
🌹🌹🌹🌹🌹
" bagus, kau ikuti terus. aku segera menyusul. kau tambahkan lagi bodyguard ucap roy
" baik ....
telfon pun terputus begitu saja
deni nampak kesel * dasar bos laknat
bodyguard yang didekatnya pun akan tertawa tapi ia tahan
setelah mengumpat bosnya , masih memegang benda pipih mencari kontak nama
telfon terhubung
Hello
Dev, tambahkan bodyguard untuk penjaggan , kau tau bukan apa yang terjadi. kita harus waspada untuk lokasi aku akan kirim
Baik lah aku mengerti ucap Deva di sebrang sana
telfon pun terputus
tak terasa taksi yang di kendarai melisa dan rendra pun sampai di depan rumah
melisa dan putranya turun dari taksi lalu melangkah masuk ke dalam rumah
beberapa saat kemudian mobil yang di tumpangi Deni pun berhenti agak jauh dari rumah melisa agar melisa tidak tau, Walau agak jauh tetepi deni bisa melihat melisa masuk ke rumah
Roy juga sempat melihat melisa menutup pintu rumah * akhirnya aku menemukan tempat tinggalmu ucap Roy dalam hati
__ADS_1
deni yang baru masuk mobil yang di tumpangi tuanya langsung duduk di sebelah sopir
"Den kau tempatkan beberapa bodyguard untuk penjagaan juga kau beli rumah di dekat rumah melisa paksa penghuninya untuk menjual nya berapa pun biayana
" Baik laksanakan Deni keluar dari mobil memakai kacamata para gadis histeris melihat Deni
" ah ya ampun ganteng banget bahkan ada yang mau memegang tangannya jika bodyguard tidak siap
" , primisi nona siapa yang menghuni rumah di sebrang sana tanya deni degan gadis di hadapanya sembari menunjukan rumah
" oh itu tuan Toni ucap gadis di hadapanya dengan nada di buat buat
" apakah pemiliknya ada di rumah tanya lagi walaupun Deni agak risih tapi Deni tahan demi tugas yang di beri bosnya * sial, menjijikan sekali rasanya aku ingin muntah
" tidak, yang ada istri nya, boleh kah aku mengambil foto berdua dengan mu .
melisa sudah di dapur untuk membuat makan siang tetapi pintunya di ketuk
tok tok tok
nampak lah orang yang membawa makanan
" maaf ini nona ada makanan yang anda pesan ucap delivery
melisa nampak bingung " em maaf mbak seinget saya tidak memesanya .
" tapi anda sudah membayarnya, jadi ini makananya nona saya permisi setelah meletakkan makanan di tangan melisa delivery pun buru buru pergi
Roy tau kalo melisa dan juga anaknya belum makan jadi menyuruh pelayan lestorannya untuk membuat makanan lalu mengirimnya
Melisa pun masuk walaupun bingung tidak berniat untuk membuangnya
__ADS_1
tisa yang baru dari luar pun kaget " eh bayak bener makannya mel, langsung duduk dan mengambil salah satu makanan karena nampak sangat menggugah selera
" em iya, tapi aku tidak tau ini dari siapa ucap melisa yang nampak bingung
" maksudnya, ah sudah lah makan aja. lagiankan kamu juga laper dari tadi kitakan belum sempat makan, gara-gara insiden kamu yang pingsan
. ah ya si boy panggil juga . kasian kan dia juga belum makan ucap tisa bertubi tubi
" ah iya lupa, hehe melangkah meninggalkan tisa yang sedang asik makan
tok tok tok
" sayang makan dulu yuk ' ajak melisa setelah masuk kedalam kamar putranya
" iya ma rendra beranjak dari kasur menghampiri mamanya lalu ikut keluar menuju meja makan
" wah makanya banyak banget ma ' rendra degan mata berbinar binar sangking senangnya " inini semua yang pesan tanya lagi
" iya sayang, ucap melisa berbohong seraya mendudukkan bokongnya ke kursi * ini makanan dari siapa sih banyak banget terus harganya mahal lagi ya ampun kepalaku jadi pusing sambil ngetuk ngetuk kepalanya
nenek imah yang dari luar membeli makan sedikit kaget melihat bayak makanan " assalamu'alaikum, yang sudah ada di belakang " wah banyak amat makanya ucapnya lagi
" waalaikum salam , ah tadi aku delivery nga sempet masak Bu jawab melisa berbohong * ah sudahlah nanty akan aku jelaskan
Di sisi lain,
Deni yang sudah menyelesaikan tugasnya sudah kembali ke dalam mobil tuanya " sudah Beres Tuan ucap deni
" Besok aku harus bisa menepatinya ucap Roy tegas * bersiap siap lah melisa sayang ucap dalam hati dan terenyum licik
BERSAMBUNG
__ADS_1