
Sekarang Aulia sudah siap dan rapi dengan pakaiannya. Lalu ia memoleskan sedikit cream untuk membuat wajahnya lebih fresh.
Biasanya wanita jika memakai make up sebelum berpakaian. Tapi beda dengan Aulia,ia justru memakai nya setelah berpakaian. Ya,mungkin sudah menjadi kebiasaan nya.
Aulia memandang dirinya dipantulan cermin seraya tersenyum. Wajah yang pas dan hidung mancung dan bibir yang tidak terlalu tipis serta rambut yang di kuncir kuda,membuat dirinya terlihat begitu sempurna.
"Perfect.." Ucapnya tersenyum sambil menatap dirinya sendiri.
Setelah dirasanya puas dan tak ada yang kurang. Segera ia menyambar tas slempang nya dan segera menuju ke bawah dimana terlihat semuanya sudah siap dari tadi.
"Syukurlahh..Aa-aku hah...akhirnya nggak ketinggalan juga." Ujar Aulia sedikit terbata-bata.
"Yaampun princes. Lama banget tau nggak ? Badan kakak udah pegal nih nungguin kamu dari tadi." cerecos nya dan langsung menarik tangan adiknya menuju mobil.
"Kak lepasin kak..sakit tau.." Aulia berusaha melepaskan cengkeraman kakaknya.
Seolah tersadar apa yang ia lakukan,Arka langsung melepaskan tangan adiknya.
"Arka kamu kenapa sih? Tiba-tiba kek gitu sama Aurel? Kamu lagi ada masalah atau gimana?" Tanya Papi nya
"Emm nggak ada apa-apa kok Pi" Jawab Arka sedikit gugup
"Beneran? Lain kali kalo ada masalah,jangan diimbaskan ke orang dirumah okey?"
"Iya Pi, Arka minta maaf ya.."
"Ya kalo mau minta maaf,tuh sama adiknya bukan ke papi," Ucap Papi Jefry sambil mengangkat dagunya kearah sang adik tengah dengan ekspresi kesal.
"Aurel.. Kakak minta maaf ya.." Aulia hanya diam saja. Walaupun sebenarnya ia sudah memaafkan kakaknya tapi tetap saja ia masih begitu kesal dengan kelakuan kakaknya.
"Princes..." Teriak Arka pas ditelinga Aulia
__ADS_1
"Kakak... Aurel nggak jadi maafin kakak kalo gini!!!" Seru Aulia melirik tajam kearah Arka dan langsung masuk kedalam mobil dengan sejuta kekesalan.
...***...
"Mom,sebenar kita ngapain sih disini?" tanya Aulia.
"Mau mempertemukan kakak kamu dengan seseorang." Sahut Mom Sindy dengan bahagia
"Whatt? Mom jodohin kak Arka ya Mom?"
"Hehe iya. Tapi jangan kamu kasih tahu Kakak kamu ya."
"Salahnya kakak kamu tuh belum aja nikah-nikah. Padahal umurnya udah cukup loh." lanjut Sindy lagi
"Emangnya kak Thalla udah nikah?"
"Udah dong. Orang dia bahkan dah punya dua anak." Aulia dibuat terkejut,Pasalnya ia tak tahu apapun tentang kakak pertamanya itu.
"Hah? Kok Mom nggak pernah cerita sih?"
"Mom kalo gitu Aurel boleh kan ketemu kakak ipar sama keponakan Aurel..??"
"Boleh dong sayang."
...***...
Malam ini Aurel tinggal di Villa milik kekasihnya. Tapi kini berubah,sekarang ia tak lagi dalam keadaan diikat dikamar. Rasanya begitu senang karena bisa memperbaiki hubungan dirinya dan Levin.
Namun hal membuat dirinya sedih,karena dirinya hanya tinggal sendiri. Apalagi tempat Villa yang ia tinggali tak sebegitu ramai namun udaranya begitu sejuk
Aurel berdiri dibalkon kamarnya. Menikmati angin malam yang berhembus menerpa wajahnya.
__ADS_1
Seketika ia teringat Levin. Jujur saja ia begitu rindu,akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi Levin.
"Halo Levin" Sapa Aurel saat telponnya sudah diangkat.
"Halo sayang. Ada apa?"
"Nggak ada apa-apa sih. Cumannya aku takut disini sendiri." Sahut Aurel.
"Emangnya disana serem ya kalo malam?"
"Iya."
"Nanti aku pikirin lagi soal itu besok."
"Okey."
"Kamu lagi apa?"
"Lagi telponan sama kamu nih."
Lalu keduanya melanjutkan obrolan mereka.
Hehe Author nggak mau kepo ya.. takut ganggu๐๐
...***...
Arka tak merasa curiga sedikitpun. Ia justru terlihat begitu santai. Pikirnya kumpul keluarga. Itu yang Arka pikirkan. Karena tiga bulan ini mereka tak pernah bertemu dengan saudara-saudara mereka yang lain.
"Selamat malam pak Jefry." Ucap Seorang laki-laki paruh baya menjabat tangan calon besannya.
"Malam juga pak Arnold." Balas Jefry menyambut jabatan pak Arnold.
__ADS_1
Terasa asing dengan suara tersebut. Arka menoleh,matanya membola melihat teman papinya. Dan yang lebih parahnya lagi disamping pak Arnold ada seorang gadis.
'Gadis itu.. kenapa tak begitu asing?' batin Arka menduga-duga.