nanti ucap Roy
" sudah beres semua tuan ucap Deni
" kerja bagus Deni aku bangga padamu ucap Roy
" itu kan sudah tugas saya Tuan ucap Deni menam pakan mimik wajah biasa aja
beberapa jam kemudian Roy dan Deni sudah sampai di Desa melisa
Roy meniginap di rumah melisa yang di tempati Ibu yani juga caca karena Roy tidak di perbolehkan untuk bertemu melisa untuk berapa hari dan besok lah hari yang akan mempertemukan mereka berdua degan janji suci yang akan di ucapkan oleh Roy tentunya
Roy yang sudah masuk ke kamar Melisa nampak mengembangkan senyum senang yang ia rasakan saat ini " Huh aku tak sabar lagi menuju haru esok, kenapa disaat seperti ini ada aja yang menghalagi kenapa harus aku yang menangani gerutunya sambari mengacak rambutnya yang sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang
sedang kan melisa sudah tidur bertiga degan putra tersayang dan juga adik nya
sementara Tisa, bu Imah, Caca, bu yani mereka tidur di kamar yang sama di kamar adik Melisa untung saja kamarnya sudah betambah besar mereka tidur berempat di ranjang yang sama
pagi pun tiba semua nampak sangat sibuk apa lagi acara ijab qobul akan di laksanakan pukul 09.00 pagi itu artinya semua orang harus siap
Roy yang sudah siap pun masih memandang dirinya di depan kaca nampak jelas wajah yang tegang dan juga gugup
Deni yang yang sudah menunggu di depan kamar Tuanya pun merasa cemas pasalnya tinggal 30 menit lagi harus di tempat acara akhirnya memberanikan diri untuk mengetuk pintu
tok... tok.. tok
Karena gak ada jawaban dari dalam pun deni membuka pintu . nampak jelas sang tuan sedang memandang dirinya di depan kaca
" Tuan ucap Deni yang sudah di belakang Roy
" eh... kamu sampai kapan di sini ucap Roy
" baru tuan, ah iya tuan 25 menit lagi kita harus di sana ucap Deni
" kenapa tidak daru tadi ucap Roy nampak kesel
" ah... maaf tuan ucap Deni
" ah sudah lah !!!! ayo berangkat ucap Roy berlalu menuju mobil yang sudah di siapkan tak lupa memakai masker karena tak mau di pandang bayak orang terutama para wanita begitu pun Deni
beberapa saat kemudian Rombongan Tuan Roydirgo dirgantara pun sudah sampai nampak jelas beberapa mobil yang berjejer rapi juga ada pihak polisi yang juga hadir takut ada terjadi sesuatu yang tak di inginkan
__ADS_1
Roy turun dari mobil dan di sambut hangat oleh keluarga Melisa melangkahkan kakinya degan di dampingi kanan kiri orang kepercayaan yaitu Deni dan David sementara para bodyguard sudah memposisikan tempatnya untuk menjaga sang tuan takut ada musuh yang mengikutinya
bersambung