
🌹🌹🌹
melisa nampak panik dan memikir kan cara untuk bisa melawan para preman sebelum Roy datang
degan pikiran campur aduk , tiba tiba salah satu preman mencengkram tanganya membuat Melisa terkejut
sontak Melisa menendang keperjakaan preman tersebut degan lututnya
" berani beraninya kau mencengkram tangan ku si**n ucap Melisa geram
preman tersebut mengerang kesakitan " awas kau!!! kau hajar wanita si**n ini , bila perlu habisi dia ucap Preman yang sedang merintih kesakitan
ketiganya pun mengguk
pertarungan pun terjadi
satu persatu menyerang melisa degan tangan serta kakinya dan juga pisau pun sudah mengarahkan kepada melisa
walaupun melisa dapat menangkisnya namun Serang yang begitu brutal tak mampu menandinginya degan tiga orang sekaligus apa lagi ia hanyalah wanita
srekk satu goresan di legan tangan kiri Melisa karena ia baru mematahkan pergelangan tangan satu preman
"be****k !!!! geram
" matilah kau !!!!! haha....ucap preman disertai gelak tawa
walau Melisa sedikit terkena goresan pisau namun bisa menahan ya
srak... 2 goresan di legan kanan Melisa
ahhh.... Melisa merintih namun bisa di tahan
" sialan kau ucap melisa lantang sembari menahan rasa sakit di kedua lengan tanganya
supirnya pun sudah mulai membantu Melisa serta sang putra pun sudah mengikat satu preman yang sudah turkulai lemah
namun siapa sangka di satu preman yang di tendang melisa mendadak berdiri degan membawa pisau belati yang di simpan di dalam jaketnya
karena melisa membelakanginya degan sangat mudah preman tersebut menancapkan pisau di tubuh Melisa
"cesss
Ahhhhh....... Triak Melisa sangat kencang setelah pisau tajam menusuk pinggang nya
bertepatan Roy dan juga para bodyguard yang mulai sampai di tempat kejadian
__ADS_1
" sial aku sudah terlambat gumam Roy tak mampu menahan Rasa bersalah karena terlambat untuk menolong nya serta tak bisa melindunginya dirinya begitu ceroboh tidak berfikir untuk menyuruh para bodyguard nya untuk menjaganya. menyesal tentu saja ia
Roy berlari kencang menuju ke arah Melisa berdiri
"bertahan lah mel aku akan membawa mu ke rumah sakit ucap Roy yang sudah menangkap tubuh Melisa serta memeluk sangat erat
" ma...ma..... Triak Rendra histeris sembari berlari kenjang menuju tempat melisa berada
" tolong jaga putraku jika aku tak bisa bertahan ucap Melisa sembari membelai wajah Roy
" sayang maaf kan mama , walau tanpa mama ada papa di samping mu yang akan menjagamu ucap melisa degan menahan rasa sakit
" tidak kau harus bertahan ucap Roy langsung membopong tubuh Melisa sembari menciumi seluruh wajah Melisa yang sudah memejamkan matanya tak lupa mengintruksi para bodyguard nya untuk mengurus semua dan juga salah satu bodyguard untuk membopong sang putra untuk ikut bersamanya
"bertahan lah Mel ucap Roy lilih sembari memeluk tubuh Melisa degan air mata yang sudah tumpah
setelah sampai di rumah sakit di sambut oleh para perawat dan juga para tim Dokter yang sudah di pernitahkan oleh Deni
Datangnya Roy di rumah sakit membuat ketegangan yang teramat mengerikan
Flashback on
Deni yang baru duduk di kursi
kerjanya setelah keluar dari ruangan miting . tiba tiba mendapatkan telfon dari sang Tuan
Dengan sangat tergesa gesa keluar dari gedung kantor menuju ke tempat lokasi yang Tuanya tuju serta mengintruksi para bodyguard untuk segera ke lokasi
setelah sampai melihat semua yang terjadi, Deni langsung menghubungi pihak
Rumah sakit milik Roy dan membereskan para preman
🌹🌹🌹
satu jam sudah melisa di dalam ruang operasi namun belum juga tanda tanda dari dokter yang menangani melisa muncul membuat Roy sangat resah dan juga cemas
ia mondar mandir bercalan kesana kemari sembari melirik pintu oprasi rasa penasaran dan cemas menyelimuti dirinya tanpa sadar ia melampiaskan degan menju dinding rumah sakit hinga dua kali tinjuan mengakibatkan punggung tangannya pun berdarah namun seakan tak merasakan apa pun
" Tuan tenang lah ucap Deni menenangkan Roy
* bers*k sialan kenapa aku bisa seceroboh ini , ah.... ah... tanpa sadar ia jatuh ke lantai terisak saat orang di cintai terluka. walaupun sesedih apa pun ia tah separah ini, ia biasanya hanya mengurung diri. agar semua orang tak mengetahuinya. namun sekarang ia nampak tak perduli bahkan terlihat sangat berantakan
" Tuan jagan begini, tuan harus kuat ucap Deni
" bagaimana aku harus kuat , aku bodoh deni membiarkan dia pulang tanpa pengawal , aku ceroboh Deni ucapnya
__ADS_1
" tapi ini semua sudah terjadi Tuan, tuan hanya bisa mendoakan . bagaimana kalo tuan lemah seperti ini pasti nona akan bersedih dan juga ada putra tuan yang harus tuan jaga ucap Deni
Roy nampak berfikir dan mencerna semua ucapan yang deni lontar kan
" kau benar Deni, dimana putraku Sekarang ucap Roy sembari mengedarkan pandanya mencari sosok putranya dan menghapus sisa air mata
Rendra duduk di temani para bodyguard tapi ia hanya diam tanpa ekpresi nampak biasa saja namun di hatinya begitu hancur melihat sang mama terkapar tak berdaya
* aku gagal menjaga mama , aku begitu ceroboh tidak mempersiapkan orang orang menjaga kami , ku kira papa Kan menyuruh orang untuk mengawal kami ternya tidak batin Rendra meraung
Tiba-tiba Roy mendekat dan memeluk tubuh Rendra namun Rendra tak minghiraukan hanya mampun terdiam
" nak maafkan papa, papa begitu ceroboh tidak bisa menjaga kalian ucap Roy yang masih mendekap tubuh sang putra
Rendra tak minggiraukan ucapan papanya
hingga pintu opreasi terbuka , Rendra melepaskan pelukan Roy begitu saja
" bagaimana keadaan mama dok ucap Rendra tegas hingga dokter yang di tanya pun begedik ngeri degan tubuh bergetar. bagai mana bisa bocah kecil bisa berucap setegas dan terdegar mengerikan
doker pun menghela nafas untuk menghilangkan rasa gugupnya " operasinya lancar dan keadaannya pun mulai setabil untung saja bekas tusukanya tidak terlalu dalam jadi tidak terlalu parah. sebenar lagi beliau sudah bisa di pindahkan ucap Dokter
" syukur lah ucap Rendra bernafas lega
Roy pun sama menghela nafas lega ia sangat takut degan keadan Melisa saat ini . bahkan ia lupa bahwa dirinya sangat lah berantakan bahkan bekas luka ditangan pun sudah mulai mengering
" Tuan lukanya di obati dulu nanti lukanya bisa infeksi ucap Deni yang sudah membawa kotak p3k
" khem
beberapa saat kemudian Melisa
sudah di pindahkan di ruangan rawat namun masih betah memejamkan kedua matanya
detik berganti menit , menit berganti jam begitu seterusnya hingga menjelang pagi lagi
tapi Melisa masih betah memejamkan matanya bahkan detak jantung nya seaakan melemah. membuat Roy dan Rendra sangat kawatir
Rendra langsung memencet tombol
beberapa saat kemudian dokter pun datang segera memeriksa Melisa
" bagaimana keadannya dok ucap keduanya
nampak keduanya tak sabaran
__ADS_1
" maaf tuan beliau......ucap dokter tertahan