Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
PERLAHAN MENERIMA KEHADIRANNYA


__ADS_3

kini mereka sedang duduk bersama di ruang utama Roy dan Rendra diem tak mengeluarkan suara


sedangkan melisa dan ibunya masak untuk makan siang untung saja ada bahan bahan walaupun Seadanya. lalu melisa memanggil keduanya untuk makan siang


selesai makan melisa menuju kamar


yang dulu ia tempati, ibu melisa pun ikut masuk kedalam kamar


" bagaimana nasib mu selama ini Nak ucap ibu melisa


" melisa baik baik saja , seperti ibu lihat ucap melisa


" Bu henpon mel mana , mel mau telfon sebentar ucap melisa


telfon terhubung


"iya kak ucap caca


"kakak tidak jadi pulang , kakak mau menginap di rumah ibu ucap melisa


"baik lah kak, apa kakak sudah makan ucap caca


" sudah , ya sudah ca kakak tutup dulua assalamu'alaikum ucap melisa


"iya kak, waalaikum salam ucap caca


telpon pun berahir


hinga terdehangar dari arah luar suara yang sangat tinggi


" apa !!! jadi pria ini yang telah menghancurkan hidup melisa ucap ayah melisa ke istrinya yang tak lain ibu melisa


seketika amarah auah melisa pun tak terkendali lalu melayangkan tinjuan ke arah Roy, tapi Roy tak berniat untuk melawan


bug bug bug


" maafin saya om, saya akan menebus kesalahan saya ucap Roy yang tersungkur di lantai


melisa keluar kamar degan langkah cepat takut ada sesuatu yang akan terjadi


nampak lah muka Roy yang memar akibat tonjokan papa melisa


apa yang papa lakukan ucap melisa lalu menghampiri Roy yang tertunduk di lantai


" ibu tolong bawa ren keluar dulu ya ucap melisa yang tak mau Putra nya melihat pertengkaran


" iya nak, ayo sayang cucu nenek yang paling tampan kita jalan jalan ucap ibu melisa

__ADS_1


" iya nenek ucap Rendra setelah kepergian sang putra pun melisa membuka suara " jelaskan pa, apa yang papan lakukan ucap melisa


" apa yang harus papa jelaskan mel semuanya sudah jelas bukan ucap papa melisa " dia pantas mendapat kan itu, lelaki b***d ucap ayah melisa yang sudah tetsut emosi


melisa menghela nafas " tapi papa jangan main tangan dong, kalo dia kenapa napa bagai mana , kita jugakan yang kena. kan bisa bicara degan tenang ucap melisa


melisa kembali ke dalam kamar untuk mengambil kotak p3k di dalam kamar sang adik kembali keluar mengambil es untuk mengompres bekas lebam


" sini biar aku bantu ucap melisa


Roy diem terpakau atas berbuatan lembut melisa terhadapnya bahkan rasa sakit akibat pukul lan orang tua melisa tak di rasakan. hatinya berbunga bunga . matanya tak lepas memandang wajah melisa yang sangat tegang akibat mengobati luka di wajahnya " apa ini sakit ??? melisa yang melihat Roy meringis


Roy mengeleng


" Ehem dehem papa melisa


" iya pa, bentar lagi juga selesai ucap melisa


selesai mengobati Luka Roy melisa meletakkan Kotak p3k ke meja sebelum menyimpan nya kembali


" em... mas kamu ke kamar gih istirahat duluan ucap melisa


Heti Roy berdebar sangat kencang lagi lagi melisa mengucapkan kata kata manis seperti gula


" baik lah, om saya kekamar du ya ucap Roy sopan * hah dimana sih kamarnya batin


Roy mengangguk


" jadi gimana ucap ayah melisa yang nampak tak sabar karena sedari tadi sudah sangat ingin tau


melisa pun menjelaskan semua " gotu ceritanya pa, jadi untuk apa mel harus benci terhadapnya. udah ya pa mek dululan ucap melisa


" iya ucap ayah melisa


*


*


*


malam pun tiba


kini semua orang sedang duduk di ruang tengah berhadapan degan layar tv di depannya termasuk Roy yang duduk berdampingan degan papa melisa


sedangkan empat orang duduk lesehan di ayas kasur bulu


"udah ngantuk sayang ucap melisa ke Rendra

__ADS_1


" belum ma ucap Rendra


mereka semua berbincang bincang hinga larut Rendra pun sudah tertidur di pangkuan melisa


" mas bantu aku memindahkan Ren dong ucap melisa


" ah... baik lah ucap Roy beranjak menuju melisa lalu mengngkat tubuh Rendra


melisa pun mengikuti dari belakang


Roy balik lagi menuju tempat tadi


" kamu belum ngantuk nak ucap ayah melisa


" belum om, lagian saya sudah sangat biasa tidur larut ucap Roy


seketika hedpon Roy bunyi


" sebentar ya om saya angkat telfon dulu ucap Roy lalu menggeser ikon warna hijau


" iya bay ucap Roy


" Tuan gawat dava tadi lapor di markas ada penyerangan secara mendadak ucap bayu di sebrang


" akan ku kirim Deni untuk menyusul ucap Roy memutuskan telfon lalu beralih mencari kontrak Deni


telfon terhubung


hello


Den kau ke markas sekarang , selesaikan semua tanpa campur tangan ku ucap Roy lalu mematikan begitu saja tanpa Sang empu menjawabnya


" heh dasar bos laknat upet Deni kesel


Deni pun menuju jet pribadi sang tuan, mobil pun sudah di kirim kembali ke tempat bosnya berada degan menyuruh bodyguard


" sudah malam kembali lah ke kamar tidur lah ucap ayah melisa lalu meniggalkan Roy masuk ke kamar


" Baiklah om, selamat malam ucap Roy yang juga masuk ke dalam kamar melisa


pagi pun tiba


setelah perbincangan malam itu membuat melisa perlahan menerima kehadiran Roy di sisihnya namun hanya alasan tak mau egois


pernikahan pun di laksanakan secara tertutup, itu semua ke mauan melisa karena melisa tidak mau indentitas dirinya di ketahui bayak orang


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2