
Aulia putri Permana adalah wanita shalihah ,cantik,berkulit putih dan baik.
Aulia tinggal dipinggiran kota jakarta dipanti asuhan.Dari kecil ia selalu dibiasakan hidup mandiri dan hidup sederhana.
"Pagi bunda". Sapa aulia
"Pagi juga sayang" Jawab ibu rita.
Ibu rita adalah orang yang mengurus anak-anak panti sehingga anak-anak panti memanggilnya dengan kata 'bunda'
"Lia kamu mau berangkat sekalian sarapan dulu ya nak" Ucap ibu rita.
"Emm tidak usah bun,aku masih banyak tugas di sekolah,maafin Aulia ya bun" jawab Aulia ramah
"Ndak apa-apa kok sayang. Tapi sampai disana jangan lupa makannya ya" kata bu rita mengusap pucuk kepala aulia
"Siap Bun. Kalau begitu Aulia pamit. Assalamualaikum." kata Aulia menyalim tangan Ibu rita.
"Waalaikumsalam. Hati-hati ya sayang". Ucap ibu Rita melambaikan tangannya.
Dibalas anggukan oleh Aulia lalu melambaikan tangannya.
......................
Aulia lebih memilih untuk berjalan sekaligus menikmati udara pagi. Entah kenapa dia merasa hari ini terakhir kalinya dia akan merasakan seperti ini.
"hmmm..Indahnya pagi-pagi seperti ini". ucapnya tersenyum sambil memejamkan mata dan menghirup dalam-dalam udara segar dipagi hari.
__ADS_1
Ketika hendak menyebrangi jalan begitu kagetnya ia melihat mobil dengan kelajuan tinggi menuju kearahnya. Tapi dia tidak bisa apa-apa dan akhirnya
BRUKK
Seketika tubuh Aulia terjatuh bersimbah darah.
"Bunda,ayah aulia minta maaf____". belum sempat menyelesaikan ucapannya tangannya terjatuh dan tergeletak ditrotoar. Ia tak sanggup meneruskan ucapannya.
Sedangkan mobil menabrak tadi sudah pergi. Sepertinya supir itu sedang mabuk. Hingga tidak menyadari menabrak seseorang.
Seorang bapak-bapak yang melihat korban kecelakaan segera menghampiri korban itu. Bapak-bapak itu berteriak meminta bantuan
"Tolong,tolong disini ada korban tabrak lari!!". teriak bapak-bapak itu. Kemudian terjadi keramaian dijalan raya menuju pondok pesantren tersebut.
Seorang wanita yang lewat dijalan itu merasa heran karna masih begitu pagi tapi dah begitu ramai.
"Yang,ini ada apa ya kok ramai banget sih jadinya telat deh". ucapnya cemberut.
"Baiklah kalau begitu".
Keduanya turun lalu bertanya kepada salah seorang wanita tua yang berdiri dihadapan mereka.
"Permisi bu,sebenarnya ada apa ya kenapa terlihat sangat ramai?" tanya wanita itu dengan raut wajah penasaran.
"Inngih neng,barusan 15 menit yang lalu terjadi tabrak lari" jawab wanita tua itu.
"Lalu dimana korbannya bu?apa saya boleh melihat?siapa tau saya mengenalnya".
__ADS_1
"Inggih atuh neng" katanya mundur dan memberi sedikit jalan untuk wanita tadi.
DEG
Begitu disambar petir rasanya saat melihat korban itu adalah sahabatnya. Air matanya tak bisa dibendungnya,akhirnya dia menangis histeris dan memeluk tubuh kaina.
"Aulia tolong jangan seperti ini,tolong bangun,jangan tinggalin aku Aulia.." UCAPNYA terisak-isak. Sedangkan suaminya berusaha menenangkannya.
"Sayang tolong jangan seperti ini,baiklah gimana kita bawa dia segera ke RS terdekat saja?". tanya suaminya membujuk istrinya.
"Baiklah,cepat bawa dia. Aku yakin dia akan bertahan".ucapnya menangis.
Amin segera melajukan mobilnya agar nyawa kaina tertolong.
"Yang,percepatkan supaya bisa tertolong.." kata kayla khawatir.
Sedangkan darah itu terus mengalir segar dari kepalanya.
Sesampainya dirumah sakit. Amin dan kayla segera membawa kaina kedalam rumah sakit
"Dok tolong tangani pasien,lakukan yang terbaik buat sahabat saya dok.." ucap kayla memohon dengan air mata yang membasah dipipinya.
Kayla terus menangis dan suaminya terus menghiburnya.
"Yang,lebih baik kita sholat dulu kemudian berdoa untuk kesadaran dan kesembuhan Aulia."ucap amin.
Lalu dijawab anggukan oleh Kayla. Mereka dengan cepat mencari musholla. Setelah mengambil wudhu,mereka sholat berjama'ah.
__ADS_1
Lalu mereka mendoakan kesembuhan Aulia. Setelah itu ,mereka kembali menunggu sampai-sampai mereka lupa mengabari bunda Aulia.
"Assalamualaikum,Halo bu saya mau mengabari kalau Aulia sekarang berada dirumah sakit. Bu tolong datang yah."kata Kayla sedangkan ponselnya ditempelkan ditelinganya"