
Menit berganti jam dan seterusnya akhirnya melisa dan putranya sudah sampai di tempat tujuan. keluar dari bus secara bergantian
kini melisa sedang menuggu anggkutan umum menuju rumah kecil yang pernah melisa beli sekitar 3 tahun yang lalu
bodyguard masih setia mengikuti melisa dari arah Rendra
" nanti kita makan di rumah aja ya sayang ' ucap melisa setelah turun dari bus sembari menggandeng tagan sang putra
" iya ma . ren juga mau lanjut bobo, badan ren sakit semua ucap renda mengadu ke melisa
melisa mendegar sang putra badanya sakit merasa cemas '' ya ampun sayang sini mama gendong .
🌹🌹🌹🌹
disisi lain
Roy yang mendegar rendara badanya sakit pun ikut cemas, mendadak tidak fokus bekerja
Roy langsung menekan telpon di samping untuk menghubungi asisten
telfon terhubung
" Deni cepet kau kemari ' Triak roy
Roy langsung memutuskan telpon begitu saja tanpa ada jawaban dari sang empu
Deni yang baru memasang benda pipih ke telinga langsung lolos begitu saja mendegar suara yang begitu nyaring " ya tuhan, ada apa dengan tuan memungut kembali lalu ngacir ke ruang sang Tuan
saat sampai di depan ruang sang tuan Deni masuk tanpa mengetuk pintu karena terlalu panik " Tuan apa yang terjadi ' degan nafas yang memburu " Apakah tuan baik baik saja ucap Deni lagi " apa...
Roy sudah tersulut emosi karena Deni bayak bertanya" STOP !!!!! aku memanggil mu kemari karena aku sudah tidak sabar ingin berangkat kesana. sudah kau siapkan semua !!! .
Deni yang mendegar bentakkan sang tuan tidak permasalahan kan yang Deni takut kan jikalau tuanya terjadi suatu " sudah beres semua tuan ucap Deni sembari mengelus dada
" Bagus , ayo berangkat sekarang !! kau ambil berkas itu bawa aku akan menyelesaikannya nanti !!! ucap Roy tegas meniggalkan Deni yang mengambil berkas
🌹🌹🌹🌹🌹
di sisi lain
" gak usah ma, mama kan juga repot bawa koper . ucap rendara kasian juga melihat mamanya repot
" gak papa sayang 'ucap melisa berjongkok mengulurkan ke dua tangannya untuk meraih tubuh sang putra
" Tidak ma, ren masih bisa jalan kok ' ucap rendra meraih tangan mamanya untuk segera berjalan
" Baik lah kalo ren maksa ' ucap melisa menuruti ucapan sang putra melangkah" kita duduk dulu disini aja ya sayang ucap melisa
__ADS_1
" Primisi bu saya boleh numpang duduk di sini sebentar ucap melisa ke ibu penjual warung makan
" silah kan nak, apa sekalian mau makan ??? ucap ibu warung yang nampak ragu
" bungkus aja buk , tapi lauknya aja y bu 'ucap rasanya tak enak hati jika numpang duduk tapi jualanya tidak di beli
" baiklah nak, tunggu ya sebentar ucap ibu warung
" iya bu.
" sayang badanya masih sakit ' tanya melisa
" masih ma ' ucap rendra
" aduh bagaimana ini, sini sayang mama kasih minyak telon dulu sambil mama pijit. mana yang sakit sayang ucap melisa yang sangat kawatir
2 bodyguard yang slalu mengikuti melisa pun sudah greget rasanya sudah tidak sabar untuk menolong melisa takut tuan kecilnya kenapa napa
" permisi nona, boleh saya bantu' ucap salah satu bodyguard
" ehh.... kalian siapa,??? ucap melisa sedikit heran
" saya orang yang di utus tuan untuk menjaga nona dan tuan kecil ucap bodyguard
melisa bingung " saya tidak mengerti ' ucap melisa lagi " memang tuan kalian siapa ' tanya melisa
" saya tidak percaya, mungkin saya kau hanya modus. coba kau hubugi tuan mu ucap melisa takut orang jahat / pun perampo
"Baik lah nona , saya akan hubungi ucap bodyguard
telfon terhubung
" hello ada apa !!! suata yang sangat tegas
" Tuan saya mau membantu nona ,tapi nona tidak mau takut saya orang jahat dan saya sudah jujur kalo saya suruhan tuan. kalo begitu tuan saja yang bicara Ucap bodyguard
" baik lah, berihan kepadanya ucap Roy
" hello ucap melisa
" (....)
" hello ' ucap melisa lagi
"( .....)
" hay tuan apa kau masih disana ucap melisa
__ADS_1
" (....)
" ini, tuanmu tidak menjawab ucapanku apa dia bisu ucap melisa mendadak menjadi emosi , sembari mengelus dada untuk mengontrol emosinya sembari mengulurkan telponnya ke bodyguard
bodyguard tersebut menerimanya tapi degan wajah yang amat amat bingung
telfon pun terputus
" ah sudah lah mending kalian pergi 'ucap melisa
rendra yang dari tadi mendengarkan perdebatan pun hanya bisa nemejamkan matanya karena tiba tiba suhu tubuhnya bener bener sakit
" mama badan ren sakit ucap rendra
melisa sudah tidak bisa menahan rasa kawatirnya lagi pun seketika meneteskan air mata " ren kenapa tiba-tiba badan mu panas sayang ucap melisa langsung meneluk sang putra lalu mengendongnya buru buru pergi untuk mencari kendaran
melisa merogoh tas kecilnya untuk mengambil uang untuk membayar lauk yang tadi di pesen " ibu ini saya bayar ucap melisa lalu meraih koper melangkah menuju tukang ojek
" pak anter kan saya ke jl ******ucap melisa
" Baik mba ucap tukang ojek
🌹🌹🌹🌹
disisi lain
mendengar suara melisa mendadak menjadi bisu, entah apa yang telah merasuki pikiranya walau setiap hari mendengarkan suara melisa melalui alat sadapnya tetap saja seaakn mulut sudah terkunci
" tuan ucap deni
(....) Roy
" tuan ucap deni lagi
(....)
akhirnya menupuk lengan tangan Roy untuk menyadarkan lamunannya " Tuan ucap deni
" hah, kau sudah berani terhadap ku Dini !!!! degan suara menggelegar ucap Roy
" Tentu saja tidak tuan , tapi apa yang menggangu pikiran tuan ucap Deni yang sudah sadar dari lamunan nya
" kau hubungi Revan untuk menyusul ku dan kau suruh orang untuk menyiapkan mobil , berapa lama lagi kita sampai ucap Roy
" baik tuan, mungkin satu jam lagi 'ucap deni sambil memegang benda pipih untuk mencari kontak untuk menghubungi revan dan juga mengecek lokasi yang bisa cepat mendapatkan mobil
bersambung
__ADS_1