
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
aku 'ucap Roy mengeleng " tidak... tidak akan melepaskanmu dan juga putra ku aku tidak bisa . baik kah jika kau tidak mau menurutku aku akan membawamu degan cara kasar 'ucap Roy
Roy menarik melisa yang masih menggendong Rendra
melisa hanyut damam pikiran dan juga merasa panik * bagaimana ini aku tidak mau ikut degannya, ah sebaiknya aku harus mencari cara agar si macan ini tidak membawa ku dan putraku pergi batin melisa * aduh otak bekerjalah degan baik batinya
" putar balik tuan !!! jika tidak !!! saya akan benturkan kepala saya ucap melisa tegas
Teriakan melisa membangunkan Renda " emm... mama ada apa ucap Rendra degan suara serak juga sedikit kaget
" tidak apa apa sayang, sini ucap melisa
lalu Renda mengalih kepangkuan melisa
" aku hitung sampai tiga, satu, dua, tiga
Dugh .... Dugh
" stop mel !!! iya iya ucap Roy Deni kita putar balik
Deni yang melihat melisa membenturkan kepala di Kaca mobil pun merasa heran *mengapa nona sangat ingin menghindar dari tuan, kalo di luaran sana bayak sekali wanita yang inggin bersama tuan degan suka rela ah masa bodo batin deni
" mama kenapa nanti kepala mama sakit ucap Rendra panik melihat melisa membenturkan kepala
Rendra degan cepat mengecek kepala melisa " Ini pasti sakit kan ma ucap Rendra lalu Rendra mengalihkan pandangan nya ke Roy degan tatapan tajam Rendra membuka suara " jika paman meyakiti mama, aku tidak akan tinggal diam ucap " aku kira paman orang baik nyatanya tidak ucap Rendra sinis " paman turunkan kami , aku tidak akan membiarkan paman menyakiti mama lagi ucap Rendra
" maaf in papa sayang, papa tidak bermaksud... terpotong
" paman bukan papa, kau tidak pantas di sebut papa ucap Rendra
" sudah lah sayang, mama tidak ingin mendegar kalian berdepat. mama tidak papa kok' ucap melisa
" biarkan paman mengantar kalian ucap Roy hatinya sangat sakit ketika putra sendiri mengatakan dirinya tidak pantas di sebut papa
sampai di depan rumah melisa dan Rendra turun dari mobil masuk ke rumah tak ada ucapan sepatah kata pun untuk Roy ibu dan anak itu mengabaikannya
hingga sore hari pun Roy tidak pergi dari depan rumah melisa walaupun duduk di dalam mobil , Deni sudah berapa kali mengingatkan tuanya untuk makan namun pria itu tetap saja ketidak mau
" tuan ayo lah makan sedikit saja 'ucap Deni
" kau bisa diem Deni !!! ucap Roy degan sorot mata tajamnya
" baik lah tuan ucap Deni
__ADS_1
* kenapa kau menyakiti diri sendiri tuan, tidak ada gunanya juga . bangkit lah tuan , berfikir lah batin Deni
Di sisin lain
" mel kenapa suami mu ada di luar ucap ibu yani
" tadi dia ingin keluar' ucap melisa * maafin aku bu aku terpaksa berbohong * batin
" o... y sudah ibu tidur dulu ya ucap ibu yani
" iya bu' jawab melisa
melisa beranjak dari kursi sofa ruang tv menuju jendela kaca ingin memastikan Roy sudah pergi atau belum , degan perlahan melisa memegang gorden mengintip dari balik kaca
lampu mobil masih menyala terlihat Roy menatap Rumah melisa tanpa mengalihkan pandangan nampak sangat jelas walaupun deni mengajaknya ngobrol sekali pun
melisa kembali ke kamar rasa ngantuk yang sudah mulai menjalar
" Deni kau tidur duluan ' ucap Roy
"tapi apa tuan tidak ingin menginap di hotel tuan ? Deni
" jika kau tidak mau menemaniku lebih baik kau pergi saja Deni ucap Roy
" tidak tuan, ah baik lah ucap Deni
Di dalam kamar melisa bener bener tidak bisa menutup matanya, hatinya gelisah tak karuan jarum jam menujukan pukul 12 malam Rasa ngatuk namun tak bisa tidur degan nyenyak
melisa keluarga menuju ruang utama membuka gorden terlihat tetap sama nampak jelas kalo Roy juga belum memejamkan matanya
* hem kenapa dia belum juga tidur sih gumam * ah kasian juga bagaimana pun dia juga ayah dari anak ku. ah sudah lah mending aku temuan aja
ceklek
Roy langsung tersenyum
melisa mendekat ke mobil Roy lalu melisa mengetuk pintu mobil
Roy membuka pintu mobil kemudian turun " kenapa kamu keluar ' ucap Roy hatinya pun sangat gembira
melisa bukanya menjawab malah tanya balik " kenapa kamu masih di sini, seharusnya kau pulang.mandi , apa kau tidak merasa badanmu bau ?? kitakan masih bisa bertemu besok lagi ucap melisa
" emang badan ku bau, aku tak percaya! coba kamu mendekat sini, coba kamu cium tubuh ku bau tidak ucap Roy
melisa mendadak menurut ntah apa yang memasuki pikirannya " em.... masih wangi ucap melisa lalu membekep mulutnya * ah dasar bodoh kau mel batin
__ADS_1
Roy tersenyum lalu menarik tubuh melisa kedalam pelukanya * sangat sangat nyaman, seandainya kau sudah meafkan aku pasti aku slalu memeluk mu setiap saat Batin
" hay... tiba tiba Roy m*n**** bibir mungil milik melisa jadi tidak bisa membuka suaranya " jangan triak triak sayang nanti di denger orang ucap Roy
melisa yang mendapatkan serangan mendadak pun membualatkan matanya degan cepat menendang betis Roy dengan keras
" au.. sakit tau mel, tega banget sih kamu ucap Roy mengelus betisnya serasa sedit sakit
" siapa suruh main nyosor , mau aku tambah lagi ucap melisa dengan menahan amarah lalu pasang kuda kuda untuk memukuli Roy " sini kau maju ucap melisa
" iya iya aku minta maaf deh 'Degan mengatup kedua tangannya " lagi siapa suruh tuh bibir sangat menggoda ucap Roy
sebelum melisa membuka suara lagi perut Roy mendadak bunyi
kriuk kriuk
melisa menahan tawa " emang udah berapa lama kamu tidak makan, sampai cacing di perutmu itu berdemo ucap melisa
pipi Roy memerah menahan malu " em... dari tadi siang ' ucap Roy lalu nyengir menunjukkan giginya membuat melisa gemes
" pantas saja kenapa gak makan ucap melisa * oh ya ampun imut banget sih , gemes gemes batin
"mendadak semua makanya gak enak jadi gak ***** ucap Roy mencari alasan
" alasan macam apa itu ucap melisa tak habis pikir
perut Roy bunyi lagi
ha ha ha 'melisa sudah tak bisa menahan tawa sambil membekep mulutnya agar gelak tawanya tak terdegar orang orang
" ah sudah lah lah, ayo masuk aku akan buatkan mu makan 'ucap melisa masuk duluan
" Baik lah ucap Roy sebelum masuk menutup pintu mobil terlebih dahulu
melisa masak mie instan selesai dibuat di tuang ke dalam mangkok lalu menyodorkan ke depan Roy
" makan lah, lumayan kan untuk mengganjal perut kosong . dari pada nanti
cacing casing yang ada di perutmu demo lagi' ucap melisa yang duduk berhadapan degan Roy
" em... baik lah, aku coba dulu ucap Roy degan perlahan memasukan mie kedalam mulut sambil menikmati rasanya * tidak terlalu buruk dalam hati hinga mie abis tak tersisa
" ya sudah kau tidur bareng rendra, aku ke kamar caca, salamat malam ucap melisa
" trima kasih kamu mengisinkan ku menginap disini lagi ucap Roy
__ADS_1
melisa mengangguk
Bersambung