
kini mereka sedang duduk bersama di ruang utama Roy dan Rendra diem tak mengeluarkan suara
sedangkan melisa dan ibunya masak untuk makan siang untung saja ada bahan bahan walaupun Seadanya. lalu melisa memanggil keduanya untuk makan siang
selesai makan melisa menuju kamar
yang dulu ia tempati, ibu melisa pun ikut masuk kedalam kamar
" bagaimana nasib mu selama ini Nak ucap ibu melisa
" melisa baik baik saja , seperti ibu lihat ucap melisa
" Bu henpon mel mana , mel mau telfon sebentar ucap melisa
telfon terhubung
"iya kak ucap caca
"kakak tidak jadi pulang , kakak mau menginap di rumah ibu ucap melisa
"baik lah kak, apa kakak sudah makan ucap caca
" sudah , ya sudah ca kakak tutup dulua assalamu'alaikum ucap melisa
"iya kak, waalaikum salam ucap caca
telpon pun berahir
hinga terdehangar dari arah luar suara yang sangat tinggi
" apa !!! jadi pria ini yang telah menghancurkan hidup melisa ucap ayah melisa ke istrinya yang tak lain ibu melisa
seketika amarah auah melisa pun tak terkendali lalu melayangkan tinjuan ke arah Roy, tapi Roy tak berniat untuk melawan
bug bug bug
" maafin saya om, saya akan menebus kesalahan saya ucap Roy yang tersungkur di lantai
melisa keluar kamar degan langkah cepat takut ada sesuatu yang akan terjadi
nampak lah muka Roy yang memar akibat tonjokan papa melisa
apa yang papa lakukan ucap melisa lalu menghampiri Roy yang tertunduk di lantai
" ibu tolong bawa ren keluar dulu ya ucap melisa yang tak mau Putra nya melihat pertengkaran
" iya nak, ayo sayang cucu nenek yang paling tampan kita jalan jalan ucap ibu melisa
__ADS_1
" iya nenek ucap Rendra setelah kepergian sang putra pun melisa membuka suara " jelaskan pa, apa yang papan lakukan ucap melisa
" apa yang harus papa jelaskan mel semuanya sudah jelas bukan ucap papa melisa " dia pantas mendapat kan itu, lelaki b***d ucap ayah melisa yang sudah tetsut emosi
melisa menghela nafas " tapi papa jangan main tangan dong, kalo dia kenapa napa bagai mana , kita jugakan yang kena. kan bisa bicara degan tenang ucap melisa
melisa kembali ke dalam kamar untuk mengambil kotak p3k di dalam kamar sang adik kembali keluar mengambil es untuk mengompres bekas lebam
" sini biar aku bantu ucap melisa
Roy diem terpakau atas berbuatan lembut melisa terhadapnya bahkan rasa sakit akibat pukul lan orang tua melisa tak di rasakan. hatinya berbunga bunga . matanya tak lepas memandang wajah melisa yang sangat tegang akibat mengobati luka di wajahnya " apa ini sakit ??? melisa yang melihat Roy meringis
Roy mengeleng
" Ehem dehem papa melisa
" iya pa, bentar lagi juga selesai ucap melisa
selesai mengobati Luka Roy melisa meletakkan Kotak p3k ke meja sebelum menyimpan nya kembali
" em... mas kamu ke kamar gih istirahat duluan ucap melisa
Heti Roy berdebar sangat kencang lagi lagi melisa mengucapkan kata kata manis seperti gula
" baik lah, om saya kekamar du ya ucap Roy sopan * hah dimana sih kamarnya batin
Roy mengangguk
" jadi gimana ucap ayah melisa yang nampak tak sabar karena sedari tadi sudah sangat ingin tau
melisa pun menjelaskan semua " gotu ceritanya pa, jadi untuk apa mel harus benci terhadapnya. udah ya pa mek dululan ucap melisa
" iya ucap ayah melisa
*
*
*
malam pun tiba
kini semua orang sedang duduk di ruang tengah berhadapan degan layar tv di depannya termasuk Roy yang duduk berdampingan degan papa melisa
sedangkan empat orang duduk lesehan di ayas kasur bulu
"udah ngantuk sayang ucap melisa ke Rendra
__ADS_1
" belum ma ucap Rendra
mereka semua berbincang bincang hinga larut Rendra pun sudah tertidur di pangkuan melisa
" mas bantu aku memindahkan Ren dong ucap melisa
" ah... baik lah ucap Roy beranjak menuju melisa lalu mengngkat tubuh Rendra
melisa pun mengikuti dari belakang
Roy balik lagi menuju tempat tadi
" kamu belum ngantuk nak ucap ayah melisa
" belum om, lagian saya sudah sangat biasa tidur larut ucap Roy
seketika hedpon Roy bunyi
" sebentar ya om saya angkat telfon dulu ucap Roy lalu menggeser ikon warna hijau
" iya bay ucap Roy
" Tuan gawat dava tadi lapor di markas ada penyerangan secara mendadak ucap bayu di sebrang
" akan ku kirim Deni untuk menyusul ucap Roy memutuskan telfon lalu beralih mencari kontrak Deni
telfon terhubung
hello
Den kau ke markas sekarang , selesaikan semua tanpa campur tangan ku ucap Roy lalu mematikan begitu saja tanpa Sang empu menjawabnya
" heh dasar bos laknat upet Deni kesel
Deni pun menuju jet pribadi sang tuan, mobil pun sudah di kirim kembali ke tempat bosnya berada degan menyuruh bodyguard
" sudah malam kembali lah ke kamar tidur lah ucap ayah melisa lalu meniggalkan Roy masuk ke kamar
" Baiklah om, selamat malam ucap Roy yang juga masuk ke dalam kamar melisa
pagi pun tiba
setelah perbincangan malam itu membuat melisa perlahan menerima kehadiran Roy di sisihnya namun hanya alasan tak mau egois
pernikahan pun di laksanakan secara tertutup, itu semua ke mauan melisa karena melisa tidak mau indentitas dirinya di ketahui bayak orang
BERSAMBUNG
__ADS_1