
🌹🌹🌹
roy keluar meninggalkan deni yang sedang merapikan letop serta berkas yang baru di tanda tangani
entah kemana pun pergi tak lepas dari pekerjaan kesibukan lah yang selalu menemaninya setiap hari agar tak teringat bayang bayang wajah sang gadis
keluar menuruni tangga pesawat menuju mobil yang sudah di siapkan
Deni juga sudah di belakang Roy salah satu bodyguard membukakan pintu mobil untuk tuanya di jok penumpang sementara Deni di samping supir
mobil pun perlahan berjalan membelah jalan raya yang ramai banyak orang berlalu lalang untuk beraktivitas kembali, karena masih pagi baru pukul 06 .00 pagi
" Den aku mau mampir caffe untuk minum kopi ucap Roy yang sembari menatap leptop yang di pangkuanya
" Baik tuan ' Deni menoleh supir yang di sampingnya " pak cari caffe di dekat ucap deni
" baik tuan ucap sopir
" pukul berapa acara di mulai ucap Roy karena tidak mengetahui acara lomba mulai pukul berapa walau di yang mengadakan tapi hanya menyuruh bawahnya saja agar semua beres
" sekitar jam 10.00 siang tuan ucap Deni
" Den apa kau tau dimana dia' tiba tiba teringat sang gadis 6 tahun yang lalu
" em tuan, binggung harus menjawab apa sudah mengerahkan semua bodyguard yang sangat sangat bayak namun tetap saja gadis itu belum juga ketemu
" Baik lah den , kau tak usah menjawab aku sudah tau, apa yang akan kau jawab. tapi kau cari terus ucap Roy dengan nada datar
" Baik tuan , akan slalu saya laksanakan ucap Deni
kini mobil berhenti di depan caffe
supir turun membukakan pintu untuk sang tuan
__ADS_1
"silahkan tuan ' supir pun membungkuk mempersilahkan tuanya
dijawab dengan anggukan
berjalan menuju caffe Deni hanya mengekore sang tuan
" silahkan tuan tuan pelayan caffe mempersilahkan pelanggan untuk masuk menyambut sangat sopan serta hormat dan juga meliat roy degan tatapan berbinar
" Baik, tapi kau agak menjauh jangan terlalu deket dengan tuan saya beri lah jarak 'degan nada tegas dan juga Datar sama seperti Roy jika yg di pandang sangat menjijikan menurutnya
pelayan itu pun gugup " ba ... baik tuan, saya mengerti. menunduk
" Saya pesan chocolate 2 , serta roti bakar 2 dan juga burger 2 itu saja
" baik tuan pelayan pun berlalu
tak lama kemudian pesenannya pun sudah datang, Roy dan deni memakan makanan dengan tenang dan juga sangat santai karena ini masih pagi lagi tak ingi buru buru
selesai memakan roti kini roy melihat orang berlalu lalang di balik kaca caffe. dan menatap sekeliling caffe yng masih sama menurutnya seperti 6 tahun yang lalu
di tempat melisa
sang mentari pagi menyinari bumi
melisa terbagun mendegar alarm berbunyi dan juga terdengar azan subuh
" emmm...... hoamm mengercap ngercapkan matanya yang serasa senggan untuk membuka setelah kesadarannya penuh melisa bangun untuk membersihkan badannya untuk segera menjalankan kewajiban terlebih dahulu, barulah menyiapkan sarapan pagi untuk buah hatinya sang putra tercinta
setelah selesai dengan urusannya sendiri, melisa keluar menuju ke dapur, " masak apa ia pagi ini, ah bikin nasi goreng aja lah biar cepet ' melisa mengambil bahan bahan untuk membuat nasi goreng dan mengambil peralatan
sedangkan di kamar tisa dan juga nenek imah sudah bagun juga sudah melaksanakan kewajiban dan bersiap siap untuk berangkat ke tempat perlombaan
meraka pun melangkah menuju kemeja makan
__ADS_1
" pagi mel ucap tisa
" pagi tis jawab melisa
" si boy mana , belum bagun dia 'sembari duduk di kursi meja makan
" belum tis ucap melisa
" bikin sarapan apa nak, ucap nenek imah yang baru sampai ke meja makan dan ikut gabung
" bikin nasi goreng sama telor ceplok ucap melisa
" nek tis aku mau ke kamar ren dulu ia sembari melangkah menuju kamar sang putra
"ia jawabannya kompak
ceklek
pintu terbuka menampakan bocah yang sedang tidur dengan sangat nyeyak melihat sang putra belum bangun "Putra mama yang paling tampan , bangun yuk , melangkah menuju tempat tidur sang putra duduk di tepi ranjang membelai rambut dan juga membelai pipinya tiba tiba teringat pria yang merebut Mahkotanya secara paksa \* sayang kenapa kau sangat persis dengan nya kenapa kau tidak mirip degan ku ' tadinya aku sangat benci dengan diriku yang sangat kotor dan terhina hidup pun seakan mati tapi setelah kau hadir di dalam perut mama , mama bisa bangkit dari keterpurukan dan bersyukur memiliki mu sayang karena kamu mama bisa menjalani hidup ini walau tadinya mama tak mampu untuk memulainya ' gumam tangan terus mengelus wajah sang putra yang sudah terbangun tapi melisa tidak menyadarinya karena melisa sedang melamun
Rendra yang sedang tidur nyeyak tiba tiba ada tangan yang membelai rambut dan juga mukanya rendra pun terganggu perlahan membuka matanya melihat sang mama sedang melamun juga berbicara sendiri
Tiba-tiba rendra memegang tangan melisa, melisa pun sadar " eh putra mama sudah bangun, yuk kita siap siap
rendra mengangguk turun dari ranjang menuju kamar mandi * aku tau apa yang kau pikirkan mama ucap dalam hati
" sini sayang ini pakain mu ucap melisa memberika pakean ke rendra dan memakekan paken ke tubuh sang putra. "selesai , udah siap ucapnya lagi
" udah ma , ayo kita turu dengan semangat
melisa yang melihat sang putra sangat semangat pun ikut seneng dan juga bersemangat pula
" ayo sayang
__ADS_1
BERSAMBUNG