Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
mengikuti


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹


Deni yang sudah menyelesaikan tugasnya sudah kembali ke dalam mobil tuanya " sudah Beres Tuan ucap deni


"Kerja bagus, Besok aku harus bisa menepatinya jawab Roy tegas * bersiap siap lah melisa sayang ucap dalam hati dan terenyum licik "


" Baik tuan, saya akan urus semua ucap Deni


Roy merogoh saku calana mengambil benda pipih mengotak ngatik mencari kontak lalu menghubungi seseorang


telfon terhubung


Hello


bay ucap Roy


iya tuan ucap bayu


bay, aku hanya menerima leporan dan berkas yang perlu tanda tangan ku aku tidak menerima kegitan apa pun, kau yang urus. dan lagi mungkin untuk waktu yang tak di tentukan kau mengerti apa maksudku. jika kau kewalahan kau bisa minta bantuan Yang lain ucap Roy


baik tuan, saya mengerti ucap bayu


dan kau awasi semua gerak gerik orang yang mencurigakan ucap Roy


baik tuan


telfon terputus


jalan


* Aku harus mencari cara agar melisa dan putraku mau bersanding degan ku pikir Roy


" mau langsung ke hotel tuan ???? Deni


" ya, rasanya aku lelah sekali ' ucap Roy


hari ini bener bener membuat moodnya baik mungkin karena sudah menemukan dambaan hati.


memejamkan mata sembari membayangkan setiap kejadian beberapa waktu yang lalu sesekali mengulam senyum * ah kau bener bener membuatku gila, wangi tubuhnya membuat ku semakin berhasrat. ingin rasanya kuterkam abis ' ucapnya dalam hati

__ADS_1


Di sisi lain


selesai makan siang Rendra menuju ruang Tv


sedangkannenek menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya hari ini berniat untuk menginap


Sedangkan Tisa dan melisa membersihkan bekas makan serta menyimpan sebagian makanan yang belum tersentuh


melisa tetap saja memikirkan siapa yang tiba tiba mengirim makanan lagi pun selama ini tidak pernah mempunyai teman deket ,


* ah kepalaku akan pecah kalo memikirkan ini, lagi pun jika makanan itu di masukin sesuatu bukan aku ataun tisa saja yang kena rendra dan juga ibu kena juga bener bener membuatku pusing ucap dalam hari sambil geleng geleng kepala


Tisa yang melihat melisa bengong juga geleng geleng kepala menjadi heran akhirnya menepuk pundak melisa" Mel apa yang kau pikirkan ?


" hah' kaget sembari mengelus dada " aku masih kepikiran tentang makanan .heran aja..ucapnya


" gak usah di pikiran mungkin aja orang salah kirim , emm apa mungkin ayahnya si ren mel ucap tisa yang tiba tiba kepikiran seperti itu


" mana mungkin dia tau rumah ku .!! melisa


" ya itu kan mugkin mel, ucap tisa


" ya sudah aku ke kamar dulu ucap tisa sembari berjalan menuju kamar


" ah iya.


melisa melangkah ruang tv melihat sang putra sedang asik nonton kartun kesukaannya untuk menghilangkan kebosanan


melisa duduk di sebelah sang putra " sayang , mulai besok kan libur gimana kalo kita pergi berlibur di tempat yang biasa mama kunjungi' ucap melisa tangannya mengelus kepala putranya dan memeluknya dari arah samping


" boleh ma, apa bibi dan juga nenek ikut ??????


" mungkin tidak sayang, lagi kan bibi besok kerja dan juga nenek mau ke kembali ucap melisa " kita bobo bareng yuk sayang , mama tiba tiba pengin bobo bareng ren ucap melisa lagi sembari berdiri ingin menggendong sang putra


tapi renda menolak " ayok , beranjak dari sofa "gak usah ma ren kan udah besar ' ucap rendra lalu melangkah menuju kamar sang mama


melisa mengikuti sang putra dari belakang


* kenapa sikap nya sama seperti dia dalam hati melihat sikap sang putra

__ADS_1


masuk kamar langsung merebahkan badan ke atas kasur, melisa memeluk sang putra tanganya mengelus punggungnya anaknya , seketika Ren terlelap karna badan yang juga terasa capai


" maafin mama ya sayang, mama belum bisa jadi mama yang baik untuk ren , tapi mama janji. mama sayang Ren '' . memeluk degan erat " kenapa aku harus bertemu dengannya, apa kah dia akan menghancurkan hidupku lagi apa dia belum juga puas sudah menghancurkan hidupku. apa salah ku. aku sama sekali tidak mengenal dirinya .


beranjak mengambil benda pipih di tas membuka galeri lalu mencari foto, terbukalah foto yang bersama orang tua dan juga adik perempuan " ibu bapa mel kangen , maaf mel ibu bapa


apakah suatu saat nanti kita akan bersama lagi berkumpul seperti dulu. ibu bapa apakah aku hanya bisa memandang dari jauh . aku takut bertemu kalian aku takut belum bisa menerima ku kembali ' masih setia mandang foto "ah sudahlah, untuk apa aku berlarut larut dalam kesedihan toh tidak akan merubah apa pun "aku sudah tidak sabar melihat mereka , sudah lah aku mau mengemas barang yang aku bawa besok


disisi lain


Roy yang sedang duduk bersandar di sofa kamar, mendengar semua ucapan melisa


" mungkin misiku kali ini harus berawal dari orang tua melisa, aku akan cari tau lalu Roy menambil benda pipih


telfon terhubung


"Den kau kemari ucap Roy


mematikan telfon begitu saja


" oh ya ampun tuan !!!, bisakah kau berikan sedikit waktu untuk ku sebentar saja !!! baru saja aku mau duduk tenang udah main printah , ah sudahlah beranjak keluar menuju kamar tuanya


tok tok tok


masuk


" Den kau siapkan barangku, juga kau siap jet besok habis makan siang kita berangkat. kau juga suruh beberapa bodyguard untuk ikut ucap Roy sedang duduk sembari memanggku leptop


" baik lah tuan, saya akan urus ' ucaap Deni " ah ia tuan katanya mau menepati rumah yang deket nona , apa kah tidak jadi tanya Deni yang tak tau apa yang sang tuan rencanakan


" itu setelah aku kembali 'ucap Roy yang tak mengalihkan pandangannya dari layar leptop


" Baik, ada lagi tuan ucap Deni


" ah ya kau pesankan aku makan malem, itu saja ucap Roy


Tak terasa waktu berlalu bigitu cepat mengantikan malam malam berganti pagi


pagi yang di terpa rintik-rintik air hujan membuat tidur semakin nyeyak seakan akan tubuh tak ingin meniggalkan selimut

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2