Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
kenangan di kamar hotel


__ADS_3

" kau duduk aja, aku mau memanggil ren dulu ok . pergi meninggalkan tisa menghampiri sang putra yang sedang di ruangan tv


" sayang makanannya sudah siap, kamu ke sana dulu ia seraya mengelus kepala sang putra, rendra hanya menurut karena sentuhan mamanya sangatlah nyaman


"ia ma, beranjak menuju meja makan


Terdengar dari arah depan orang mengucapkan salam


sebelum melisa nenghampiri pintu pintu suah ada yang buka dari arah luar


" assalamu'alaikum' sembari membuka pintu dari luar menutup pintu kembali lalu melangkah kaki ke dalam rumah


" waalaikum salam melisa menjawabnya " eh ibu sudah datang sambil menyambut tangan ibu


ibu kos yang selalu mendampingi disaat melisa terpuruk ibu kos bernama imah


" cucu nenek yang tampan mana? , sembari menatap sekeliling


" ren ada dia sedang di ruang makan, ayo ibu juga langsung ikut makan 'melisa melangkah menuju ruang makan


" boleh, walau ibu sudah makan tadi ' jawab nya dan ikut melangkah menuju ruang makan menghampiri rendra dan juga tisa


renda dan tisa langsung beranjak melihat ibu imah menuju ke arahnya menyambut dengan sopan


setelah tisa menyambut uluran sang bibi kini tinggal rendra


" cucu nenek yang tampan sini nak, nenek kagen baget pegin peluk merentangkan tangan nya seraya menyambut rendra sang cucu

__ADS_1


rendra menghampiri neneknya dengan sebagi anggukan jawabanya


" ayo kita makan dulu, keburu dingin ' di anggukan dari ketiganya, seraya duduk rapi di kursi masing masing


...hening...mereka menikmati makan malam yang tenang...


...selesai makan Rendra lebih dulu ke kamar untuk belajar...


sedangkan ketiganya menuju ruang tv.


" emmm, ibu mau tidak ikut kami '''yang


sudah mengabarkan lewat sambungan telepon. memang sudah setuju namun melisa hanya memastikannya saja


🌹🌹🌹🌹


" bos pesawat sudah siap ' Deni memberitahunan


" emm ,,,, singkat


bangkit dari ruang kebasarnya menuju lantai atas gedung dimana pesawat yang sudah di siapkan . saat ini pukul 22.15 malam


masuk kedalam pesawat menuju tempat yang akan di tujuan hanya butuh waktu 2 jam pesawat sampai di tempat tujuan . tapi Roy nampaknya belum keluar


" Den kita kehotel itu ' dengan mata tertutup bayangan 6 tahun lalu selalu menghantui, rasa bersalah semakin hari semakin besar " aku mau tidur sebentar, kau bangunkan aku jam 4 'benar saja terlelap walau tidak lah sangat nyenyak setidaknya bisa mengistirahatkan tubuhnya yang sanangatlah letih


hotel yang 6 tahun lalu menjadikan kenangan yang sangat indah menurut Roy, karena itu pengalaman pertama yang menyentuh sejenis wanita

__ADS_1


" Baik lah tuan, saya keluar dulu ' keluar dari kamar sang tuan


kini Deni sedang duduk di kursi pesawat belum juga turun membuka leptop menyelesaikan pekerjan yang tak kunjung kelar, karena sudah tak mengantuk lagi cukup 2 jam mengistirahatkan badannya


jam berlalu begitu cepat kini waktunya Deni membangukan sang tuan


tok tok tok


ceklek


" Tuan ' melangkah menghampiri sang tuan sedang memangku laptopnya " kirain tuan belum bagun , kamar sudah siap tuan


" em baik, kau sudah urus semua ' beranjak merapikan pakeanya yang melekat di tubuhnya * kenapa ia hari ini aku begitu semangat dan sangat senang seakan ada yang sangat sepesial gumam


" sudah tuan' sembari melihat sang bos begitu semangat * ada apa ko tuan semangat banget hari ini, heran.


*setiap hari memang tuan roy semangat tetapi berbeda dengan hari ini entah apa yang membuat sesemangat hari ini dalam hati Deni yang begitu melihat sang tuan


" kau masih ingin hidup Deni !! kenapa kau menatap ku seperti itu ...ha !! membentak


" eh tuan ma...maraf ..maaf tuan , masih dong tuan dengan nada gugup karena teriakan sang tuan


roy keluar meninggalkan deni yang sedang merapikan letop serta berkas yang baru di tanda tangani


entah kemana pun pergi tak lepas dari pekerjaan kesibukan lah yang sekalu menemaninya setiap hari


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2