
Pagi hari yang begitu cerah mentari bersinar menyapa bumi. Serpihan Serpihan cahaya menyibak disela sela gorden yang menutupi jendela kaca.
Mengganggu tidur nyenyak seorang gadis yang msih terjaga dari tidurnya.
Eughh
Lenguhan kecil keluar dari bibirnya,membuka matanya yang masih tampak memburam. Mengucek ngucek matanya lalu menoleh kesamping
"Huaaaaaa...aku kesiangan..." teriak Aulia melengking untung saja kamarnya kedap suara klo gak? Uh mungkin semua org akan menutup rapat rapat telinga nya dari teriakan maut seorang Aulia.
Brakk
"Oh yaampun. Mimpi apa aku semalam sampe bisa punya adek seperti ini.." Keluh Arka lalu mendekat kearah adiknya dengan tatapan tajam.
"Kak..ampun kak hihi..haha..kakhahaha ampun hahaahampun.." Arka terus menggelitik perut adiknya sampai membuat sang adik hampir muntah
Huekk..huekk
__ADS_1
"Huh huh hu..hiks kakak jahat hiks.." Matanya tampak merah akibat gelitikan maut dari sang kakak membuat dirinya hampir saja muntah
untung perutnya belum diisi jadi tak ada yang keluar.
Dilihat memang adiknya benar benarkesakitan lantas ia segera berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan sang adik.
"Kakak minta maaf okey? Janji gak ulangin lagi.." Sahut Arka menyeka lembut air mata Aulia dengan ibu jarinya.
"Gak Aurel kali ini gak maafkan kakak. Arel tuh udah hampir sekarat tau kak." Ucapnya lalu menangis tersedu sedu membuat sedikitnya menghela nafas berat.
Baru kali ini Aurel terlihat begitu manja seperti dulu. Entah sedang datang bulan atau salah makan? Huft entahlah Arka tak paham.
"Janji yahh kak?" Aulia mengangkat jari kelingkingnya ke arah Arka dan dibalas oleh Arka sembari tersenyum mengacak rambut adiknya dengan gemas.
"Kakak janji. Jadi adeknya kakak ini mau minta apa hem?"
"Aurel cuman butuh jawaban aja dari kakak." Jawab Aulia seadanya lalu beralih menatap pemandangan lewat jendela kamar.
__ADS_1
"Jawaban? jawaban apa Rel?" tanya Arka bingung
"Tapi kakak harus jawab jujur ya." Ujarnya memohon
"Baiklah"
"Kak,aku pengen tanya aja. Kenapa 2 tahun sudah aku sadar dari koma tapi kenapa gak ada satu ingatan pun yg aku ingat kak? Apa sebenarnya kebahagiaan aku bukan disini?" tanya Aulia beralih menatap netra sang kakak dengan sendu.
"Ma-maksud Arel apa? Kakak gak paham." Sela Arka.
"Kak ingat kan apa yang dikatakan dokter sewaktu aku sadar dari koma?"
"Iya."
"Nah itu dia kak. Dan selama disini Arel gak pernah ingat hal apapun. Walau arel dah berusaha Arel tetap gak bisa. Kak tolong jawab jujur. Pleasee..." Tutur Aulia dengan mata berkaca kaca
Arka hanya terdiam mendengar penuturan adiknya. Entahlah ia harus jujur atau tidak. Tapi jujur saja ia begitu nyaman dengan Aulia seperti saat dia bersama Aurel. Setiap kali bersama Aulia ia selalu merasakan desiran aneh dihatinya. Bukan karna dia menyukai Aulia tapi itu adalah perasaan kakak untuk adik itulah yang ia rasakan saat bersama Aulia.
__ADS_1
"Rel,untuk sementara waktu kakak belum bisa jawab. Tapi yang harus kamu tahu,kamu itu adalah kebahagiaan kita semua,kamu adalah adik kakak Atha dan juga Kakak. Kita semua sayang sama Arel."