Anak Genius Tuan Presedir

Anak Genius Tuan Presedir
DI HADANG PREMAN


__ADS_3

🌹🌹🌹


kini ketiganya sampai di depan butik ternama, yang membuat Melisa bener bener tak mau turun .


" ngapin kau bawa aku ke mari ?. tanya Melisa menatap tajam ke Suaminya. Harga satu baju aja sangat mahal , terlihat jelas melihat dari tempatnya


" katanya mau beli pakean, sekalian kau ganti aja di sini ! kata Roy cuek


" tapi kan disini pakeanya sangat mahal Roy dan lagi aku juga belum mandi ucap Melisa


" ayo turun, apa mau aku gendong lagi ucap Roy


" iya iya ucap Melisa sembari mengandeng tangan Rendra


Rendra sama sekali tak memperdulikan apa yang orang tuanya bicarakan yang terpenting keduanya ada di sisinya saja sudah membuatnya senang


ketinganya masuk kedalam butik


nampak wanita setengah baya mengulum senyum ke arah Roy


" wah ... suatu kehormatan bagi kami karena Tuan sudi singgah di butik kecil ini ucap wanita setengah baya


Roy menampakkan wajah biasa aja


" kau layani istriku degan baik ucap Roy datar


" baik Tuan , mari nona ucap Wanita setengah baya


" mama kesana dulu yah sayang lalu beralih ke arah Roy kau jaga putraku ucap Melisa


beberapa saat kemudian Melisa menghampiri keduanya yang sedang asik memandang hp masing masing.


" ehem Melisa berdehem


" eh mama ucap Rendra


sedangkan Roy terpakau melihat Melisa


" ayo kita pulang ucap Melisa mengajak keduanya


" papa ayo ucap Rendra membuyarkan tatapan takjub ke Melisa


" ah, i.. iya ucap Roy gugup


setelah Melisa membayar barang yang ia beli ketiganya pun keluar menuju mobil kembali ke kantor


beberapa saat kemudian mobil yang di kendarai Roy pun berhenti di depan gedung perusahaan miliknya ketiganya masuk degan Beriringan degan Rendra sebagai pembatas untuk ke dua orang tuanya


nampak jelas keluarga kecil yang bahagia, sebagian karyawan yang melihat pun sangat senang tapi ada juga yang merasa iri


setelah ketiganya masuk ke ruangan


Roy langsung duduk di kursi kebesaran nya untuk mengecek berkas yang sudah tersusun rapi di mejanya, sedangkan Melisa membuatkan kopi dan juga teh serta susu dan tak lupa cemilan favorit nya


tadi saat di perjalanan, melisa sempat mampir ke supermarket untuk membeli cemilan dan juga yang lainya

__ADS_1


sedangkan Rendra sendiri juga asik memandang hpnya


Tok Tok Tok


masuk


ternyata yang masuk asisten Deni yang memberikan berkas


" ini tuan berkas yang anda minta ucap Deni


" sudah kau teliti srmua ucap Roy yang menerima berkas diberikan Deni


" sudah tuan, dan ya 10 menit lagi ada miting ucap Deni


" baik lah kau kesana duluan ucap Roy tanpa mengalihkan pandangan nya


" baik tuan ucap Deni dan berlalu meninggalkan ruangan Roy


setelah Deni keluar Roy menghampiri Melisa yang sedang di kamar pribadi


" Mel aku mau miting, mungkin agak lama, tapi aku tadi sudah memesan makanan ucap Roy


" oke , baik lah. trimakasih ucap Melisa sembari tersenyum


setelah berpamitan degan melisa Roy keluar menuju tempat miting


seketika hawa dingin pun mencengkram setelah Roy masuk keruangan, semua orang nampak takut


tibalah Roy membuka suara


" Belum tuan salah satu dari karyawan degan nada gugup


seketika Roy teryenyum miring " heh hanya ucapan itu lah yang keluar dari mulut Roy. seketika hawa panas pun mencengkram


" kau sudah menemukan orang yang sedang bermain main degan ku Deni ucap Roy lantang


" iya tuan namun saya belum sepenuhnya yakin, karena bukti yang saya dapatkan belum cukup kuat ucap Deni tegas


"baik lah, sepertinya aku harus hati hati tersenyum meyiranggai sebenarnya Roy sudah mengetahui namun Roy ingin bermain main


" apa selanjutnya rencana kalian untuk mengebalikan lima persen itu, aku tunggu kabar baiknya besok tepat jam 1 siang, kalian mengerti ucap Roy datar


" kami mengerti tuan ucap semua orang


" kau tutup miting ini tapi kau beri sedikit penjelasan agar mereka semua paham, aku pergi dulu ucap Roy


" baik tuan, saya mengerti ucap Deni


setelah Roy keluar Deni pun menjelaskan semuanya


sedang kan Roy masuk ke ruangan kejanya, perlahan ia membuka pintunya


ceklek


nampak lah dua orang yang sedang menikmati makanan yang ia pesan tadi

__ADS_1


keduanya pun secara bersamaan menengok ke arah pintu


" wah, cepat sini pah. makanan ini sangat enak. kau tau ini semua makanan favorit ku ucap Rendra senang dan sangat menikmati semua makanan nya


" betul apa yang putra ku ucapkan tadi mel ucap Roy sembari melangkah menuju keduanya duduk


" em sembari menganggukkan kepalanya" duduk lah ucap Melisa


degan cekatan Melisa mengambil kan makanan untuk Roy " makan lah ucap Melisa


ketiganya makan degan tenang hinga makanannya pun habis


" kau pulang lah ke Rumah nanti ada supir yang akan mengantarmu, kau bosan bukan , di sana ada banyak maid yang akan membantumu ucap Roy


" emang disini kau punya rumah? ucap Melisa ya memang tak tau , pikirnya mungkin saja akan menginap di hotel


" ia, dulu aku sempat ingin menetap di sini , mungkin saja jika kau mau kita bisa pindah kesini ucap Roy


" akan ku pikirkan nanti, baik lah aku dan Ren akan pulang duluan. kau nanti pulang jam berapa? mungkin aku bisa masakan makan untuk mu ucap Melisa sembari membereskan bekas makanan tadi


setelah berpamitan degan Roy kini melisa sudah ada di lobby menuju mobil yang sudah menunggu nya


mobil yang di tumpangi melisa dan juga Rendra perlahan meninggalkan gedung


tiba tiba di tegah perjalanan yang sedikit sepi ada dua motor besar menghentikan mobil


" turun kalian !!! kalo tidak saya akan memecahkan kaca mobil ini , !!! ucap satu penjahat


sedangkan di dalam mobil


sopir nampak gelisah tak tau harus berbuat apa karena pereman tersebut bukan hanya dua tetapi ada empat orang yang bertubuh besar


" saya aja pak yang akan turun ucap melisa ke pak sopir


lalu beralih ke putranya " sayang mama keluar dulu yah, Ren hubungi papa oke ucap Melisa menenangkan Putranya


" mama tidak usah turun lagian kan sebentar lagi ada yang menolong kita ucap Rendra yang nampak biasa aja


sedangkan di luar para preman sudah mengepung , salah satunya menjalankan aksinya yaitu menggoreskan pisau di kaca mobil dan dua preman lagi mengpes kan ban mobil satunya lagi bersender di mobil


" hitung sampai 3 jika tidak ada yang mau turun , jagan salahkan kami nyawa kalian akan melayang di sini juga ucap salah satu preman yang sedang membawa pistol dan juga membawa pematik


melisa yang mendengar ucapan preman tersebut pun membuka mobil


" apa yang kalian ingin kan ucap Melisa lantang


" saya mau nyawa mu dan anak mu ucap salah satu preman


" saya tidak punya salah ke kalian kenapa kalian menginginkan nyawa kami ucap Melisa ingin mengulur waktu


sedangkan Rendra sudah menghubungi Roy


Roy yang mendegar pun merasa cemas , degan terburu buru sembari menelfon Deni Roy langsung masuk ke mobil lalu melesat begitu saja tanpa menunggu Deni


bersambung

__ADS_1


__ADS_2