Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
MENUJU HARI BAHAGIA


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹


" Stop...sembari menutup telinga awas kau !!! bentak melisa lalu membuka mobil keluar dan menutup kembali degan keras


yang di dalam mobil tertawa terbahak bahak khususnya Roy " lucu sekali dia Deni ucap Roy


Deni hanya senyum


" sangat menggemaskan bukan .


" kau nginap lah di sini Deni ucap Roy sembari turun dari mobil


" baik tuan ucap Deni yang berdiri di ambang pintu mobil setelah menutup kembali melangkah kan kakinya mengekori tuanya


Roy melangkahkan kakinya menuju rumah yang di beli 1 minggu yang lalu. degan langkah panjang Roy menaiki anak tangka menuju lantai atas di mana kamar yang akan di tempati oleh dirinya . degan perlahan Roy membuka pintu


Ceklek


" Heh !! tak terlalu buruk degan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut kamar


setelah puas mengamati


bergegas masuk kekamar mandi berniat untuk berendam tak butuh lama acara mandi pun selesai


sedangkan melisa masuk ke rumah


degan menggerutu terlihat sangat kesal


" heh kenapa juga sih aku sampai ketiduran huh dasar bodoh gerutunya sembari menaiki tangga


Rendra yang melihat mamanya nampak kesel pun bingung lalu menghampirinya


" mam ada apa kok nampak kesel kek gitu ucap Rendra


"ah tadi ada orang yang jail sama mama ucap melisa yang sudah berhenti sembari duduk di anak tangga menghadap putranya


" ah sudah lah, ayo malam ini kita tidur bersama ucap Melisa sembari menuntun putranya


ceklek


masuk ke kamar meletakan tas di tempat biasa bergegas ke kamar mandi


"Ren mama mandi dulu yah ucap Melisa sembari membuka pintu kamar mandi


Rendra hanya mengangukan kepala tak butuh lama melisa keluar dari kamar mandi degan pakean tidurnya menghampiri Putra nya yang sedang mrngotak atik leptop miliknya


" mam telfon papa dong ucap Rendra yang melihat mamanya yang sudah ada di samping nya


" baik lah , tapi bentar aja yah ucap Melisa lagi


" oke ucap Rendra


kemudian melisa mengambil henpon yang berada di tas . lalu mencari kontak nama yang bernama papah Ren


telfon tersambung

__ADS_1


sedangkan Roy yang keluar kamar mandi berniat untuk menganti namun terdegar suara dering telfon pun menghentikan langkahnya berbalik menuju nakas dimana henponya berada


seketika senyum menggembang di wajah tampanya


degan cepat Roy mengeser ikon berwarna hijau


''Assalammualaikum ucap Roy


"waalaikumsalam jawab Melisa


'' hello suara yang sangat jelas di telingga Melisa


'' hello , mmmmm kau belum tidur ucap Melisa yang tak tau harus mencari alasan


'' pertannya macam apa itu , jika aku sudah tidur berati siapa dong yang mengkat telfon ini ucar Roy


'' he he he .... ah iya Ren ingin berbicara melalui sambungan vodio


'' baik lah akan ku alihkan sekarang ucap Roy dengan cepat Roy langsung mengalihkan panggilan menjadi vidio ,


Sambungan vidio telah terhubung


betapa terkejutnya melisa saat melihat tubuh Roy yang telanjang dada dengan mengenakan handuk di lilitkan ke perutnya memperlihatkan perut six pack kotak kotaknya sontak Melisa menutup matanya dan berteriak kencang sehingga membuat Rendra yang ada di sampingnya pun terkejut


'' aaaaaaaaaaaa ...........


'' hay ? ada apa ucap Roy yang nampak heran karena Melisa berteriak


" kau telah menodai mata suciku ucap Melisa yang masih memejamkan matanya


"Hah,.... pantas saja mama begitu terkejut ucap Rendra yang sudah mengetahuai apa yang sang mama lihat tadi


" ada apa boy, kok sampai mama kaget kek gitu ucap Roy yang belum menyadari dirinya belum mengenakan pakean


" hais...papa gak sadar apa, papa itu belum mengenakan pakean ucap Rendra


" hah... papa lupa boy. sebentar papa ganti dulu oke ucap Roy sembari berdiri bergegas mengenakan pakean


* huh dia mau memamerkan tubuhnya ke aku gitu... sangat menyebslksn batin melisa langsung memposisikan tidurnya lalu memekankan matanya


" Ren mama tidur dulian y ucap melisa


" baik lah mam ucap Rendra


nampak jelas sang ayah yang sudah kembali ke posisinya


" pah, kenapa siang tadi gak gajak Ren ke kantor, kenpa cuma mama doang ucap Rendra sambil me mayunkan bibirnya


" he he... kirain si boy gak mau ikut . besok deh janji ucap Roy


" janji ucap Rendra memastikan ucapan Papahnya


" iya janji , eh mama mana ko nga keliatan lagi ucap Roy


" mama dah tidur duluan. tuh ucap Rendra sembari mengarahkan layar henpon ke Melisa

__ADS_1


" Hem..... ya sudah. Boy juga tidur gih ucap Roy


" Baik lah pah, selamat malam papa ucap Rendra


" malam juga boy, tapi sambungan telepon jangan di matin yah ucap Roy


" oke ucap Rendra sembari memposisikan layar henpon ke arahnya dan merebahkan tubuhnya di samping mamanya lalu memeluk erat tubuh mamanya


Roy tersenyum melihat kedua orang yang di sayangi sedang tidur * Hem aku pun ingin memeluknya , huh sabar cuma 5 hari ini batin


Roy tak langsung tidur namun memilih untuk mengecek email walu waktu menu jukan pukul 10 malam


tak terasa hari begitu cepat satu hari lagi menuju hari pernikahan semua orang nampak sangat sibuk


" hay mel !! seharusnya tuh kamu harus ke salon memanjakan diri agar


Tuan Roy tuh makin terpesona degan mu ucap Tisa yang sudah membayangkan berbagi macam


" Huh males banget banget , aku gak perduli degan penampilan ku ucap Melisa


" heh ko kek gitu, seharusnya kamu tuh menghargai tangung jawabnya. lagian kan Tuan Roy itu kayanya sudah Cinta deh ke kamu . untuk apa membencinya toh itu semua sudah terjadi mungkin ini sudah takdir ucap Tisa


"Hem baik lah, tapi temani aku oke ucap Melisa pasrah


" siap ucap Tisa


mereka berdua akhirnya keluar


Roy yang sedang di ruangan miting pun menampakkan wajah garangnya


pasalnya ada masalah yang mengharuskan melibatkan dirinya


" ah sial !!! bagaimana ini semua bisa terjadi !!!! ucap Roy suara lantang


sehingga semua orang pun bungkam begitu saja


* si**an siapa yang mau bermain degan ku batin Roy


Roy keluar dari tuang miting degan emosi yang memuncak


degan langkah cepat pergi ke markas untuk menenangkan dirinya


"Deni kau suruh bayu menuju kesana duluan. besok setelah acara pernikahan ku selesai aku akan menyusulnya ucap Roy yang sedang di duduk di jok mobil yang biasa


" Baik Tuan saya akan sampaikan ucap Deni


" bagaimana semuanya sudah berjalan degan lancar Deni ucap Roy


" Sudah tuan, tinggal Tuan yang harus kesana ucap Deni


" Baik lah besok pagi kita kesana ucap Roy


di perjalanan nampak ada masalah tapi entah apa Roy dan Deni nampak bingung apa yang terjadi di hadapanya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2