
🌹🌹🌹
" ayo ma cepetan , udah ngak tahan nih ucap rendra
"ayo sayang, tis kamu ke kesana dulu bersama yang lain, nanti aku hubungi kamu di mana tempatnya lalu mengejar sang anak yang sudah agak jauh " tunggu dong sayang ucap melisa
rendara yang sudah tidak bisa menahan pun masih berlari, hanya menoleh sebentar saat sudah mau deket dengan toilet mengucapkan " mama tunggu aja disitu lalu rendra pun masuk ke dalam toilet
melisa menuruti perkataan sang putra memang bener harus menunggu di luar karena itu khusus toilet laki laki, melisa pun mudur beberapa langkah agak jauh dari toilet
🌹🌹🌹
di sisi lain
setelah sarapan Roy dan asistennya keluar caffe menuju mobil
supir sudah membukakan pintu mobil untuk tuanya dan juga asisten , pintu mobil pun di tutup kembali supir juga sudah duduk di kemudi lalu mobil pun perlahan meninggalkan caffe
" tuan mau ke hotel dulu apa ke perusahaan? ucap Deni
" perusahan ucap Roy
" Baik lah tuan ucap Deni
Roy mengambil benda pipih untuk menghubungi orang yang di percayakan untuk menghendel perusahan yaitu sekertaris bayu , karena selama ini Roy mondar mandir mengecek perusahaan perusahaan yang lain. Roy menatap benda pipih lalu mencari kontak yang bernama bayu lalu menghubunginya telfon pun tersambung
hello
'" bay kau siapkan semua berkas berkas yang harus aku tanda tangani, hari ini juga harus selesai. setelah itu kosong kan jadwalku
" Baik tuan, ada lagi ucap bayu di sebrang
" tidak, hanya itu saja ucap Roy lalu memutuskan sambungan teleponnya lalu memasukan ke saku calana
" Den , nanty jika acara lomba sudah di mulai kau panggil aku , aku tiba tiba ingin menghadiri' ucap Roy sambil menatap kaca mobil " ah ia, kau kosong kan jadwalku hari ini, aku hanya ingin mengecek berkas berkas saja Ucapnya lagi
" Baik tuan, segera saya laksanakan jawab deni
__ADS_1
Deni mendapatkan telfon dari bayu * hem kenapa dia menelfon ku, ada apa bertanya dengan dirinta sendiri
Deni pun menjawab telfon dari bayu
" hello , iya ada apa keragan kau menelfon ku ucap deni
" hah kau ini, aku hanya ingin memberi tahumu ada bocah kecil yang menyerupai bos ucap bayu di seberang sana
" ah yang bener kau, kau jangan bercanda ucap deni yang bingung tapi mungkin hanya kebetulan
" ah sudah lah, kalau kau tidak percaya. lagi kau akan kesini jadi nanty kau akan percaya
telfon pun terputus
kini mobil sudah sampai di depan perusahaan
supir lebih dulu turun dan membukakan pintu untuk sang tuan
Roy dan deni masuk ke perusahaan di lobi sudah bayak karyawan yang sedang berjejer rapi untuk menyambut sang tuan presedir begitu pun degan bayu juga ikut menyambutnya
*
*
*
" ah ia lupa tepuk jidat " aku belum menghubungi tisa dimana tempat acara lomba " bentar ia sayang mama mau telfon bibi dulu
telfon tersambung
hello tis dilantai berapa ujar melisa
(.....) tisa di ujung sana
" baik lah ucap melisa lalu mematikan telfon nya
lalu memasukan benda pipih ke dalam tas
__ADS_1
Roy yang sudah sampai di depan lift tiba tiba jantungnya berdetak sangat kencang tapi tidak tau apa yang terjadi , seketika itu Roy berdiri tak masuk walupun lift itu sudah terbuka karena lift yang akan di naiki Roy khusus untuk dirinya
melisa yang juga sudah sampai di depan lift pun juga sama apa yang di rasakan Roy tapi itu semua di tepis oleh melisa mungkin saja gugup karena belum pernah masuk gedung sangat megah dan juga tinggi
" ayok sayang kita masuk ' melisa memencet lift yang akan di tuju
Roy yang mendengar suara yang nampak tak asing walau nampak tak mengingat ia pun menoleh melihat ibu dan anak menunggu lift terbuka * firasat ku mengatakan aku mengenalnya tapi kenapa mukanya di tutupi sih ucap roy dalam hati yang nampak sebel karena tak melihat wajahnya
* ah sudah lah ' Roy masuk ke lift menuju keruanganya Deni memencet tombol angka 70 menuju lantai ruangan presedir
walau pun perusahan kedua milik Roy tapi tak kalah tinggi dari yang pertama
Deni dan bayu sedari tadi melihat tuanya memperhatikan perempuan pun nampak binggung tapi hanya mampu diem
**
melisa sudah sampai di ruangan perlombaan pun mencari nenek imah dan juga tisa banyak orang yang menemani Anak-anak untuk lomba
untung saya ruangan tersebut teramat lah luas jadi mampu menampung bayang orang
buru buru melisa dan juga anaknya menuju tempat duduk dekat dengan nenek imah dan juga tisa tapi nampaknya sudah lebih dulu di duduki orang lain
tisa yang melihat nampak marah tapi mau melawan pun tak mampu karena tidak ingin membuat keributan
" gak papa ko tis, nanty aku cari yang lain aja, lagian rendra juga harus berkumpul dengan anak yang lain juga gurunya ucap melisa
" ia udah, tapi hubunganin aku ia kalo ada apa apa ujar tisa
" oke 'jawabnya lalu melangkah menuju arah guru dan anak yang lain
" mama duduk di pojok sana ia, nanty kalo ren mau apa apa tinggal melambaikan tagan aja . oke tersenyum" semangat ia sayang ' berjongkok untuk menjajarkan badan dengan anaknya lalu mengelus lembut kepalanya
" baik lah ma ' patuh
melisa menjauh dari sang anak menuju kursi pojok arah depan sehingga nanti saat sang putra tampil melisa akan secara langsung melihatnya sedangkan tisa dan nenek imah di barisan kedua
melisa tak melepas maskernya karena tak menyamar yang biasanya tampil cupu, tapi sekarang ia berpenampilan sangat cantik dan juga elegan siapa yang melihat pun akan sangat kagum dan terpesona
__ADS_1
Bersambung