
🌹🌹🌹🌹🌹
" Den kau tutup semua pintu dan tugaskan bodyguard agak kejauhan takut dia kabur lagi ucap lagi tanpa mengalihkan pandangan, pandangannya hanya fokus ke arah depan
" baik tuan, akan saya laksanakan melangkah pergi untuk melaksanakan sang tuan perintahkan
bahkan bayu pun sudah siap apa sang tuan perintahkan dari melalui kode
Di atas panggung
3 bocah yang memenangkan perlombaan dan orang tuanya pun ikut naik , hanya orang tua rendra lah yang tak berpasangan . rendra nampak sedih tapi itu semua di sembunyikan ia hanya tersenyum kala melihat sang mama
berbicaangan di atas panggung pun di mulai dari juara 3 dan serta memberikan hadiah
setelah keduanya menerima, kini giliran rendra
" ini saatnya untuk bocah yang sangat jenius, dalam menjawab semua soal soal terlalu cepat bahkan tampa berpikir lama langsung bisa menjawab . wah kau sangat hebat nak. kau sangat beruntung nyoya mempunyai anak secerdas ini bahkan umur yang sangat lah kecil, bener bener membuat takjub. pasti ayahnya juga sangat bangga
" trima kasih tuan atas pujiannya ucap melisa
" ah itu sangatlah wajar nyonya, dimana suami anda nyonya
degh seakan jantung melisa akan berhenti
" em... itu sedang bekerja tuan ucap melisa
sedangkan Roy yang mendengar kata suami perlahan melangkah
itu semua tidak luput dari pandangan para ibu ibu
" siapa bilang sedang bekerja aku disini' ucap Roy yang sudah mulai dekat dengan melisa yang berdiri
degh
__ADS_1
lagi lagi jantung pun seakan berhenti mendengar suara yang tak asing , walau suara itu sudah lama tak di dengar oleh nya tetapi melisa sangat lah mengingat, melisa mematung *apa yang harus ku lakukan sekarang dia dia ada disini, aku aku tak bisa mundur lagi aku aku terjebak ' begitu banyak yang di pikirkan sehingga melisa tak mampu untuk menahan diri pada akhiranya melisa kehilangan keseimbangan, belum sempat jatuh ke lantai dengan sigap Roy menahan melisa yang pingsan lalu menggendongnya * maafkan aku yang membuatmu seperti ini, aku berjanji akan menebus semua yang ku lakukan kepadamu
" ma.. mama hu. hu. hu ma. .. mama tangisan rendra pun pecah
" tenang lah nak, mama tak apa Roy menangkan putranya
" Bay kau urus semua ucap Roy dengan suara yang tinggi
Deni pun sudah mendekat
" Den kau panggilkan dokter suruh kemari aku tunggu 10 menit dan kau gendong anak itu
Roy melangkah keluar dari acara tersebut menuju ruangan dengan menggendong melisa * jangan membuat ku cemas
di dalam perjalanan para karyawan pun terjengkang melihat tuanya menggendong wanita juga terlihat sangat kawatir
Tisa dan nenek imah tak kalah terkejutnya dan lansung saja mengejar melisa dan juga rendra
Tisa yang di tahan pun menjadi kesel " tentu saja kita keluarga nya .apa kau bilang dia nyonya kamu! yang bener saja . " minggir
" tentu saja dia nyonya kami karena dia calon istri tuan kami ucap Bayu terlontar begitu saja walau alasan tak masuk akal menurutnya tapi mau bagai mana lagi hanya alasan begitu pasti akan ampuh pikir Bayu
" alasan macam apa itu! berkecak pinggang " kau tau tentangnya dan kau juga tau namanya ucap Tisa yang menguji Bayu
" ah itu tidak penting yang terpenting , pasti dia akan baik baik saja ucap Bayu
nenek imah yang tadinya hanya diem melihat tisa dan bayu berdebat pun, perlahan mendekat ke tisa " udah lah nak kita tunggu kabar baik nya. bibi tau apa yang kamu rasakan, bibi juga sama tapi mungkin ini lah saatnya ucap nenek imah yang tau apa yang akan terjadi
"baik lah bi ' hanya pasrah
" puas kau ' membentak Bayu yang masih di depanya
Bayu hanya diam seperti patung " tersenyum samar tapi tak kelihatan hanya dirinya lah yang tau
__ADS_1
disisi lain
Roy yang sudah merebahkan badan melisa ke kasur yang ada di ruangan pribadinya pun masih terlihat sangat cemas
Rendra pun belum juga berhenti menangis dari gendongannya Deni sampai sampai seseguan
Roy yang melihat pun merasa sakit " Den bawa kemari, Revan kenapa belum juga datang . kalu belum juga datang akan ku pecat dia
Deni melangkah kakinya menuju sang tuan menyerah kan rendra ke Roy " mungkin sebentar lagi tuan
" sini nak, sama deddy ucap Roy penuh percaya diri
" Rendra pun seketika memandang Roy juga sudah menghapus sisa air matanya seketika pun mau mengulurkan tangannya
tok tok tok
masuk
ceklek
"" ha ha ha ha Revan yang baru datang, sudah dapet serangan dari sang bos
" kenapa kau sendiri ' bentak Roy ke Revan
" tuan tidak bilang, lagian kan saya juga tidak tau Jawa Revan " lagian kan tuan baik baik saja, jadi siapa yang sakit ucap Revan yang tak tau apa yang terjadi
" ah sudah lah, cepat kau priksa dia ucap Roy yang sudah tersulut emosi
" hah, baik tuan' Revan melangkah menuju melisa yang sedang berbaring * hem sedikit ada kemajuan si bos, hihihi dalam hati
" hai fokus lah, jangan berfikir yang macam macam ucap roysangat kesek melihat Revan yang masih berdiri
BERSAMBUNG
__ADS_1