
"Hallo,dimana keberadaan putri saya sekarang?" tanya Jefry tanpa basa basi.
"Ini gawat tuan. Saya melihat beberapa orang yang mencurigakan mengenakan pakaian hitam tertutup. Dan sepertinya mereka sedang mengintai nona muda tuan." Jelas Denish panjang lebar.
"Arrgghh sial.."
"Bagaimana tuan. Jadi apa yang harus kita lakukan?"
"Bagi kelompok kalian. Kelompok pertama tetap pantau musuh dari jarak jauh dan yang lainnya tetap fokus dengan keselamatan putri saya. Ingat jangan sampai lengah. Paham?"
"Baik tuan. Kami akan menjaga nona muda dengan baik."
"Nanti akan saya kirim bantuan tambahan untuk kalian jadi kerjakan pekerjaan kalian dengan profesional."
"Siap tuan"
"Bagus." lalu menutup panggilan sepihak.
"Py apa yang terjadi?" tanya Sindy penasaran dengan raut wajah Jefry sangat terlihat cemas dan khawatir.
"Aurel.. Aurel sayang."
"A..Aurel py?maksud Papy apa? Putri kita kenapa py?"
Jefry hanya terdiam. Sangat terlihat kekhawatiran diwajah sang istri. Hal itu membuatnya ragu untuk memberitahu.
"Py jawab py..." Ucap istrinya sedikit menekan.
Iapun menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Mengontrol detak jantungnya yang dari tadi berdebar.
"Tadi denish bilang..."
"bi..bilang apa py?"
"Musuh sudah mulai mengincar nyawa putri kita. Tapi aku sudah berikan arahan penuh untuk tambahan penjagaan ketat untuk princes. Jadi jangan terlalu dipikirkan." Jelasnya.
"Gimana nggak kepikiran coba py,princes sekarang dalam bahaya. Aku nggak mau kehilangan aurel yang kedua kali."
"Iya aku tau. Tapi setidaknya kamu istirahat dulu. Nanti kalo kamu sakit urusan kita melindungi aurel makin sulit."
"Emm tapi...."
__ADS_1
"Udahlah sayang sebaiknya kamu tidur. Kamu tenang aja nanti kalo ada informasi penting aku akan bangunin kamu."
"Janji ya? mau bangunin aku?"
"iya iya honey."
"Apaan sih py,geli tau."
"Haha.makanya sana tidur."
"Ih jadi ceritanya papy ngussir momy nh?".
…………
"Kalian ini gimana sih hah? melindungi satu nyawa saja tidak becus. Sekarang cepat lapor polisi atas kecelakaan yang menimpa putri saya. Apa kalian PAHAM?"
"Ah iya jangan lupa,tetap awasi putri saya. Pastikan tidak ada halangan sampai rumah sakit."
"A..baik tuan."
"Sayang ayo bangun.. Ini gawat my.."
Jefry makin kesal dengan istrinya minta dibangunkan tapi juga tak kunjung bangun membuatnya makin frustasi.
Sindy masih dalam mode mengantuk sedikit bingung melihat keadaan suaminya yang panik.
Tak mau buang waktu Jefry menarik tangan istrinya menuju kamar mandi lalu menyiram wajah istrinya dengan air.
Byuurr
"Astaga py.. Papy ini apa-apaan sih?"
"Aurel putri kita kecelakaan. Kamu ini gimana? tadi bukannya minta dibangunin tapi sekarang malah lupa."
"Sayang cepat buruan."
Jefry menarik tangan Sindy,membuyarkan istrinya yang sedang melamun.
"Ha? Aurel kecelakaan py?" tanya Sindy memastikan.
"Iya. Cepat ganti baju sana jangan lama-lama. Kita segera kerumah sakit sekarang."
__ADS_1
"Ok py."
Lalu keduanya segera mengganti pakaiannya masing-masing.
…………
"Dok bagaimana keadaan putri saya?" Tanya pasangan suami istri yang masih terlihat muda.
"Maaf tuan. Putri anda mengalami geger otak,kepalanya terbentur keras. Dan sekarang pasien dalam keadaan kritis."
"A-apa dok?" ucap keduanya serempak.
"Iya tuan. Saya harap tuan bersabar atas kejadian yang menimpa nona muda.
Ya,rumah sakit tempat Kaina dirawat adalah rumah sakit milik keluarga Alexander
"Dok. Tolong lakukan yang terbaik buat putri saya dok. Saya mohon." Pinta Sindy terisak dengan mengatup kedua tangannya memohon.
"Sayang jangan seperti ini."
"Py...hiks..hiks..a-aku nggak mau kehilangan princes lagi py.." Lirihnya menangis.
Jefry mengelus punggung istrinya mencoba menenangkan san istri. Air matanya juga tak mampu dibendungnya.
Dadanya menyeruak menahan emosi yang bergejolak,tangannya mengepal erat.
"Tak akan kubiarkan seorangpun menyentuh keluargaku. Tunggu saja pembalasanku." Berangnya dalam hati.
Ia tetap menahan emosi didepan Sindy. Kali ini Jefry benar-benar hilang kesabaran. Ia berjanji akan membalas orang yang telah mengusik kehidupan keluarganya apalagi mengganggu putrinya dan membuat istrinya menangis.
…………
"Permisi tuan,nona."
"Vani? kalian ngapain disini?"
"Putri kita Sin,Lisa katanya kecelakaan dan sekarang dirawat dirumah sakit ini." Terlihat jelas dari mata vani habis menangis.
"A-apa?Jadi mereka kecelakaan bareng?"
"Iya sayang. Maaf Will,gue lupa kasih tau ke kalian. Tadi gue panik banget waktu dikasih informasi princes kecelakaan."
__ADS_1
"Ya nggak apa-apa bro. Gue ngerti apa yang lo rasakan. Pasti lo juga trauma."
William menepuk bahu sahabatnya. Lalu menggeleng seraya tersenyum.