
Pak Jefri meminta anak buahnya untuk membawa putrinya kerumah sakit karna akan dilakukan chek selanjutnya dan keluarga Alexandra akan segera menyusul.
Pak Jefri dan Istrinya sampai lebih awal tapi belum ada tanda kedatangan putrinya. Sedangkan putra sulungnya Arka akan menyusul,karna dia berada diluar negri setelah mendengar kehilangan adik kesayangannya dia berniat untuk pulang tapi dilarang oleh orang tuanya karna sebentar lagi dia akan lulus. Dan untungnya dia sudah lulus saat mendapatkan kabar bahwa Aurel sudah ditemukan dan dengan cepatnya dia membeli tiket untuk pulang ke Indonesia.
Arka berjalan dengan buru-buru ia tak sabar berjumpa dengan mami papi dan adiknya,setelah 5 tahun lamanya mereka berpisah.
Karna keterburuan Arka akhirnya tak sengaja menabrak seorang suster hingga membuat suster itu nyaris terjatuh kelantai.
"Awwhh..." Suster itu menjerit.
"Eh maaf sus saya tidak sengaja" Jawab Arka santai.
"Maaf maaf, lain kali kalau jalan lihat dong gimana bisa lihat kalo kacamatanya dipake juga warna hitam pantesan aja gelap" ucap suster itu menyindir Arka.
"Kau___" Arka memutus ucapannya dia ingat kalau niat dia kesini bukan untuk berdebat tapi untuk melihat adiknya.
"Aku kenapa?hah?" kata suster itu dengan wajah menantang.
Arka menatap suster itu dengan tatapan membunuh. Suster itu bergelidik ngeri melihat tatapan yang diberikan Arka,tapi dia tetap memberanikan dirinya.
__ADS_1
"Kenapa nggak dilanjutin ngomongnya? Oh takut ya sama aku? kata suster itu dengan kepedeannya tapi jauh dalam hatinya sudah takut melihat ekspresi Arka.
"Lu pikir gue takut sama cewek?Oh gah. Ingat ya sekali lagi kamu muncul dihadapanku aku akan jamin kamu dipecat dari rumah sakit ini". ucap Arka berapi-rapi.
Orang tua Arka yang sedang menunggu kedatangan putri mereka begitu kaget mendengar keributan di pintu masuk utama. Karna saking penasarannya mereka pun melihat ada apa yang terjadi. Begitu terkejut melihat kedatangan putranya itu tapi parahnya baru sampai sudah membuat keributan dirumah sakit.
"Ingat ya kamu itu tidak selayaknya menjadi seorang perawat dirumah sakit ini" ucap Arka dengan nada mengejek.
_ Idih jadi cowok sombong banget. Lagi juga siapa yang takut sama cowok macam dia. Pake ancam dipecat kayak dia tuh pemilik rumah sakit _ omel suster itu dalam hati.
"Siapa yang takut? Lagian kamu nggak bisa seenaknya pecat orang" balasnya.
"Pi" ucap maminya memberi kode.
Papinya mengangguk pertanda mengerti maksud istrinya.
"Arka. Kamu dari tadi kemana aja? Tadi papi sama mami nungguin lhoh. Nggak kasian apa sama mami" Ucap pak Jefri membuyarkan pertengkaran mereka.
"Papi? Sejak kapan disini?" Tanya Arka kaget melihat ortunya tiba-tiba.
__ADS_1
_ Papi? hah? jadi si laki-laki ini putranya Pak Jefri yang namanya Arka itu. Hadueh,kenapa aku harus berantem sama dia bisa-bisanya aku beneran dipecat _ kata suster itu menjerit dalam hatinya. Kemudian ia segera berlalu takut akan menjadi masalah dan ia akan benar-benar dipecat,pikirnya.
"Arka sebenarnya apa yang terjadi? Coba jelaskan kepada papi!" ucap Papinya.
"Entahlah Pi,habis tuh Arka ditabrak sama si suster ngesok yang lagi kesurupan habis makan cabe kali ya". Ucapnya dengan kesal.
"Suster ngesok?emang suster nya nggak bisa jalan sampai harus ngesok. Kalu kayak gitu mah kamu yang nabrak duluan" ucap papinya sengaja memancing Arka.
"Hah? Kok papi malah belain suster itu sih?orang emang mulut dia itu pedas kayak cabe" Kata Arka dengan aura semakin kesal.
"Udah,udah". Tegur maminya karna dia begitu pusing mendengar percakapan yang tak berujung itu ditambah ia sedang memikirkan Aurel.
Ruangan itupun menjadi hening tanpa ada yang membuka percakapan sedikitpun.
Sebuah Mobil putih mewah meluncur kearea halaman rumah sakit atas perintah Pak Jefri. Mereka segera memanggil dokter untuk menangani Aurel karna sedari tadi Aurel belum juga sadar.
Drtt.. Drtt...
Suara dering telpon berbunyi disaku Pak Jefri dan tertera nama 'toni' lalu pak Jefri menggeser tombol hijau untuk mengangkat telepon dari anak buahnya.
__ADS_1