
🌹🌹🌹🌹🌹
Roy melihat itu pun menjadi geli sendiri
" kau tak mau?? ya sudah kau mandi gringat aja sekalian biar bintik merahnya makin tambah ' ucap melisa ketus
" kata siapa gak mau, tapu heran kenapa ada kemeja ... ucap Roy terpotong
" itu kemeja mu yang aku curi dulu ucap melisa tanpa merasa malu tapi pipi yang sudah mulai memerah
" Oh... pantas aja gede, kalo punya kamu kan gak... ucap Roy terpotong tersenyum
" stop jangan banyak bicara' ucap melisa yang sudah tak bisa menahan rasa malu nya sambil memegang pipi karena sudah merah sepeti tomat
lalu berbalik " kau bisa ganti sendirikan !!! aku mau keluar ucap melisa ngacir sudah tak sanggup lagi jantung pun sudah tidak bisa dikondisikan
Roy yang melihat berlari pun merasa lucu seneng bisa melihat melisa seperti itu * aku akan berusaha mendekati mu berbagi cara pun akan ku lakukan walau nyawa taruhannya gumam
Degan perlahan Roy menganti pakeanya lalu berbaring kembali
melisa pun tidur bertiga di kamar caca
pagi pun tiba sinar mentari pun menampakkan sayapnya sayup sayup terdengar sura suara ayam serta burung berkicoan
melisa bangun seperti biasa melakukan ritual yang biasa di lakukan setelah selesai melisa menuju dapur
sampai di dapur mengambil bahan yang di butuhkan juga menyiapkan Roti utuk sang putra
selesai kembali ke kamar sang putra untuk mengajaknya sarapan , lalu mendudukan di salah satu kursi meja makan
ibu yani dan juga caca pun sudah gabung mereka juga tadi sempat membantu melisa masak
" nak mel ko suami mu gak di ajak sarapan ??? ucap ibu yani
" eh lupa bu ucap melisa cenge ngesan " ta sudah aku panggil dulu ucap melisa sembari beranjak
melisa menuju kamar
ceklek
Nampak lah Roy yang sedang duduk sembari melihat foto melisa dan Rendra
" sudah bangun ucap melisa sembari melangkah menuju Roy " ayo sarapan dulu setelah itu kau panggil Asisten mu untuk menjemputmu ucap melisa
" baik lah,ucap Roy lalu mengikuti melisa dari belakang
melisa pun duduk di sebelah Rendra
" duduk lah ucap melisa yang melihat Roy yang masih berdiri
" a..iya ucap Roy
__ADS_1
lalu melisa mengambilkan piring untuk Roy " apa yang kau suka ucap melisa sembari menatap Roy
" aku biasa sarapan Roti ucap Roy sebenarnya tak ingin mengucapkan itu tapi mau bagaimana lagi itu lah kenyataanya
" ini untuk mu papa ucap Rendra
Rendra tau kalo mamanya sedang bersandi wara
" trima kadih nak ucap Roy
merekan pun sarapan pagi degan tenang
Roy kembali lagi ke kamar untuk menghubungi Deni melalui hp melisa untuk membawa pakean ganti
melisa masuk untuk menambil baju untuk ganti niat hari ini igin pergi ke luar untuk melihat kedua orang tua
" mel boleh kah aku bicara serius ucap Roy mungkin ini kesempatan
" em !!! melisa
" waktu itu aku terkena obat jadi aku tak bisa mengendalikan diriku untung saja ada kamu mungkin saja jika wanita lain pun aku tak mungkin bisa melampiaskan nya . jujur saja aku tak bisa menyentuh wanita mana pun. tolong maafkan aku ' ucap Roy lalu memengang kedua tangan melisa dari arah belakang kemudian membalikannya agar berhadapan
" sudah lah aku sudah melupakan semua toh tak bisa kembali seperti semula, !!! lagi pula aku sudah bahagia bersama putra ku ucap Melisa " dan ya aku mau keluar bersama ren, kau tunggu ada di sini sebelum asisten mu kemari setelah itu kau titipkan kunci rumah ke tetangga sebelah' ucap melisa yang sudah siap membawa pakean ganti untunya dan untuk sang putra
" Bolehkah aku ikut ucap Roy berharap melisa mengiyakanya
" tapi kau masih sakit , lagian kita berdua keluar bukan naik mobil atau pun ojek kita akan berjalan ingi menikmati pemandangan ucap melisa
melisa memutar matanya malas " ya sudah, aku keluar dulu ucap melisa
kini meraka pun sudah siap untuk berangkat jalan jalan menaiki mobil Roy. tadinya melisa bersi keras menolaknya namun degan tingkah Rendra yang sangat antusias ingin cecepat melihat pemangandagan pun menyeret paksa melisa untuk masuk
Disini lah mereka turun dari mobil
" ma cepetan sini, ini sangat indah ucap rendra sembari berlari kecil
" iya sayang, bener bener sangat indah !!! sejuk lagi... ucap melisa sembari memejamkan matanya lalu merentangkan tanganya
Roy yang melihat tingkah melisa pun tersenyum
* sebahagi itu kah walau pemandangan seperti ini
Deni tidak ikut turun sengaja menunggu di dalam mobil karna memang masih banyak pekerjaan yang harus di urus
mereka bertiga duduk di atas semak semak rumput sebagi alasnya
" hay kenapa kau ikut, kau tinggu saja di mobil sana ucap melisa
"aku juga ingin menikmatinya ucap Roy
merka pun menikmati indahnya alam yang masih begitu segar sese kali mengambil gambar . Rendra begitu bahagia rendra berlari kesana kemari. hingga Rendra kelelahan
__ADS_1
" mama ren capek ucap rendra kringat yang terlihat bercucuran
" ya sudah kita istirahat dulu, sini mana gendong ucap melisa
" Biar aku saja yang gendong ucap Roy berjongkok lalu mengulurkan tangannya " sini sayang ucap Roy ke Rendra
Rendra maju lalu mereguh tubuh Roy begitu erat rasanya sangat nyaman
" ayo turun sayang biar mama aja yang gendong ucep melisa lalu mau merebut rendra dari Roy
" Biarkan bersama ku mel ucap Roy
" Tidak, ayo sini sayang ucap melisa
Rendra yang mendekap leher Roy kepala yang di sembunyikan dibahu Roy Rendra meneteskan mata tanpa suara yang mengalir sangat deras
" mel kamu jangan egois, aku juga ayah kandung nya ucap Roy tegas nada tinggi namun terasa begitu hangat
tapi melisa menanggapi itu membentak nya " Baik ucap melisa berlalu begitu saja masuk ke dalam mobil lali menghadap ke kaca tak terasa ari matanya mengalir
Roy melihat itu pun mersa bersalah namun tak bisa berkata apa pun. lalu ikut menuju ke mobil " mel maaf kan aku, aku tak bermaksud.... ucap Roy
" STOP, ucap melis
" ayo jalan Den
Roy mengelus rendra sambil mencium pucuk kepala rendra sangat nyaman itu lah yang di rasakan namun hatinya begitu sakit ketika orang yang di cintai tak menghiraukannya
karena lelah dan juga menangis tak terasa rendra pun tidur sangat nyeyak di dekapan Roy
Hening
akhirnya sampai di rumah melisa turun lalu melangkah menuju Roy berdiri " berikan rendra kepadaku ucap melisa !!! degan nada tak bersahabat
" biarkan aku mengantar sampai dalam ucap Roy
" heh tersenyim sinis " tidak perlu lebih baik kau kembali dan y pakean mu biar asisten mu yang ambil ucap melisa tegas
" mel , tolong lah ku mohon. berikan aku kesempatan ucap Roy nada sangat lemah tak tau harus bagaimana harus nembujuknya
" apa kau tidak mendengar apa yang aku ucapkan, apa belum jelas yang aku ucapkan. simpan saja maaf mu untuk orang lain kau mengerti! !!!!! ucap melisa
" mel ku mohon, apa pun akan ku lakukan ucap Roy " hukum lah aku jika itu bisa menebus kata maaf utuk mu ucap Roy
" aku maafkan tapi hanya satu sayray yaitu kau menjauh dari ku dan juga anak ku
Roy mengeleng " tidak... tidak akan aku melepaskanmu dan juga putra ku aku tidak bisa . baik kah jika kau tidak mau menurutku aku akan membawamu degan cara kasar ucap Roy bener bener ke habisan kesabaran menganti mimik wajahnya menjadi sangat mengerikan
Roy menyeret melisa yang masih menggendong rendra
BERSAMBUNG
__ADS_1