
Setelah dua hari berada LA,Levin beserta sang adik dan kekasihnya hidup dengan bahagia.
Memang Aurel dan Levin belum sempat menjelaskan apapun pada Aulia. Karena sesuai perjanjian mereka akan menjelaskan semuanya setelah tiga hari mereka berada di sana.
Katanya cerita nya cukup sensitif. Jadi lebih baik mempersiapkan diri terlebih dahulu.
Sebenarnya Aulia pun bingung. Sensitif? Tentu saja mendengar perkataan Aurel itu membuat ia deg degan sendiri. Takut ceritanya yang tidak tidak.
Dan benar saja bukan? Sekarang ini Aulia begitu histeris dan bertindak diluar dugaan mereka.
Karena selama ini,yang mereka tahu Aulia adalah sosok gadis yang begitu kalem dan penuh kesabaran.
Tapi ini- Sungguh membuat keduanya tercengang. Mereka pikir,semuanya akan berjalan dengan mulus dan lancar. Namun ternyata tak sesuai ekspektasi keduanya.
__ADS_1
"Lia,aku minta maaf ya? Please,jangan tinggalin aku lagi Li. A-aku-"
"Lo pikir gw orang idiot? Yang seenaknya kalian bodoh bodohin selama dua tahun ini? Jadi jangan pernah sok peduli dan sayang sama gw! Gw gk butuh perhatian dari elo semua.!!" Potong Aulia dengan menggebu gebu penuh emosi sambil tertawa miris ia memandang kedua orang tersebut.
Air matanya kembali mengalir,saat mengingat bahwa sang kakak yang selama ini ia tunggu tunggu,ternyata kekasih dari orang yang mengaku saudari Kembarnya.
Ia mang tidak masalah. Namun hanya saja,ia begitu terluka,saat tahu fakta,bahwa sang kakak bekerja sama dengan Aurel untuk menggantikan kehadiran nya di keluarga Alexander.
Menyesakkan
Apa tidak sepenting itu dirinya dimata orang-orang? Sampai-sampai perlahan semua orang yang berada didekatnya seolah semakin terasa begitu jauh darinya.
Hati Levin begitu sesak melihat adiknya yang begitu sangat terluka. Terlihat jelas dimata nya yang penuh kecewa dan luka.
__ADS_1
"Lia,please maafin kakak. Kamu bisa hukum kakak,tapi tolong jangan tinggalkan kakak ya? Selama ini kakak selalu mencari kamu,dan sekarang kakak bahkan bisa bertemu kamu secara langsung begini. Kakak seneng banget.."
"Kenapa? Ke-kenapa disaat kakak telah menemukan kamu,kamu malah memilih pergi? Kamu gk kasihan sama kakak hem?"
Rasa haru yang tadi sempat menyinggap dihatinya,kini langsung saja hilang berganti dengan raut nya yang datar.
Bagaimana bisa? Tadi Levin mengatakan tentang perjuangannya yang mencari-cari sang adik sampai saat ini. Rasa haru itu muncul saat mendengar hal itu. Namun semuanya lenyap saat mendengar ucapan terakhir nya yang mana,seolah-olah Levin mencarinya hanya terpaksa saja.
"J-jadi lo nyari gw cuman karna permintaan mamah?Hah-" Aulia tersenyum kecut.
Langsung saja Levin gelalapan sendiri. "B-bukan,bukan gitu maksud aku. Kakak mencari kamu juga karna keinginan hati aku sendiri. Kamu jangan salah faham." Ralat Levin cepat namun Aulia tak menghiraukan.
Hatinya terlanjur sakit,rasa kecewa itu sangat besar dibandingkan rasa sayang nya terhadap mereka.
__ADS_1
Wajar saja,karna mungkin ia baru bertemu dan baru mengenal mereka jadi rasa sayang itu belum sepenuhnya ada. Apalagi disaat pertama kali pertemuan ia langsung dikejutkan dengan fakta tersebut.
Gimana gk sakit coba hatinya?