Anak Kembar

Anak Kembar
Part 6


__ADS_3

***


"Sabar ya bro. Gua mengerti apa yang lu rasakan. Kalau butuh bantuan hubungin gua pasti gua bantuin" Ucap Rio bijak.


" Thanks bro. Lu emang sahabat gua yang terbaik." Ucap Arka senyum.


"Pasti gua akan lakukan yang terbaik untuk bantuin lo." Ucap Rio


DRETT DRETT


Saku celana Arka bergetar. Segera dia menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan.


"Halo Pi?ada apa?" Jawab Arga.


"Sorry bro. Gua harus pulang" Ucap Arka.


"Buru-buru banget. Emang ada masalah apa?" Tanya Rio sedikit kepo.


"Disuruh jagain Aurel sendiri dirumah sakit" Jawabnya lalu segera berjalan dengan


langkah cepat tanpa memperdulikan Rio.


………


Pagi menyambut ruangan itu...


Seorang gadis berusia 17 tahun itu menggerak-gerakkan jari jemarinya,perlahan matanya mulai terbuka. Matanya menatap sekitar terlihat 3 orang yang sedang tidur,seorang wanita dan dua orang lelaki.


Gadis itu berusaha untuk duduk tapi kepalanya begitu sakit. Dia tetap berusaha.


"Auwhh.. Kepalaku.." Jerit gadis itu.


Mami sindy terbangun merasa terganggu dari tidurnya. Ia begitu terkejut melihat putrinya sudah bangun. Iapun mengucek-ngucek matanya yang terlihat buram untuk memastikan.


"Princes... nak kamu sudah sadar? " ucapnya bahagia. Lalu bu sindy membangunkan suami dan putranya.


"Pi,Ka,bangun! Cepat bangun Pi" ucap maminya mendorong-dorong bahu suaminya.

__ADS_1


"Hiss..mami nih. papi ngantuk mi.." Rengek papanya.


"Pi ini bukan waktunya merengek. Liat Princes sudah sadar.." kata maminya.


"Apa??" teriak papi dan Arka kompak.


Mami sindy segera memencet bel diatas aurel untuk memanggil dokter.


_ Princes?? _Ucap Aurel dalam hati


"Kalian siapa?? " Tanya Aurel diselimuti takut tapi juga rasa penasaran.


Seketika air mata mengenang dipeluk mata jatuh dikedua pipi ibu sindy. Ia sedih mengingat putrinya yang tak bisa mengingat apapun. Tapi dia juga bahagia karna putrinya akhirnya sadar.


"Sayang ini mami kamu" Ucap ibu sindy menangis disertai senyum.


"Mami?" ucap aurel memastikan.


"iya sayang" jawab nya.


"Nggak apa-apa nak. Sudah jangan menangis." Kata bu sindy sambil mengusap-ngusap punggung Aurel.


Setelah puas melepas kerinduan. Papanya merangkul Aurel dan memberitahu bahwa ia adalah papanya. Dan diikuti Arka.


Tak lama datanglah seorang dokter memeriksa pasien. Kata dokter Aurel boleh dirawat jalan asal obatnya tetap teratur.


" Syukurlah. Terimakasih banyak dok karna sudah melakukan yang terbaik." Ucap Papinya.


"Saya sudah pasti melakukan yang terbaik untuk putri tuan pemilik RS ini." Jawab dokter itu tersenyum.


………


Sesampainya mereka dirumah yang terlihat megah dengan fasilitas yang mewah.


Maminya mengantarkannya kedalam kamarnya. Aurel terpanah melihat kamarnya yang terlihat sederhana namun begitu indah.


"Sayang kamu sekarang mandi dulu,mami tunggu diruang makan ya.." Kata mami sindy berlalu.

__ADS_1


"Ok Mami" Jawab Aurel dengan mengangkat dua jarinya berbentuk V yang sudah menjadi kebiasaannya.


Setelah mandi aurel segera keruang makan. Mereka mulai makan malam tanpa ada pembicaraan atau obrolan. Karna dikeluarga Alexandra tidak boleh bicara jika sedang makan.


Setelah makan sudah menjadi kebiasaan mereka berkumpul diruang keluarga.


"Princes,mulai besok sudah mau sekolah belum?" tanya sang Papi membuka obrolan.


"Iya Pi,aurel nggak pengen lama-lama dirumah" jawabnya.


"Pi,ini kan hari minggu. Gimana kalo kita liburan sekalian adain syukuran atas kesembuhan Princes?" Usul maminya.


"Ide yang bagus Mi" Balas Papinya.


"Yaudah kita berangkat sekarang aja yuk" Ajak mamanya.


Mereka pergi ke mall dan membeli seluruh keperluannya.


Aurel sedang melihat-lihat dress yang akan dikenakannya. Tanpa Aurel sadari ada seorang pria yang terus memperhatikannya.


" Aurel?" ucap nya lirih.


Pria itu mendekat kearah Aurel dan posisinya yang berada dibelakang Aurel. Lalu dia menyentuh pundak Aurel dengan halus.


Aurel yang merasakan sentuhan itu langsung menoleh. Dia terkejut mendapati seorang pria tepat dibelakangnya.


"Siapa Kamu?" Tanya Aurel dingin dengan raut ketakutan.


"Rel,ini aku Rafi. Kita tak bertemu hanya 2 minggu tapi kau sudah lupa denganku." jawabnya.


Pria itu bernama Rafi. Dia menyukai Aurel tapi Aurel selalu saja menolaknya.


"Apa dia hanya ingin mengerjaiku? Tapi pertanyaan dan eksperesinya sedikit aneh" kata Rafi dalam hati.


"Hmm maaf Rafi Aku lupa. Oh kamu teman sekelasku ya?


"Iya" jawab Rafi singkat.

__ADS_1


__ADS_2