
Aurel sedikit terkejut mendengar rencana Levin.
' Dari mana ia tahu kalo aku punya saudara kembar? Apa jangan-jangan dia-' Belum saja selesai ia bergumam sendiri,Levin dengan cepat memotong
"Berhentilah merasa curiga pada ku. Kamu tidak perlu tahu aku tahu dari mana. Kamu mau kan saudara kamu selamat? Maka bekerja samalah denganku!" Kata Levin dengan lantang.
"Ckckckck,kau mengancam ku?" Bentak Aurel.
"Jika kau menerima tawaranku. Aku janji tidak akan pernah mengemis cintamu lagi." Ucap Levin sedikit menekan sambil membuang mukanya kearah lain.
Aurel hanya mampu terdiam mendengar ucapan Levin barusan. Menatap Levin dengan intens apakah ada kebohongan dimatanya, apakah dia benar-benar tak mencintai dirinya lagi? Itulah yang terus menari dipikiran Aurel.
"Lev..." Panggil Aurel dengan sendu.
"Ada apa lagi Aurel? Apa perlu aku mengatakannya sekali lagi?" Tanya Levin tegas tanpa ekspresi.
Levin hanya mengerutkan dahinya melihat Aurel yang mulai terisak dan menangis. 'Bukankah ini yang ia inginkan? Lalu kenapa ia menangis?' Batin Levin.
"Aurel.. Kok malah nangis sih hm? Jangan nangis dong. Ntar cantiknya hilang loh." Hiburnya dengan senyuman paksa.
Hatinya begitu teriris,mendengar Levin memanggilnya hanya dengan nama dan terlebih sikap Levin seolah hanya terpaksa untuk tersenyum.
Hati Aurel semakin menangis,saat ini ia menyadari bahwa Levin selama ini benar-benar tulus mencintainya. Selama ini ia terus-menerus dibutakan cinta hingga cemburuan yang kelewat batas membuatnya terjebak sendiri.
"Lev.. Aku minta maaf.. Lev.. Sebenarnya aku masih mencintaimu tapi Lev.. A-aku terlalu gengsi untuk menyatakan yang sebenarnya Lev..
__ADS_1
Kamu tahu aku bahkan sangat hancur saat mendengar rumor bahwa kamu selingkuh dibelakang aku Lev...
Aku percaya Lev.. Aku memang bodoh mau,terlalu mempercayai orang gilang itu..
Seharusnya aku mendengar penjelasanmu terlebih dahulu. Aku sangat menyesal. Maafin aku Lev.. Aku benar-benar minta maaf. Kamu maukan mengulang semuanya dari awal lagi?"
tanya Aurel dengan wajah cemas,ia harus bersiap dengan jawaban yang akan keluar dari mulut Levin.
Levin hanya terdiam. Memang rencananya kali ini berhasil yaitu membuat Aurel kembali padanya. Namun ia ragu untuk menjawab Aurel,ia juga bingung dengan perasaannya.
Ya,Levin hanya menjebak Aurel hanya dengan memakai atas nama saudara kembarnya. Karna ia yakin Aurel pasti akan luluh dengan rencananya itu.
Aurel menatap Levin dengan cemas. Ia takut Levin tak akan mau lagi balikan dengan dirinya.
"Hmm. Ok aku beri kamu satu kesempatan lagi." setelah melamun akhirnya iapun menentukan untuk menerima Aurel kembali.
Sedangkan Levin hanya mematung mendapat pelukan dari mantan kekasih sekaligus kekasihnya sekarang. Lama kelamaan iapun membalas pelukan kekasihnya.
"Karna kamu udah jadi kekasih ku maka aku akan bebasin kamu sekarang." ucap Levin tersenyum sambil mengelus puncak kepala Aurel.
"Serius Vin? Terimakasih." Sahutnya kegirangan.
"Tapi hanya bebas dikota ini saja. Apa kau mengerti nona? Ucap Levin menaikkan alisnya.
"Ha? Jadi aku tetap disini? Padahal aku kangen banget sama mommy dan papy dan juga kedua kakakku. Apalagi bertemu dengan Aulia rasanya seperti mimpi." Sela Aurel sedih.
__ADS_1
"Hei sayang. Coba tatap aku!"
"Apa kamu lupa dengan rencana kita sebelumnya hm?"
Aurel mengernyitkan dahinya,heran. 'Memangnya kapan dia mengatakannya?' gumamnya.
"Aulia sekarang masih dalam proses penyembuhan. Jika kita bongkar semua rahasia ini. Kau tahu apa yang akan terjadi?"
"Tidak. Emangnya apa?bukannya semestinya dia senang karna telah kembali?" tanya Aurel polos.
"Yaampun sayang. Justru ya dia itu akan syok dengan kenyataan yang ia terima. Kita harus bersabar sampai waktunya tiba."
"Heum baiklah. Aku akan lakukan apapun asal untuk adikku bahagia. Em tapi omong-omong sekolahku gimana?"
"Kamu akan homeschooling gimana sayang? Atau kamu mau sekolah nanti aku cariin sekolah yang bagus buat kamu. Tapi kemana-mana kamu harus bareng Pak mamad ya."
"yaampun aku juga nggak bakal lari kali Vin!"
"Iya pokoknya kalo pilih sekolah diluar itu syaratnya. Nanti tiap minggu aku akan kesini dan kita bisa tiap hari Vidio Call."
"Baiklah lebih baik aku dirumah saja. Biar bisa menjaga hati seseorang." Sindir Aurel melirik Levin.
Levin hanya terkekeh mendengar sindiran kekasihnya.
...ΩΩΩ...
__ADS_1
...Tolong beri dukungannya ya guys.. Heumm seppiii banget ya.. Yaudah kalo gitu aku istirahat bae.. Sehat-sehat ya semuanya.. Bye👋👋.....
...~Good night~...