Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
sah dan gagal


__ADS_3

🌹🌹🌹


Roy turun dari mobil dan di sambut hangat oleh keluarga Melisa melangkahkan kakinya degan di dampingi kanan kiri orang kepercayaan yaitu Deni dan David sementara para bodyguard sudah memposisikan tempatnya untuk menjaga sang tuan takut ada musuh yang mengikutinya


" Den kau awasi wanita itu jangan biarkan dia membuat masalah ucap Roy setengah berbisik


Deni melihat arah mata tuanya yang sedang menatap degan tatap tajam


" Baik Tuan ucap Deni


tiba lah Roy di tempat pelaminan begitu pun Melisa yang baru saya keluar kari rumahnya degan di dampingi Tisa dan juga ibunya nampak Melisa yang sangat cantik bagaikan bak bidadari sampai semua orang pun terpesona degan kecantikan Melisa begitu pun degan Roy namun Roy bisa mempertahankan dagan wajah datarnya


kini Roy dan melisa sudah duduk berdampingan


sebelum ijab qobul Roy memberikan


seperangkat perhiasan berlian degan wali asisten pribadinya yaitu Deni , saat ijab qobul di bacakan oleh Roy semua orang nampak memancarkan kebahagiaan. begitu pun Melisa walaupun sebenarnya belum siap tapi mau bagaimana lagi suatu saat nanti pasti akan terjadi. usai di nyatakan syah , Melisa mencium punggung tangan Roy begitu pun sebaliknya Roy mencium kening Melisa


Acara resepsi pun usai sudah


kini sepasang pengantin baru sedang ada di kamar milik Melisa


" Mel aku akan pergi ke negara B ada masalah sedikit kendala perusahaan itu, harus aku yang menanganinya tidak bisa di wakilkan. apa kah kau mau ikut ucap Roy yang sedang berdiri menyenderkan tubuh nya di samping lemari


sedangkan melisa membersihkan bekas make up" mm... aku gak tau, lagian kalo aku ikut Ren sama siapa , aku takan tega meninggalkan nya Meski hanya satu hari ucap Melisa mencari alasan


"kan bisa sama ibu dan bapak lagian kan banyak orang yang akan menjaganya ucap Roy berharap sang istri mau ikut degan nya


"gak aku ngak mau lagian aku pasti akan bosan, maaf yah ucap Melisa lalu menghampiri Roy sembari melurkan tanganya lalu meraih tagan Roy untuk di gegam walau rasa gugup tapi sebisa mungkin ia tahan degan berdiri tegak menghadap wajah Roy dan menatap matap Roy degan intens


" aku tak bisa lagi jauh dari mu, aku sudah menahan satu hari tak melihat mu dan mendengarkan suara mu ucap Roy sembari melihat mata indah milik sang istri degan penuh cinta


Melihat Roy seperti itu membuat hati Melisa mendadak luluh begitu saja


" Mas.... degan nada sangat lembut " aku harus mengurus segalanya. mana mungkin aku memita izin pada pihak sekolah terus. aku gak enak tau. emang mas mau berangkat kapan ucap melisa sembari menenangkan Roy


" pagi hari aku sudah ada di sanana ucap Roy


" emmmmm...nampak berfikir

__ADS_1


" gini aja mas,aku akan ikut kamu dan juga Ren . tapi jika dalam dua hari urusan Mas belum selesai aku dan Ren pulang duluan ucap Melisa


" baik kah trima kasih ucap Roy lalu memeluk Melisa degan dangat erat lalu me****m b***r ranum milik Melisa degan sangat lembut


Melisa begitu terkejut saat Roy mendadak m*****m matanya langsung melotot degan serangan tiba tiba lalu Melisa memukul mukul


dada Roy degan kedua tanganya tetapi Roy tak melipaskanya karena Roy sudah terbakar gairah yang selam ini ia tahan


tetapi melisa tetap saja memukul dada Roy setelah dirasa sudah mulai ke habisan oksigen degan perlahan melepaskan c***mnya


" maaf aku tak bisa menahan diriku lagi ucap Roy langsung memeluk tubuh melisa degan sangat erat seakan ia tau pasti melisa akan marah


" ia, ya sudah aku mau mandi dulu ucap Melisa lalu melepaskan pelukannya


" kamu tidah marah hem ucap Roy


" tidak, hanya saja kau harus meminta isin dulu ucap Melisa


" baik lah tapi apa boleh aku., meminta hak ku sekarang ucap Roy


tetepi melisa tak bergeming degan perlahan Roy menggendong tubuh Melisa lalu merebahkan tubuh Melisa di atas ranjang dean sangat hati hati


tiba tiba Melisa tersadar dari lamunanya karena syok degan ucapan Roy yang meminta hak


* hais aku sudah tak bisa menunggu Batin Roy


" baik lah ucap Roy oasrah karena dapat penolakan dari sang istri


Melisa langsung buru buru ke kamar mandi


" huh , syukur lah aku masih aman. tapi bagaimana lain kali ah sudah lah itu pikirkan nanti mengoceh sendiri


Melisa mulai membuka gaun pernikahan degan hati hati" huh aku harus berendam . agar otak ku bisa berfikir secara jernih. agar aku bisa mencari alasan


satu jam sudah kini melisa sedang membilas badanya sertelah dirasa sudah bersih kemudian mencari handuk tetapi tidak ada melusa merasa cemas " aduh kenapa bisa lupa gak bawa handuk sih huh getunya sembari mondar-mandir memikirkan cara agar bisa keluar dari kambar mandi " ah apa aku minta tong si Roy buat ambilin handuk juga baju ganti . tapi kalo di macam macam gimana aduh. bisa abis aku. gak gak gak . ah sudah lah


ceklek


Melisa mengelurkan kepalanya dari pintu . nampak jelas Roy yang sedang berbaring kaki satu di atas ranjang dan kaki satunya di lantai sedangkan tanganya sedang bermain ponsel

__ADS_1


" em... Roy bi... bisa tong aku gak ambilin ganduk dan juga pakean ganti ucap Melisa ragu sembari menjukan arah lemari


" em baik lah, pantas saja dari tadi kau tak keluar ucap Roy sembari beranjak menuju lemari


setelah menemukan semua yang di butuhkan Melisa, Roy langsung menghampiri Melisa


" tok tok tok


ceklek


" ini ucap Roy


melisa mengulurkan tanganya degan pintu terbuka sedikit lalu menutupnya kembali


namun belum juga pintu tertutup sempurna tiba tiba pintu di dorong degan cara paksa . alhasil Melisa tersungkur ke lantai karena terlalu kaget juga tak siap degan serangan tak terduga.degan badan masih telanjang bulat pula " aduh bokong ku sakit sembari mengenakan handuk di badanya


Roy berdiri tak bergeming melihat Melisa yang sedang mengenakan handuk tatapi sebelumnya Roy sudah melihat seluruh tubuh Misa


degan susah payah melisa kembali berdiri memunguti pakean yang tadi jatuh


" hah kenapa kau kemari ucap Melisa suara lantang


" aku ingin melihatmu seperti ini ucap Roy jujur


" kau keluar sekarang ucap Melisa tegas


Roy tak memperdulikan lagi terus saja melangkah menghampiri Melisa


" hay aku bilang kau keluar ucap melisa tegas


" plis ucap Roy


" tidak, jika kau mau melakukan Sekarang jangan harap meliatku seterusnya ucap melisa


" apa maksudmu ucap Roy


" aku akan per... ucam Melisa terpoting


" iya iya , aku akan menahannya ucap Roy menyerah

__ADS_1


" kau keluar lah, aku mau mandi ucap Roy


Bersambungan


__ADS_2