
🌹🌹🌹🌹
" Baik nona ' ucap Deni lalu berdiri memapah Tubuh Roy , melisa juga ikut membantunya
saat sampai di pintu kamar melisa caca dan bu bidan yang sedang mengobrol setelah tadi bu bidan memeriksa Rendra
" ca 'panggil melisa
" ya ada apa ' ucap caca yang melihat melisa sedang membantu memapah pria asing menurut caca
" bisa tunggu dulu di luar dan juga ajak bu bidan juga ca 'ucap melisa
" baik lah kak 'ucap caca lalu mengajak bubidan keluar "ayo bu kita tunggu aja di luar ucap caca sembari mempersilahkan bubidan untuk menuju keruang tamu
" iya' ucap bu Bidan
setelah caca dan bu bidan keluar melisa dan Deni melangkah menuju ranjang , merebahkan tubuh Roy di sebelah Rendra..
Hah... hah... ya ampun bener bener seperti gajah nih orang berat bener ' grutunya sembari memijit memijit pundak sebelahnya serasa sakit
" terus ini gimana caranya agar Tuan mu bangun ??? melisa " siapa namamu ucap melisa y benar saja melisa tidak tau
" Dokter yang biasa menanganinya sudah ada di jalan nona jawabannya " nama saya Deni nona pangil saja Deni ucap Deni
" Baik lah, saya keluar dulu ucap melisa melangkah menuju ke ruang tamu
" maaf lama bu ucap melisa sembari duduk di salah satu kursi
" iya tidak papa mbak ucap bu bidan
" bagaimana keadan anak saya bu ucap melisa
" hanya panas biasa, setelah nanti minum obat perlahan panas nya akan turun' ucap bu bidan
" baik bu saya mengerti ucap melisa " sebentar ya bu ucap melisa lagi lalu melangkah masuk ke kamar mengambil uang
beberapa kemudian ada orang yang mengucapkan salam
" assalamu'alaikum ucap yang baru datang
" waalaikumsalam, ucap yang di dalam
caca menuju ke keluar " Walaikumsalam, eh mau cari siapa ya mas' ucap caca
" apa bener ini rumah nona Melisa nona ucapnya Revan
melisa yang sudah ada di belakang pun heran
" iya iya ucap caca gugup
__ADS_1
" ada apa ini, ucap melisa dibelakang
" ah ini ada orang yang mencari kakak ucap caca
" oh 'jawab melisa
" ada apa mas mencari saya, ucap melisa
" saya dokter yang di perintah oleh asisten tuan Roy untuk cepet ke sini ucap Revan
" o... ya sudah silahkan masuk, mari saya antar ucap melisa " ca kamu anter bu bu bidan ya ucap melisa
beberapa saat kemudian Roy sudah di priksa juga sudah di kasih obat melisa, degan perdepan kecil bersama asisten deni pada akhirnya melisa pun menyerah
Deni degan Revan pun sudah pergi entah kemana, sedangkan caca keluar untuk membeli sayuran dan lainnya untuk di masak.
kini tinggalah melisa sendiri yang sudah nampak lelah akibatnya mengurus dua orang lelaki berbeda usia. Roy saat ini belum juga sadar sedangkan rendra sedang tidur sehabis makan dan juga minum obat
tak terasa jam begitu cepat menunjukan pukul jam 20.00 malam, melisa yang baru bangun tidur setelah beberapa jam yang lalu memasak . melisa mengerjapkan matanya sembari melihat sekeliling nampak lah dua orang yang menatap degan wajah tersenyum
" eh kalian sudah bangun ucap melisa ke rendra dan juga Roy
mereka kompak mengangguk
" ah ya ampun , melisa mengelengkan kepala
" kau sudah sadar bukan jadi kau bisa kembali ke tempatmu 'ucap melisa degan tatapan kebencian entah kenapa setiap melihat mata Roy mendadak menjadi emosi
melisa beranjak lalu mengedong rendra menuju kamar caca, menitipkan sebentar lalu melisa kembali lagi
" apa kau tidak mendegarnya ucap melisa tegas kenapa kau menangis !!! degan senyum sinis
degarnya aku tidak perduli , aku tidak akan bersimpati terhadapmu ' lalu mendekatkan mukanya ke Roy " camkan itu 'ucap melisa degan nada tegas dan tatapan mata yang tajamnya lalu melisa berdiri tegak kembali
" mungkin aku sudah terlambat meminta maaf pada mu tapi ....
" maaf mu sudah tak ada gunanya potong melisa, sekarang kau pergi dari sini 'ucap melisa
sebenarnya dalam hati merasa kasihan namun kebencian yang begitu besar
Degan susah payah Roy beranjak walau badan tak mampu tetapi ia tahan lalu mendekat ke arah melisa " mel ku mohon ucap Roy lalu bersimpuh di kaki melisa
sontak melisa mundur " apa yang kau lakukan,!!! berdiri tidak !!!! Ucap melisa degan nada tegas
mengeleng " tidak aku.. tidak akan berdiri sebelum kau maafkan aku ' ucap Roy degan nada yang amat lemah
melisa mendegar suara perut Roy, merasa geli
berbeda degan Roy yang sudah terbiasa tidak merasakan apa pun
__ADS_1
" simpan maafmu itu !!! lebih baik kau makan, aku tidak ingin kau pingsan lagi ucap melisa lalu melangkah
baru dua langkah melisa menuju keluar Roy terhuyung hampir kepalanya ke bentur ranjang untung saja melisa tak jauh degan sigap melisa berlari nenuju Roy
" hay kau tidak papa ' ucap melisa degan nada cemas juga jantungnya serasa ingin copot karena takut terjadi sesuatu untung saja bisa menahanya
mengeleng.... Roy
" Ah syukur lah ' ucap melisa sembari mengelus dada " ah sudah lah , berhubung aku baik hati malam ini kau bisa menginap disini dan ya aku keluar dulu mengambil makanan untuk mu ucap melisa lalu keluar menuju ke meja makan mengambil bubur yang tadi siapkan " suah dingin 'lalu memanaskan kembali
melisa berdiri di samping tempat Roy berbaring " nih kau makan dulu ' ucap melisa memberikan mangkok yang berisi bubur
perlahan Roy menerima mangkok yang di berikan Melisa degan tangan gemetar
" ya Allah ' menghebuskan nafas berat melisa mendudukan bokongnya di sebelah Roy degan sangat kasar * kalu begini caranya kesabaran ku bener bener abis dalam hati degan wajah tak terbaca
" ah sudah lah , buka mulut mu ' ucap melisa bener bener terselut emosi sebenarnya dirinya juga sangat lapar " cepetan !!!
Degan perlahan Roy membuka mulutnya degan mata yang sayu * trima masih, setidaknya kau masih ada sedikit rasa kawatir terhadap ku 'ucapnya dalam hati
tak terasa bubur yang di makan Roy pun sudah habis
" ini obatnya , hay kau tidak bawa pakean ganti tanya melisa
" mungkin di mobil ucap Roy lirih
melisa bener bener kesel pasalnya harus menuggu lagi. niatnya setelah Roy sadar ingin mengusirnya tetap melihat tubunhnya nampak lemah menjadi tak tega
melisa menggigit bibirnya sembari memejamkan matanya untuk mengontrol emosi lalu menghela nafas
melisa menuju lemari mencari baju yang pernah di curi dulu dan melisa melangkah menuju kamar ibu yani
tok tok tok
ceklek
" eh mel ada apa 'tanya ibu yani
" em begini bu, apa kah ibu punya kain sarung ucap melisa
" ada sebentar 'ucap ibu yani lalu melangkah menuju lemari " ini mel sembari menyerahkan kain sarung di tanganya
" Trimakasih bu, maaf bu mel mengganggu 'ucap melisa menerima lalu kembali melangkah menuju kamar
" iya lalu menutup pintu kembali
melisa yang sudah kembali menyerah kan kemeja putih dan juga kain sarung
dan
__ADS_1
Bersambung