Anak Kembar

Anak Kembar
Part 29


__ADS_3

"Terus gimana pantauan lo soal Aurel bang?"


Gelengan kepala sebagai jawaban abangnya itu. "Belum ada Ka. Entah lah tapi gue curiga sih kalo ini kaitannya dengan Levin.


"Maksud lo bang?" Tanya Arka bingung. Kenapa tiba-tiba bahas Levin?


"Karena sudah beberapa gue datangi tempat Levin,mulai dari rumah,apartemen sampai ke Villanya dia. Tapi dia sama sekali gak nunjukin Aurel sama sekali. Padahal gue yakin banget Aurel ada disitu."


"Bang,gimana kalo kita tukar tugas aja?" Tawar Arka. Ia berniat untuk melacak keberadaan adiknya. Karena Arka memang paling jago jika menyangkut IT.


"Emang tugas lo apaan?"


"Jadi gini,kan tadi lo bilang,kalo lo belum bisa lacak keberadaan Aurel. Jadi gue tawarin biar gue aja yang akan selidiki soal kehilangan nya. Jadi tugas loe sekarang adalah membatalkan pertunangan gue,gimana?"


Atha terdiam,bukan karena yang apa yang dikatakan Arka. Sebab barusan ia teringat kembali oleh sosok kembaran Aurel tadi.


"Bang lo kenapa?"


"Ka"


"Hm"


"Gue mau tanya sesuatu. Dan gue harap lo harus jujur sama gue ya ok?"

__ADS_1


"Jadi sebenarnya,Aurel yang sekarang itu siapa?" Tanya Atha penasaran.


Hembusan nafas keluar dari mulut Arka. "Dia bukan siapa siapa. Wajahnya memang terlihat begitu mirip sampe sampe mereka seperti anak kembar loh bang."


"Ka,apa jangan jangan kmabarannya Aurel itu dia?" Tebak Atha penuh selidik.


"Emang beneran lo belum selidiki secara rinci?"


"Belum bang. Gue gak yakin kalo itu dia. Tapi--"


"Tapi kenapa?"


"Tapi nama mereka emang sama Aulia. Cuman beda nama belakangnya aja,kalo dia Aulia Permana."


"Bukannya lo bilang dia anak panti ya?


...


"Lev,Lev kamu dimana?" Teriak seorang gadis. Ia berlatih kekamar,kamar mandi tapi hasilnya nihil.


Inilah ketakutan yang ditakutkan Aurel akan terjadi,jika suatu waktu ia akan ditinggalkan.


Namun tiba-tiba aroma masakan tercium dihidung Aurel. Dengan cepat ia kedapur mengikuti aroma masakan tadi berasal.

__ADS_1


"Lev,kamu disini?".


"Eh" Levin tampak kikuk.


"Iya. Kamu bisa masak?"


Aurel tampak manyun,jelas-jelas Levin tahu ia tak bisa. Bisa-bisanya ia ditanya lagi.


Sejenak Levin terkekeh melihat kekasihnya yang ngambek. Padahal ia cuma iseng iseng aja bilang begitu.


"Maaf ya,aku gak ada maksud apa-apa kok. Tadi cuman iseng aja soalnya bingung sih mau ngomong apa." Tutur nya.


"Ehm"


"O yah katanya pekan depan kalian kumpul kumpul keluarga ya?"


"Ya gak tau lah Vin. Aku kan disini sih." Ujar Aurel


Levin menepuk jidatnya seraya berucap "Astaga aku sampe lupa hehe."


"Emm gini Rel,Gimana kalo kita keluar dari persbunyian aja. Dan soal rencana kita yang kemaren batalin aja yah." Ucap Levin hati-hati,takut Aurel tidak setuju dengan keputusannya.


"Ehm aku mana aja asal ikut kamu Vin. Apapun keputusan kamu maka pasti aku akan dukung kamu." Levin bisa bernafas lega karena akhirnya ia bisa meyakinkan Aurel.

__ADS_1


Sebenarnya ia takut saat Atha datang dengan emosi dan langsung menghadiahkan sebuah bogeman mentah bertubi-tubi diwajibkan dan perut Levin.


Bukan takut karna ditonjok ya!! Maksud aku takut karena ia tak bisa mendapat restu dari kedua orangtuanya Aurel dan juga kedua abangnya. Tak mungkin bukan? Keluarganya merestui anaknya menikah dengan orang yang sudah membawa lari putrinya tanpa kabar.


__ADS_2