Anak Kembar

Anak Kembar
Part 10


__ADS_3

*****


"Bi,apa momy sama papy belum juga pulang? Kenapa rumah terlihat begitu sunyi?." herannya.


"Sudah kok non,tadi Tuan sama Nyonya keatas bareng sama den arka"


"Mungkin di ruang kerja tuan non." UJARNYA lagi.


"Tapi bi,dari tadi nggak ada tuh yang nyahut sama sekali. Apa mereka ketiduran kali ya bi?" Ketus nya dengan wajah polos.


"Hehe coba non periksa dulu,bibi mau lanjut beres-beres dulu ya non aurel." Pamit bi surni.


"Iya bi. Awas ya bi kalo nggak ada"


Bi Surni hanya tersenyum,melihat aurel yang tak berubah sama sekali kalo berbicara dengannya.


Lalu bi surni segera ke dapur sedangkan aurel melangkahkan kakinya ke arah ruang kerja papy nya.


Walaupun sedikit takut karna gelap,tapi dia memberanikan diri. Lalu


Ceklek ,,


"Papy___" seketika ucapannya terhenti melihat tak ada seorangpun disana.


"Kok malah nggak ada orang? Ah mungkin mereka sembunyi didalam kali ya." Lirihnya.


"Papy,momy,kakak..." Teriaknya.


Karna sudah capek mencari,aurel memutuskan untuk duduk di sofa yang terletak di ruang kerja papy Jefry.


Sudah 15 menit,tapi masih saja tak ada yang menyahut. Gadis itu mulai kewalahan akhirnya mengantuk.


"Ah mereka belum juga pulang. Tapi kaan ini sudah lewat dari jam kerja." Ketusnya murung.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba dia melihat komputer sang papy yang menyala.


"Astaga,papy ini sungguh ceroboh. Kenapa komputernya dibiarkan menyala?"


"Ah apa mereka emang belum pulang ya? tapi kan tadi kata bi surni mereka udah pulang. Ucap nya dalam hati.


Gadis itu duduk kembali. Melawan rasa kantuknya saat merasakan seperti ada yang mengawasinya.


Tapi tak terlihat siapapun disana. Lamanya membuatnya semakin tidak tenang.


apa lagi ruangan itu sangat gelap hanya ada satu lampu yang sudah mulai redup,hingga membuatnya merinding.


Ah sebaiknya aku pergi saja,tidak mungkin mereka ada di ruangan ini. Lampunya saja hampir mati. Hah,sudahlah... gumamnya pasrah.


"Hufth,syukurlah si princes akharinya pergi juga" Ucap arka dengan nafasnya yang tak beraturan.


Perkataannya membuat momy menatap arka tajam. "Kenapa kita harus bersembunyi sih,kasian adik kamu ka. Pasti dia sedih sekali." Protesnya.


"Maaf mom,arka tidak mau princes tau masalah ini,takut akan menggangu mentalnya."


"Memangnya masalah apa sampai mengganggu kesehatan princes?" sela papy Jefry.


"Jadi gini masalahnya"


"Sebenarnya Princes sekarang dia bukan Aurelia Almasyhra Alexandra mom,py. Maaf arka baru tau soal ini.


Setelah arka dapat kabar bahwa di sebuah desa,ada gadis muda yang hilang. Bahkan waktu hilangnya sma persis saat aurel hilang."


Ia menghentikan ucapannya. Tak sanggup untuk meneruskan cerita.


"Apa!?" Kaget keduanya kompak.


Terasa sesak saat tau bahwa gadis yang mereka anggap putri mereka selama ini ternyata bukan putri mereka.

__ADS_1


Momy sindy menggelengkan kepalanya. Ia tak percaya mendengar penjelasan arka barusan.


Tanpa ia sadari air mata mengenang diujung matanya dan lolos mengalir dipipinya.


"Ti..Tidak mungkin. Kalau dia bukan princes tapi kenapa wajah mereka sangatlah mirip?"


tanya momy sindy tak sepenuh nya percaya. Ia yakin ini hanya sebuah candaan,hanya mimpi bukan nyata.


"Iya benar apa kata momy kamu ka,tidak mungkin apa lagi waktu menghilangnya bersamaan." Ucap papy nya membenarkan perkataan momynya yang memang masuk akal.


Arka terdiam memikirkan ucapan momynya yang ada benarnya juga.


"Benar py. Tapi Arka udah menyelidiki semua tentang gadis itu. Ini.." ucap Arka seraya memberikan dokumen dokumen penyelidikan tentang gadis itu.


"Ternyata gadis ini.. Dia berasal dari keluarga bangsawan juga." tukas papy Jefry membaca salah satu dokumen itu.


"Astaga,jadi gadis ini tertabrak saat perjalanan menuju ke sekolah." Lanjut papy Jefry.


"Na..Nama gadis itu siapa py?." tanya momy sindy gemetaran.


"Namanya Aulia dari keluarga Permana. Tanggal lahirnya sama persis dengan tanggal lahir aurel. Ini apa jangan-jangan..."


"Hah? Tapi kenapa bisa Py?" Tanya momy sindy terkejut.


"Apa jangan-jangan gadis itu adalah saudara kembarnya princes mom? apa Princes punya kembar identik mom?" ucap arka melihat ke arah momy sindy yang terlihat sedang berpikir.


" Ntahlah." Ucapnya memikirkan sesuatu.


"Lalu?" tanya papy Jefry.


"Py tapi momy tidak mau kehilangan princes. Biarkan saja dia bersama kita sampai ingatannya pulih. Setelah itu kita akan jelaskan yang sebenarnya py." ucap momynya memohon.


Papy jefry tersenyum lalu mengggukkan kepalanya menyetujui nya.

__ADS_1


__ADS_2