Anak Kembar

Anak Kembar
Part 33


__ADS_3

"CUKUPP!!" Teriakan penuh emosi itu keluar dari bibir Aulia.


Dengan kedua tangan menutup telinganya sambil memejamkan matanya kuat kuat.


Membuat cairan bening yang sedari tadi ia tahan akhirnya ikut tumpah. Sungguh,demi apapun Aulia tidak mengerti.


Mengapa Aurel yang mengaku sebagai saudaranya itu melakukan hal seperti ini?


Hari demi hari yang Aulia jalani tidaklah mudah. Jika dilihat lihat memang ia bahagia bahagia saja. Namun tidak ada satupun yang tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.


Gelap


Sunyi


Kamu siapa? Kamu bukan Aurel! Pasti Kamu penyusup sekolah kita kan?


Haha bagus juga. Si Aurel yang sok angkuh itu hilang. Kita bisa manfaatkan anak ini . Sekali kali punya babu yang secantik ini. Hahaha


Lepas..


Lo bilang apa? Lepas? Jangan mimpi! Ini balasan terhadap lo yang selalu nyiksa kita!

__ADS_1


Sekalian kalo bisa dijadikan alat penghasil uang. Hahaha


Suara suara yang berbeda itu kembali Menyesakkan dan memenuhi telinganya. Sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"KALIAN BENAR-BENAR JAHAT!"


Melihat adiknya yang begitu terpuruk,membuat Levin mendekat dan memeluknya. Namun dengan cepat ditepis oleh Aulia.


"JANGAN MENDEKAT!"


DEG


Ya,seharusnya ia sadar bahwa dirinya salah mau mengikuti apa kata Aurel. Walaupun Aurel sendiri melakukan hal tersebut demi Aulia. Tapi sepertinya mereka salah besar,karna sikap Aulia sekarang,ia mengerti sudah melepaskan hal yang salah,menyakiti hati Aulia.


"Hiks,hiks,ke-kenapa kak? Ke-kenapa kalian sejahat ini hm? A-apa k-kalian tidak mengerti bagaimana perasaan a-aku?"Berucap dengan suara serak. Kali ini suara nya sedikit melemah


"KENAPA BRENGSEK!?"


"Li-lia kakak minta maaf. Kakak pikir,kamu bahagia. Maaf kalo cara kakak justru menyakiti kamu." Ucap Levin membuat Aulia menoleh dengan sisa sisa segukan


Tertawa sumbang.

__ADS_1


"Elo pikir gw bahagia hidup sebagai orang lain hah? Tidak! Tidak ada sama sekali ada kata BAHAGIA. Dan satu lagi,gw tidak akan pernah mau tinggal sama orang yang sudah MEMBUANG Gw!"


"Lia,mommy tidak pernah membuang kamu. Justru-" Belum juga ia selesai namun dengan cepat disela oleh Aulia.


"Cukup! Gw tidak ingin mendengar apapun dari elo!" Ucapan yang sekaligus menohok dihati Aurel. Tubuhnya membeku dengan tatapan yang terkunci pada satu orang,adiknya Aulia Almashyra.


Kata 'Elo' itu sangat membuat hati Aurel merasa sedih. Yang ia tahu Aulia adalah gadis yang lembut dan sopan santun. Namun sekarang,semuanya itu hilang begitu saja saat mengetahui fakta barusan.


"Kalian berdua!"


Beringsut bangun dengan mata yang sembap oleh air mata. Sambil menatap nyalang kearah dua manusia yang sedang menunuduk dan seketika menatapnya saat ia menyebut kedua orang itu.


"Kalian-Ka-kalian sama saja! Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi"


Levin dan Aurel melebarkan kelopak mata mendengar ucapan Aulia. Bagaimana tidak? Mereka baru saja bertemu,namun sekarang Aulia memutuskan hubungan mereka begitu saja.


Tentu saja rasa khawatir itu menyerang kedua orang itu.


"L-lia apa maksud kamu?" Tanya Aurel menatap sang adik yang masih saja melelehkan air mata.


"Kalian tidak mungkin tidak paham kan?" Tersenyum miring

__ADS_1


__ADS_2