Anak Kembar

Anak Kembar
Part 17


__ADS_3

"Arka,coba kamu telpon kakak kamu sekarang!" Titah Jefry.


"Iya Py. Tapi py,bukannya kak Atta lagi sibuk ngurus perusahaannya?" Tanya Arka memastikan


"Yaampun Ar,kamu ini gimana,apa perusahaan yang lebih penting? cepat hubungi kakak kamu."


"Ok Arka hubungi kak Atta sekarang."


📞: "Hallo Ar."


📞: " Salam dulu dong kak."


📞: " Assalamualaikum. Iya ada apa Arka?"


📞: " Wa'alaikumussalam."


📞: " Kak, Papy minta kak Atta ke rumah sakit sekarang! Aku tutup telponnya ya kak"


📞: " Emangnya ada ap____"


Tut


Tut


Tut


"Kebiasaan banget matiinnya ditengah lagi ngomong gini. Huh."


Atta segera bersiap-siap. Dalam hatinya ia begitu penasaran apa yang ingin disampaikan papinya. Apa mungkin suatu hal yang serius?


Dengan cepat ia membersihkan diri. Setelah berpakaian rapi,ia keluar dan menaiki mobil sportnya.


Sesampainya dirumah sakit,ia memarkirkan mobilnya lalu berjalan dengan mengambil langkah lebar biar cepat sampai.


Ceklek


"Py. Aurel kenapa? Kok bisa kepalanya di perbankan gini mom,py?."


"Mom,jawab!!" Seru Atta. Ia begitu shock melihat keadaan adiknya yang sangat ia sayang terbaring lemah diatas bad seperti itu.


"Atta,jangan bentak momy kamu seperti itu!!" Tegur Papinya.

__ADS_1


"Ar,cepat jelasin ke aku kenapa princes bisa kek gini?" Tanya Atta,ia masih mengontrol emosinya karna percuma ia marah-marah tapi belum tau kebenarannya.


"Jadi gini kak.."


"Jadi gimana?" ucap Atta tidak sabar dengan sikap Arka yang seakan sengaja memancing emosinya.


"Jadi, Aurel mau diculik lagi."


"APA!?"


Arka menceritakan kejadian tanpa ada yang ia kurangi atau ditutupi. Ya,Atta memang tidak tahu soal identitas Aurel sekarang.


Keluarganya sepakat dan sengaja menyembunyikan nya dari Atta.


Atta sangat menyayangi Aurel. Oleh karna itu mereka tidak tega harus mengatakan yang sebenarnya kepada Atta.


Ia begitu marah mendengar bahwa adiknya akan diculik.


"Brengsek... Pasti ini ulah Levin. Lihat aja lo Lev,gue bakal balas lo berkali-kali lipat." Umpatnya dalam hati.


"Kak apa kakak akan bikin perhitungan sama penculiknya?


"Ar,apa lo tau ciri-ciri orang yang nabrak Aurel?" Atta justru menanyakan Arka balik.


"Iya betul kata Arka tta. Oh ya sebaiknya kamu selidiki siapa dalang dibalik semua penculikan ini. Papi percayakan semua sama kamu." Ucap jefry lalu menepuk pundak Atta.


"Iya py. Doain aja biar Atta cepat nemuin dalang yang berani mencari masalah dengan Keluarga kita."


"Ok. Papi akan doain kamu. Kamu harus semangat demi keselamatan adik kamu."


Atta hanya menganggukkan kepalanya lalu segera mencium punggung tangan kedua orang tuanya kemudian ia pamit pergi.


......................


"LEVIN brengsek kamu..." berangnya. Gadis itu memberontak berharap ikatan ditutupnya lepas.


"Kamu udah sadar?" Levin mendekati Aurel dengan membawakan bubur dan air putih.


"Lepasin aku Vin. Vin aku mohon.. Aku mohon tolong Lepasin aku...hiks..hiks.."


"Hei jangan menangis. Ini belum waktunya. Aku akan melepaskan mu tapi dengan satu syarat." Jawab Levin tersenyum.

__ADS_1


"Apa syaratnya? aku akan penuhi asal aku bisa kembali. Aku kangen sama keluargaku.."


"Apa kamu sanggup?"


"Maksud kamu?"


"Jawab saja pertanyaanku."


Aurel hanya menganggukkan kepalanya. Ia begitu senang bisa terbebas dan kembali pulang.


"Syaratnya,kamu harus balikan sama aku. Gimana?"


"Gila kamu Vin. Kalo yang itu aku nggak bisa penuhi."


"Yaudah kalo nggak bisa. Aku juga nggak bisa Lepasin kamu." Jawabnya ketus mengangkat kedua bahunya.


"Aku lebih memilih mati dari pada harus balikan sama cowok brengsek kek kamu.."


Jujur saja Aurel ingin sekali kembali pulang tapi apa dayanya untuk mencari pertolongan. Bahkan ponselnya ia tak tahu dimana.


Ia memikirkan matang-matang apa yang diucapkan Levin. Tapi ia juga tak ingin merasakan sakit hati lagi seperti dulu.


Akhirnya keputusannya tetap seperti itu. Ia pasrah ikuti saja alurnya. Ia yakin pasti akan ada pertolongan.


"Oh iya. Besok aku harus berangkat keluar kota dan kembali kesekolah. Jadi jamu disini saja. Kamu boleh ikut setelah kamu memenuhi syarat yang aku kasih."


Idih sampe kapanpun. Aku nggak akan pernah mau balikan sama dia.


Aurel memutar matanya jengah. Levin yang melihatnya hanya mendengus kesal karna usahanya membujuk gadis yang bergelar mantannya itu sangat sulit untuk ditaklukkan.


Dalam hatinya ia begitu menyesal karna mengiyakan ajakan Dina yang ternyata hanya ingin menjebaknya.


Huufftthh


......................


Drrtt


Drrtt


Getaran telpon mengganggu konsentrasi Raihan yang sedang melamun diatas balkon.

__ADS_1


"Sofea? mau ngapain lagi sih."


📞: " Hallo fea,ada apa?"


__ADS_2