Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
perdebatan kecil


__ADS_3

ke esokan harinya


Nampak lah wanita yang baru bangun dari tidurnya degan selimut tebal yang membungkus tubuhnya "emmm... hoam.. sembari menguap " udah jam barapa sih ucapnya sembari melihat sekeliling mencari jam dinding namun yang di cari nampak tak ada dan begitu berbeda kamar tidur dirinya


" ah aku ada di mana sih, apa aku sedang mimpi sembari menepuk pipinya "ko sakit ??? ini kan gak mungkin mimpi deh ??? tapi aku ini sedang dimana '. sembari turun dari ranjang dan keluar nampak jelas ruangan yang sangat luas." wah besar sekali' degan mata berbinar binar yang masih mengenakan baju tidur juga rambut acak acakan


" apakah ini hotel, atau pun apartemen tapi apa mungkin. kan aku semalem tidur di kamar . ah benar benar membuat kepalaku sakit. apa Roy yang menggendong ku lagi. tapi kok dari tadi aku tak melihat orangnya


tanpa pikir pajang Melisa keluar dari ruangan Roy nampak jelas ada seseorang wanita yang sedang fokus menatap layar komputer di samping pintu


" eh Melisa nampak terkejut


wanita itu pun mengulum senyuman melihat nonanya keluar degan keadan masih terlihat habis bangun dari tidur


" nona sudah bangun ucap wanita itu yang tak lain adalah sekertarisnya Roy yang bernama Nita


Nita ialah wanita berumur 45 tahun yang sudah bekerja di perusahaan milik Roy hampir 7 tahun


" ah ia mbak, kalo boleh tau ini seperti kantor tapi ko sepi ucap Melisa tanpa basa basi dari pada penasaran lebih baik menanyakan langsung kan lebih baik pikirnya


" iya bener nona, apa ada yang bisa saya bantu nona ucap sekertaris Nita


" pantas saja nampak berbeda . lalu Ro... eh tuan Roy dimana ucap Melisa hampir saja keceplosan hanya memanggilnya nama


" Tuan Roy sedang miting bersama asisten dan juga putranya nona ucap sekertaris Nita


" Dimana ruang miting nya mba ucap Melisa saat mendegar nama putranya


" Disana nona ...sembari mengarahkan telunjuknya


" baik lah saya akan kesana , sekali lagi trima kasih mba ucap Melisa lalu melangkahkan kakinya menuju ruangan yang tadi sudah di tunjuk oleh sekertaris


" sama sama nona ucap Sekertaris Nita walaupun sudah tak di degar lagi karena Melisa langsung berlari kecil takut sang putra belum sarapan


sampai di depan pintu ruangan miting pun Melisa nampak ragu karena takut bukan penampilan nya namun takut menggagu


degan ragu ragu Melisa mengetuk pintu


Tok tok tok


tak butuh waktu lama nampak orang yang membukakan pintu


ceklek


" eh nona ucap asisten Deni


" apakah saya mengganggu ucap Melisa


Deni nampak ragu untuk menjawabnya namun seketika ingin mengatakan sesuatu


tiba tiba ada suaranya yang sangat nyaring seketika semua orang pun mengaligkan pandanganya ke arah pintu pasalnya bocah yang tadinya duduk manis tanpa mengucapkan sesuatu dan nampak sangat datar seketika berubah menjadi sosok anak yang sangat lucu dan menggemaskan


miting di tutup ucap Roy langsung menghampiri melisa

__ADS_1


" mama Ren laper ucap Rendra manja


" maafin mana ya sayang, mama bangun kesiangan, emang ini udah jam berapa ucap Melisa sembari melirik jam tangan milik Deni yang ada di sampingnya


Dan membuat Roy menahan api cemburu


" ya sudahlah kita cari makan yuk ucap Melisa sembari melirik ke arah Roy yang menap ke arahnya tak berkedip


melisa mengerucut kan dahinya " kamu kenapa ucap Melisa


" gak ada ucap Roy datar


* dia kenapa sih batin melisa bertanya " kau tunjukan dimana kantin ucap Melisa


" biar deni yang membelikannya ucap Roy


" Tidak !!! aku akan makan di tempatnya lebih nikmat . jika kau tak mengantar kami !!! ya sudah.. biar Asisten mu yang mengantarkan kami ucap Melisa


membuat Roy mendegkus sebel


" ya sudah ayo, kamu tak ingin menganti pakeanmu dulu ucap Roy


" kenapa kamu malu jalan deganku ??? degan ke adanku kaya gini ucap Melisa lalu mendahului Roy degan perasaan tersinggung


Melisa berjalan degan langkah kaki panjang degan menggandeng tangan mungil sang putra


* ah sial, aku salah lagikan Batin Roy


sembari menyusul Melisa


setelah semua orang kembali ke tempat kerja nya masing masing


akhirnya Roy berhasil mengejar Melisa masuk ke dalam ruang kerja milik nya " bukan maksud ku .. ucap Roy terpotong


" iya aku tau ucap Melisa menghadap ke Roy degan tatapan tajam


* aku suka degan gaya mu, sehingga kau tidak mudah untuk di tindas batin Roy tersenyum samar


" lalu ucap Roy menatap Melisa degan tatapan nalar


" siapa yang mengijinkan kau untuk mengendongku ucap Melisa yang masih menatap Roy degan tatapan tajam


" lalu aku harus bagaimana, kau tidur seperti kebo yang susah untuk di bangunin ucap Roy tapi sebenarnya memang Roy tak membangun kan Melisa


" mama papa aku laper kalau kalian tidak memberiku makan aku bisa pingsan di sini ucap Rendra yang mengalihkan perdebatan kedua orang tua menurut nya seperti anak kecil


keduanya pun menoleh


" aduh sayang mama lupa ucap Melisa mau mengkat putranya untuk di gendong namun kalah cepat dari Roy .


degan cepat Roy lansung mengendong sang putra dan menarik Melisa


sampai keduanya di lobby " kita makan di restoran aja yah ucap Roy

__ADS_1


" aku mau makan di kantin aja, lagiankan udah laper banget masa mau jalan lagi sih. ribet!!! dimana sih tempat kantin nya ucap Melisa


" ya sudah ayok ucap Roy menurut perkataan Melisa


nampak para karyawan berbisik bisik namun tak satu pun yang mengeluarkan suara nya


" kenapa presedir menurut apa yang di kata kan wanita tadi ucap karywan A


" ia aneh banget padalkan presedir pobia perempuan ucap karywan B


Melisa langsung mesan makanan


tak butuh waktu lama Melisa sudah membawa makanan yang ia pesan


" ini sayang ucap Melisa meletakan makan untuk Rendra sembari melirik Roy yang di samping


" Tuan ingin makan juga ucap Melisa degan bahasa formal


Roy mendengus sebel mendegar ucapan Melisa memanggilnya degan bahasa formal sembari mencibirkan bibirnya degan mulut komat kamit . Melisa melihat Roy seperti itu pun membuat tertawa terbahak-bahak


" kenapa kau ketawa emang ada yang lucu ucap Roy sembari melipatkan tanganya degan muka di tekuk


" tidak !!!! hanya saja . ah sudah lah ucap Melisa


" eh aku kekamar mandi dulu , ini untuk mu , aku tau kau lapar bukan ucap Melisa sembari menyudorkan makanan ke arah Roy sembari beranjak


Roy sangat senang pasalnya Melisa perduli dengan dirinya


" mama ke kamar mandi dulu yah sayang mengelus pucuk kepala putranya


Rendra hanya menggangguk


" kamu gak makan , katanya kau kaper ucap Roy


" aku belum terlalu laper kagiankan aku belum juga mandi dan juga gosok gigi ucap Melisa


lalu melangkahkan kakinya ke toilet


beberapa saat kemudian Melisa kembali menghampiri keduanya


" udah selesai ucap melisa sembari duduk di hadapanya


" sudah bebarengan itu membuat Roy dan Rendra saling berpandangan


"hais kalian ini kompak bener, ayo kita keluar mama mau cari baju ganti ucap melisa sembari mengandeng tangan sang putra lalu menoleh kearah Roy


" em... Roy aku pijam uang mu dan mobil beserta supir untuk mengantarkan kami ucap Melisa nampak ragu dan juga sangat malu


"aku saja yang mengantarkan mu , ah iya ini ucap Roy yang memberikan kartu tanpa batas


" aku itu meminta uang bukan ini ucap Melisa tak mau menerima nya


" aku tak pernah membawa uang chest

__ADS_1


" yah sudah, trimakasih ucap melisa " aku abisin biar tau rasa gumam sembari melirik ke arah Roy


Roy mendegar gumaman Melisa mengulum senyum


__ADS_2