
***
Setelah 2 jam menjenguk Aurel. Lisa berpamitan pulang karna ibunya yang tak henti-hentinya melakukan miscall sebanyak 5 kali dan mengirim beberapa pesan menyuruhnya pulang tepat waktu atau ancaman akan menghampirinya.
"Tante,saya minta maaf karna tak bisa disini lebih lama,saya pamit pulang ya tan. Nanti besok saya pasti kesini lagi kok" ucap Lisa dengan senyuman hangat.
"Iya terimakasih ya karna dah meluangkan waktu untuk menjenguk princes."kata ibu sindy seraya tersenyum.
"Yaudah tante,Assalamualaikum" Ucapnya mengakhiri percakapan.
"Waalaikumsalam,hati-hati dijalan ya" ucap tante sindy. Yang dibalas anggukan ramah oleh Lisa. Lalu Lisa segera melangkah pulang.
………
Keheningan menyelimuti ruangan itu. Ibu Aurel akhirnya tertidur pulas mungkin akibat kelelahan menjaga putrinya.
Papi dan Arka baru saja pulang dari kantor. Arka sudah mulai membantu mengelola perusahaan dan sebentar lagi perusahaan akan diambil alih oleh putra tunggal keluarga Alexandra yaitu Arka Alexandra.
"Permisi" terdengar suara suster ingin masuk memeriksa kondisi pasien. Arka langsung saja membuka matanya. Matanya terbelalak melihat suster yang kemarin ditabraknya hendak memeriksa keadaan adik kesayangannya.
Ketika suster vina hendak memeriksa keadaan aurel Arka langsung menghentikannya.
"Ehh...stop..kenapa harus kamu yang memeriksa adek ku? Lagi pula kamu tidak perlu melakukannya. Kan masih ada suster lain,tidak perlu kamu!" ucapnya tegas dengan aura membunuh.
" ehm.. Ma..maaf ya Pak. Kami hanya melakukan tugas kami jadi bapak tidak perlu menghalangi saya ." jawab suster itu sedikit gugup.
" Tugas? Kalo tidak mau dipecat segera keluar dari ruangan ini. Karna saya bisa memanggil suster yang lain ." Bentak Arka dengan telunjuknya yang menunjuk kearah pintu keluar.
__ADS_1
" Maaf pak apa bapak ingin mengorbankan adik bapak hanya karna masalah bapak sendiri? Bapak tidak bisa seegois itu. Jika bapak ingin adik bapak sadar maka biarkan saya memeriksa keadaan pasien." Kata suster vina
Arka terdiam seribu bahasa. Dia rasa ada benarnya juga apa kata suster. Akhirnya dia membiarkan Aurel diperiksa oleh suster tadi.
Suster itu akhirnya bernafas lega. Dadanya berdegup kencang. Diapun mengatur kondisi nafasnya yang memburu.
_ Hufthh.. Syukurlah akhirnya aku lepas dari amukannya. Sungguh mengerikan _ Ucapnya dalam hati lalu setelah selesai memeriksa Aurel.
………
DRETT DRETT...
Dering ponsel Arka berbunyi. Arka dengan cepat menggeser ikan hijau untuk mengangkatnya.
" Halo.."
" Yaampun gue lupa kalo ada janji sama lu. Astaga Arka " katanya menepuk jidatnya.
" Huh. Pantes aja dari tadi nggak muncul-muncul. Kalo nggak dihubungin pasti dia juga nggak bakal dateng " katanya kecewa.
" Oke oke. Aku kesana sekarang." Ucapnya menutup panggilan sepihak. Hal itu membuat temannya Rio makin kesal dengan kelakuan temannya.
" Hufth kayak gini nasib punya teman kek Arka. Belum aja selesai bicara dah diputusin. Nyebelin Banget tuh anak " Kata Rio membuang nafas kasar.
Arka segera bersiap-siap. Dia terburu-buru meninggalkan Rumah sakit dan akhirnya menabrak seseorang.
BRUKK
__ADS_1
Suster itu limbung kelantai ia mendengus kesal karna harus terjatuh lagi.
" Mas bisa nggak sih liat kalo jalan." ucapnya tanpa melihat pelaku yang menabrak.
Suster itu dengan cepat berdiri merapikan pakaiannya lalu menatap pelaku itu. Matanya membelalak melotot kearah Arka.
" Kamu...." Ucap keduanya serempak.
"Kamu lagi,kamu lagi. Kenapa sih nggak liat kalo jalan? hah?" ucap suster itu marah.
" Cih, kamu tuh yang nggak lihat-lihat jalannya. Aku dari tadi jalannya normal. Kamu aja jalannya ke orang kesambet" kata Arka mengejek.
" Heh jaga mulut mu! " katak suster itu makin marah.
" Maaf ya,aku tidak punya waktu berdebat denganmu..bye. " kata Arka tersenyum mengejek lalu melambaikan tangannya.
Suster Vina sangat kesal dengan penghinaan Arka. Dia berjalan tak tau arah yang dilakukannya menghindari tatapan banyak orang di RS.
Arka melakukan mobilnya sampai di Cafe dekat dari kantor Ortunya.
"Hei bro" sapa Arka.
"Hmmm"jawab Rio singkat.
"Jadi ngomong lu mau ngomongin apa? cepat-cepat ya ngomongnya soalnya aku harus jagain adik gua lagi sakit " ucapnya to the point.
"Buru-buru banget? oh emang adek lu sakit apa? tapi kok gua nggak pernah nampak adik lu ya? Tanya Rio.
__ADS_1
"Jelas dong. Kan adik gua baru pulang dari luar negri trus baru aja sebulan di indonesia dia hilang dan dinyatakan amnesia. Gimana coba rasanya " jelas Arka jujur.