
*****
"Baiklah." ucap Papy Jefry tersenyum. Momy sindy berbinar-binar mendengar ucapan suaminya.
Namun tiba-tiba senyuman itu pudar,ia teringat akan putri kandungnya yang ntah sekarang ada dimana.
"Py walaupun begitu. Aurel harus ditemukan. Dia satu-satunya princes keluarga ini." Ucap Momy sindy terlihat jelas dari sorot matanya sangat begitu sedih kehilangan putri semata wayangnya
…………
6 bulan kemudian..
Kayna sangat sibuk dengan persiapan ujian akhir. Ia harus mempersiapkan dirinya untuk berangkat kuliah di luar negri kesehatannya.
Walaupun dia hanya mewakili aurel. Tapi rasa sedih dan sesak jauh dari keluarganya tak bisa dibohongi. Ntah apa yang ia rasakan tapi yang jelas dia tidak bisa mengingat apapun.
Namun hal itu membuat dia semakin merasakan ada keganjalan dengan hidupnya sekarang. Semakin rasa penasaran itu muncul semakin ia semangat untuk mempersiapkan dirinya.
Hidup dan perubahan sikap aurel membuat nyonya sindy makin yakin kalau ia bukan aurel yang asli.
Aurel yang dulu adalah gadis manja dan jutek justru sekarang berubah menjadi gadis mandiri dan penuh perhatian.
Namun siapa yang tau kehidupan aurel sebenarnya? Dibalik kehidupannya yang terlihat bahagia ternyata banyak luka yang dipendam.
Aurel adalah gadis yang cantik berkulit putih dan berperawakan tinggi,membuat banyak pria di sekolah menaruh hati padanya.
Bagaimana tidak? Wanita sempurna seperti aurel bahkan sangat berbakat membuat cowok-cowok tergila-gila.
Namun hal itu tidak mempengaruhi pikirannya. Tapi semuanya berubah saat aurel dikhianati oleh Levin.
__ADS_1
Aurel yang dulu baik hati dan lembut,kini menjadi angkuh bahkan sangat jutek.
Namun sifatnya itu tidak berpengaruh pada seorang siswa yang bernama Levin. Menurutnya,dengan begitu tak ada pria yang berani mendekati aurel.
…………
Flashback on
Seketika air mata gadis itu tumpah melihat kekasihnya yang terang-terangan mengkhianati nya.
Gadis itu melangkahkan kakinya meninggalkan mereka,tak sanggup melihat dirinya di khianati seperti ini. Tapi semuanya terlambat saat Levin sudah duluan melihatnya.
Gadis itu terhenti saat tangannya ditahan seseorang. "Sayang tunggu,aku bisa jelasin semuanya." ucap Levin menatap gadis itu.
Namun sebaliknya gadis itu merasa jijik dengan pria dihadapannya.
"Aurel tolong maafin aku,dia itu bukan siapa-siapa aku Rel. Dia hanya perempuan yang menjebakku untuk merusak hubungan kita."
Jelas Levin bejongkok menggenggam tangan Aurel dengan mata yang berkaca-kaca.
"Cukup Vin. Kamu pikir aku bodoh?Hah?" Tukasnya dengan tegas. Ia sudah muak melihat Levin yang terus meminta maaf tapi akan mengulangi kembali kesalahannya lalu minta maaf kembali.
Pikirnya Itu malah memanfaatkan nya dan membodohi nya.
"Selamat ini aku dah ngalah. Bahkan aku terus memaafkan mu. Aku sama sekali tak mempercayai gosip yang beredar. Tapi kepercayaan itu hanya sia-sia. Aku terlalu bodoh mempercayai mu."
Ucap aurel menatap Levin dengan senyuman sinis dan butiran bening yang mulai mengalir di pipinya.
"Aku mau Kita akhiri hubungan ini." Ucap aurel berusaha tenang di depan Levin.
__ADS_1
Aurel meninggalkan Levin yang terus terpaku di tempatnya setelah mendengar keputusan aurel. Ia menyesal dengan rencananya yang membuat dirinya sendiri terjebak.
Setelah beberapa hari kemudian. Aurel dan momy sindy sedang berada di cafe milik Arka.
Mereka berbincang-bincang hingga tanpa disadari ada yang menyelinap dan memperhatikan keduanya dari kejauhan. Seseorang dengan memakai Jaket hitam,topi hitam dan masker dan kacamata hitam yang menutup wajahnya.
Momy Sindy berdiri menuju toilet. Sedangkan Aurel tengah memainkan Hpnya.
Begitu ada kesempatan lelaki itu .enutup mulut dan hidung aurel dengan obat bius.
Momy sindy terkejut melihat tempat duduk aurel kosong.
Flashback Of
Ingatan itu terus terngiang-ngiang di pikiran sosok gadis yang di sekap di ruang yang begitu gelap namun sudah lengkap dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan gadis itu.
Gadis itu meringkuk,memeluk lututnya dan menangis tersedu-sedu.
"Hiks.. Papy,Momy,Kakak,, Aku merindukan kalian.. Maafin aku karna telah membuat kalian khawatir. Hiks.. hiks.." ucap gadis itu terisak-isak.
…………
"Mom, Aurel berangkat ya." ucap aurel mencium punggung tangan kedua orangtuanya.
"Semoga ujian mu berjalan dengan lancar ya sayang." Ucap momy sindy
"Iya mom.,Ah itu kakak. Momy,Papy, Aurel berangkat dulu. Jaga diri Papy dan momy baik-baik." Ucapnya dengan tersenyum. seraya melambaikan tangannya.
Seperti biasa ia disambut kedua temannya Lisa dan Rina.
__ADS_1