Anak Kembar

Anak Kembar
Part 9


__ADS_3

*****


"Baik selesai pelajaran untuk hari ini. Permisi." Ucap Bu Nita.


"Oh tadi kamu kan mau traktir aku ya? yaudah kita langsung ke Cafe gimana?" ujarnya.


Hufth,,, gumam aurel.


"Hahaha jangan bilang kamu lupa atau ingkar janji ya!?" Lisa melirik aurel dengan senyuman kemenangan.


"Iya,iya bawel. Aku bukan tipe yang mudah ingkar janji" Katanya pasrah membuang nafas kasar.


…………


"Mam,apa amnesia itu begitu lama?" tanya aurel dengan raut sedih.


Begitu teriris hatinya mendengar pertanyaan yg dilontarkan aurel. Dia juga bingung semua cara sudah ia lakukan tapi hasilnya tetap sama.


"Princes.." Panggil momynya dengan mata berkaca-kaca.


"Maafin momy ya nak. Momy tidak menjagamu dengan baik. Lihat apa yg terjadi,momy memang bukan orang tua yang baik. Kalau saja saat itu momy tidak ke toilet pasti kamu akan tetap aman..hiks..Maafin momy sayang" Sahut momy sindy disertai penyesalan.


Aurel menggapai tangan momynya memberi kehangatan lalu menggelengkan kepalanya pertanda semuanya tak benar.


"Mom.. Ini bukan salah momy. Ini salah aurel,tapi momy tenang aja karna aurel akan terus berusaha mengembalikan ingatan aurel."


Ia menahan tangisnya rasanya begitu rapuh seperti ini. Seakan ada sesuatu yang ganjal di kehidupannya sekarang.


Namun dia tetap berusaha tegar sebisa mungkin,karna bagaimana juga maminya juga ikut sedih melihat putri satu-satunya seperti ini.


"Mom,momy akan lakuin apapun untuk kesembuhan aurel kan?" tanya aurel.


"Iya sayang,momy akan lakuin apa aja untuk princes momy yang tercantik ini" ucap momy sindy tersenyum dan menyentuh ujung dagu aurel.

__ADS_1


"Makasih ya Mom,tapi aurel punya 1 permintaan setelah lulus nanti."


"Permintaan apa sayang?" tanya momy sindy mengernyitkan dahinya.


"Jika tidak keberatan,aurel bisa kan kuliah di luar negri?" tanya aurel dengan nafas berat.


Permintaan yang begitu berat buat momy sindy,berpisah dari putri satu-satunya yang begitu ia sayangi.


Namun jika itu demi kebaikan putrinya,maka dia akan mengalah demi kesembuhan aurel.


Matanya berkaca-kaca. Air mata tak bisa dibendung akhirnya tumpah.


"Mom,maafin aurel. Aurel tidak bermaksud untuk berpisah seperti ini. Tapi aurel ingin ingatan aurel kembali. Begitu berat rasanya melupakan semua orang yang kita kenal baik."


"Apa papy,momy,dan kakakmu belum cukup nak?" tanya sang momy


"Mom,jangan bilang begitu. Aurel idak bermaksud seperti itu. Kalian sangat begitu berarti buat aurel. Tapi Aurel merasa ada keganjalan yang tak bisa aurel ingat."


Momy aurel menghapus air matanya lalu menganggukkan Kepalanya mengerti.


Aurel tersenyum berhambur memeluk momynya..


"Makasih ya mom." ucap aurel tersenyum tapi percayalah dibalik senyuman itu banyak luka yang terus dipendam.


"Aaauww.." pekik aurel memegang kepalanya.


"Princes kenapa sayang?" panik momynya langsung memapah aurel ke kamar.


"Sebentar ya,momy telpon dokter sebentar."


"Mom nggak usah. Aurel baik-baik aja kok."


"Momy nggak mau ambil resiko. Tolong turuti momy sekali ini."

__ADS_1


"Mom,aurel cuman pusing sebentar. Mungkin karna pengaruh amnesia. Jadi momy nggak perlu khawatir, ya mom?." ucapnya memohon.


"oky fine,tapi sekarang princes harus istirahat ok? Tak ada kata membantah!"


Aurel menarik nafas berat lalu membuangnya kasar. "Oklah mom."


wanita cantik itu tersenyum melihat putrinya tumbuh dengan baik walaupun harus kehilangan ingatannya.


……………


"Pi,mi,kita sekarang dalam masalah!" tukasnya setelah mereka berkumpul diruangan kerja papy jefri,terkecuali aurel.


"Apa!?" Kaget keduanya.


"Ma..Maksudnya ka kita dalam masalah gi..gimana?" tanya sindy berhati-hati dengan raut penuh takut.


"Jadi gini Mi,Pi." ucap Arka Lalu menarik nafas dan membuangnya perlahan.


"Jadi sebenarnya______" Ucapannya terpotong karna Ketukan dari luar.


Tok Tok Tok


"Pi,Mi,kak" Panggil aurel pelan.


kenapa tak ada suara sama sekali. Apa mereka belum pulang? gumam nya .


"Bi surni..." Teriaknya karna rumah terlihat sangat sunyi seperti tak berpenghuni.


Bi surni mendengar teriakan nyonya mudanya langsung berlari takut terjadi apa-apa dengan aurel apa lagi kondisinya yang belum terlalu pulih.


"Ya non..." Sahut nya berlari dengan nafas terengah-engah.


"Bi,apa momy sama papy belum pulang?kenapa rumah terlihat begitu sepi."

__ADS_1


"Sudah kok non. Tadi Papy sama momy mu ke atas bareng sama kakakmu. Mungkin diruang kerja papy mu."


"Tapi kenapa tak ada suara sama sekali? Apa mereka tertidur ya?" Tanya aurel polos.


__ADS_2