
🌹🌹🌹🌹🌹
ke esokan harinya
Setelah sarapan pagi melisa dan caca pergi ke pasar membeli bahan masakan untuk makan siang nanti
Sampai di pasar melisa dan caca membeli bahan bahan tak butuh lama bahan yang dibutuhkan pun sudah terpenuhi kini melisa melangkah keluar pasar
" ca kamu pulang duluan ya . kakak titip ren , soalnya kakak mau ke tempat orang tua kakak , kakak kangen banget sama mereka " ucap melisa yang sudah di depan tukang ojek
" Baik lah, kakak hati hati ya. jika nanti ada masalah jangan lupa hubungi aku " ucap caca
" baik lah caca ku sayang "ucap melisa
akhirnya mereka pun berpisah
Melisa sampai di tempat yang di tuju, kemudian melisa duduk di bawah pohon tak lupa memakai masker juga topi agar orang tak mengetahui dirinya
* ibu mel kangen , mel ingin peluk ibu "batin melisa melihat sang ibu sedang menjemur pakean di samping rumah
Sepasang mata yang melihat gerak gerik Melisa di arah belakang orang itu merasa curiga
* siapa wanita ini melihat bibi seperti itu batin orang yang melihat Melisa
Orang itu pun menepuk pundak melisa " kau siapa !!! ucap orang itu
Melisa menoleh siapa yang berani beraninya menepuk pundaknya .
Melisa terkejutnya siapa yang telah menepuk pundaknya , sepupu yang selalu iri deganya,siapa lagi kalo bukan maya
" em saya ... " ucapan Melissa terpotong ketika maya menarik paksa masker dan topi yang ia pakai
" heh, punya nyali juga kau pulang " ejek maya serta teriakan yang menggegerkan banyak orang
Maya tersenyum sinis , saat melihat Melisa mati kutu
" masih tak punya malu rupanya ya " Triak Maya lagi kedua tangannya di lipat depan dada
Seketika para warga berkumpul mengelilingi Melissa
Banyak omongan para warga yang memakai , mencemooh Melissa
Melisa tak berdaya , lemas yang ia rasakan , diam seribu bahasa
Lontaran yang terdengar sangat sangat tak pantas untuk di dengar
__ADS_1
Ibu melisa pun terkejut , semua orang berkerumun , Di kebingungan itu wanita setengah baya itu pun mendekati
" ini ada apa nak " tanya ibu melisa ke salah satu gadis di sana
" itu melisa bu, apa ibu tidak tau " jawab gadis tersebut
Dalam hati Melisa mengerutugi dirinya * ya tuan ini lah yang aku takutkan " batin Melisa meringis
" mel " panggil sang ibu
seketika melisa menengok , arah suara yang memanggil dirinya " ibu " Melissa terkejut saat melihat sang ibu yang tak jauh dari dirinya
" hay j****g sudah bayak pria h****g belang yang kau layani ucap maya sinis
" stop maya, jangan kamu ungkit kejadian 7 tahun lalu, bibi sungguh menyesal tak bisa menahan mel pergi. jika kamu mengatakan kata kata itu lagi jangan harap bibi akan memaafkan mu ucap ibu melisa tegas yang sudah merangkul tubuh melisa
" Apa bibi tidak malu jika j****g ada di kampung ini. nanti kampung ini akan tercemar ucap maya
keributan pun terjadi semua orang memojokan melisa
Melisa sudah tak bisa menahan air matanya " ibu lebih baik mel pergi, mel baik baik aja ko bu . jika ibu ingin mengunjugi mel ibu telfon mel. ini hp mel bu nanti ibu hubungi caca atau pun tisa ya bu. mel pamit ucap melisa lalu mencium punggung tangan ibunya degan Air mata yang terus mengalir
" baik lah nak ucap ibu melisa nampak sangat sedih melihat putrinya di hina
Dengan perlahan Melissa menarik kakinya dari tempat itu , rasanya begitu berat harus menjauhi sang ibu
Hati melisa bener bener sakit, setiap ucapan yang di lontarkan semua orang * apa kah aku seburuk itu kah batin melisa melangkah degan kepala tertunduk tak berani melihat semua warga yang memandangnya rendah tapi nampak ada sesuatu yang menghalagi tapi entah lah melisa tak tau tiba tiba kepalanya membentur sesuatu
duk
" aduh" Melissa sedikit meringis akibat benturan sangat keras , Melisa meraba arah yang di tabrak tadi
" ini apan sih ko berasa ada tembok di depan ku" melisa mengelus jidat nya yang tersa sakit degan menutup matanya karena terbentur
" aih ,bener bener sial "
ucap melisa lagi " gak tau apa orang lagi sedih kaya gini " gerutu Melissa
Nampak semua orang pun mlongo melihat sosok pria tampan yang di tabrak melisa
" hay tembok kenapa ada di sini sih , perasaan ini masih di jalan deh " melisa
melisa masih belum menyadari bahwa yang di tabrak adalah tubuh bukan tembok seketika melisa meraba " eh kok temboknya kenyal terus kotak kotak gitu. kenapa baunya sangat wangi sih sambil mengendus ngedus tubuh Roy
Roy bener bener di buat tegang pasalnya yang di bawah sana sudah ingin memberontak degan setiap sentuhan sentuhan melisa karena sudah tak tahan lagi Roy membuka matanya " Stop mel !!! degan nada tinggi
__ADS_1
melisa kaget degan triakan Roy " Eh kok suaranya .... melisa membuka matanya betapa terkejutnya yang di hadapan nya itu Roy " eh kenapa kamu ada disini ucap melisa lalu mundur beberapa langkah
"emang kenapa, kau jangan coba coba kabur sayang, kau harus tanggung jawab ucap Roy degan nada tinggi
semua orang seakan menoton drama korea
* ini orang kesambet setan apa sih bisa bisa nya dia ngomong sayang seenak jidat nya. awas aja kau batin menatap Roy degan tatapan sinis * ah akan ku manfaatin aja dia batin melisa degan senyum licik
" ehem' dehem melisa " siapa sih yang mau kabur sayang ucap melisa
degan gaya centik melisa mendekat lalu melingkarkan tanganya ke tangan kekar milik Roy lalu menyenderkan kepalanya
" perkenalkan semua dia ini adalah pria hidung belang yang di bilang bibi maya tadi dan sekali gus suami tercintaku. iya kan sayang ucap melisa sembari mengedipkan satu matanya ke arah Roy
Roy tak terima ingin sekali membukam mulut melisa, namun kata terahir membuatnya seakan terbang ke langit hatinya pun berbunga bunga
"tentu saja sayang ucap Roy sembari mengelus rambut pajang melisa yang di kucir kuda
" ibu ini orangnya, dia lah ayah dari anaku ucap melisa
Rendra yang di dalam mobil pun keluar karena ingin tau apa yang terjadi , Rendra tidak tau kalo di kerumunan banyak orang adalah mamanya
langkah kecilnya pun perlahan melanju menyelinap masuk kedalam kerumunan orang * loh ko mama, ada apa ini batin Rendra
Rendra pun mendegar semua orang membicaraka mamanya pun sudah faham " mama " panggil Rendra
" loh ko kamu ikut sayang ucap melisa lau berjongkok menghadap Rendra
Semua orang pun terjengkang apa yang di lihat bener bener membuanya sangat shok
" ayo sayang kita ke rumah nenek dan juga kakek terus bibi Ani ucap melisa Memperkenalkan semua keluarganya
" Baik ma , ayok pa ucep rendra lalu menarik tangan Roy
" ayo bu, nanti mel akan menjelaskan semuanya ucap melisa
" ibu ibu semua nya saya pamit " melisa sebelum menuju rumah yang sangat di rindukanya
"ayo nak ucap ibu melisa
kini mereka sedang duduk bersama di ruang utama Roy dan Rendra diem tak mengeluarkan suara
Sedangkan melisa dan ibunya masak untuk makan siang untung saja ada bahan bahan walaupun Seadanya. lalu melisa memanggil keduanya untuk makan siang
selesai makan melisa menuju kamar
__ADS_1
yang dulu ia tempati, ibu melisa pun ikut masuk kedalam melisa
bersambung