Anak Kembar

Anak Kembar
Part 20


__ADS_3

"Mom,Aurel kenapa bisa dirumah? Bukannya tadi dikelas?" tanya Aulia setelah sadar


"Kamu tadi pingsan sayang,untung aja ada Levin yang nganterin kamu."


"Aku pingsan mom?"


"Iya,makanya kalo belum pulih jangan paksain diri kamu lagi ok? Mommy kan khawatir banget lho."


"Iya mom. Aurel janji nggak ulangi lagi." sahutnya tersenyum.


"Nah gitu dong. Anak mommy kan pinter."


"O yah sayang. Kakak kamu namanya Athalla nanti datang kesini. Dia mau jenguk kamu." ujar Sindy mengusap rambut anaknya.


"Kak Athalla? Bukannya kakak Aurel cuman kak Arka aja ya mom?"


"Nggak sayang. Kakak kamu itu ada dua. Yang pertama itu Kak Athalla putra Alexander dan kedua baru Arka Alexander dan yang ketiga itu Aurelia Almasyhra Alexander putri mommy yang paling manja ini." ucapnya menyentil hidung putrinya.


"Ish mommy.. Aurel nggak manja" Rengek Aurel memperlihatkan muka masam.


"Jangan masam masam gitu dong mukanya. Ntar cantiknya hilang loh."


Ceklek


"Hai princes kakak. Apa kabar princes?" Sapa Athalla


"Kak thalla? Em baik kak. Ini udah agak mendingan kok kak. Kakak nggak usah khawatir,Aurel nggak selemah yang kakak pikir hehe." Sahutnya menyengir.


"Em thalla?" Ulang nya.

__ADS_1


"Iya emangnya Aurel biasa panggil kakak apa?"


"Kak Atta biasanya. Tapi nggak papah thalla juga bagus. Malah lebih bagus,kakak suka panggilan baru itu."


"Bagus dong kalo kakak suka. Aurel senang."


"Gemesin banget sih." Ucapnya seraya mengacak-acak pucuk rambut sang adik.


"Kakak,rambut ku." Ucapnya merengek.


......................


"Aurel?" Ucapan Aulia terngiang dikepalanya.


Wajah yang sangat mirip. Tiba-tiba Levin teringat dengan perkataan Aurel sewaktu mereka masih menjadi sepasang kekasih.


"Lev,jika aku bilang ke kamu,aku punya saudara kembar. Apa kamu percaya?" tanya Aurel


Aurel hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Levin. Bagaimana tidak,ia merasa sangat bersalah menjadi manusia,membiarkan saudaranya bersama orang tua angkat yang memperlakukannya secara tidak baik.


Dalam hati,ia bertanya-tanya, 'mengapa daddy dan mommy nya tidak mengetahui anaknya sendiri? Kenapa Aulia harus ditangan keluarga lain. Apa kedua orangtuanya membuangnya? jika demikian. Miris sekali nasibnya.


"Bagaimana jika suatu saat aku akan membawanya kemari? Apa kamu percaya Lev?" tanya nya kembali meskipun ia tidak yakin dengan jawaban Levin.


Levin menoleh ke arah Aurel,terlihat dari matanya begitu gelisah.


"Apakah kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Levin tatapan mengintimidasi.


"Nggak. Aku cuman ingin bertanya. Aku tau semua orang tak akan mempercayaiku. Termasuk kamu. Ouh Lupakan."

__ADS_1


Aurel berdiri lalu meninggalkan Levin yang dilanda kebingungan. Ia terus menatap punggung sang kekasih sampai menghilang.


"Hufth. Apa yang dikatakan Aurel benar? Bodohnya kenapa aku tidak percaya." Sesal Levin membuang nafas kasar.


"Jika saja saat itu aku bilang percaya. Pasti ia tidak akan sesedih ini,bahkan sampai membenciku. Maafkan aku Rel." Lirihnya terisak.


"Lis,gimana dong. Kasian Aurel,bisa-bisanya dia datang pada waktu yang tidak tepat. Aurel lagi sakit. Gue takut akan mengganggu pikirannya."


"Bukan tidak tepat Rin. Tapi dia memang sudah tak ada waktu lagi untuk Aurel sekalipun. Dia udah mengkhianati Aurel,bahkan Aurel amnesia itu semuanya berawal dari laki-laki brengsek itu." Ucapnya dengan menggebu-gebu


Aurel tentu saja sangat terpuruk ketika mendengar rumor perselingkuhan kekasihnya dengan wanita lain,awalnya ia tak percaya namun semuanya hilang ketika ia menyaksikan sendiri dengan matanya.


Ya,mungkin mereka terlihat tak bermesraan tapi melihat kekasihnya bersama wanita Dinda ditaman membuatnya membenarkan rumor yang menyebar.


Levin adalah cinta pertamanya dan cinta terakhirnya,begitulah yang ia katakan. Namun semuanya pupus setelah melihat semuanya.


"Lis,kita belum cari tahu bukan? Seharusnya kita harus dengar penjelasan mereka berdua bukannya main percaya dan ambil kesimpulan sendiri. Bisa jadi Aurel salah faham kan?"


"Rin,Aurel itu sahabat kita. Apa lo nggak percaya sama dia hah?" balas Lisa mulai terpancing emosi


"Gue percaya sama loe berdua. Tapi Lis,tidak semua orang selalu benar. Kita juga bisa salah Lis. Levin itu baik,dia mencintai Aurel dengan tulus."


"Terserah loh Rin. Gue capek."


Sementara Levin seusai belajar hendak berangkat ke Villa tempat dimana Aurel berada.


"Sayang. Aku akan bebasin kamu. Aku tak ingin menyakiti kamu. Tapi syaratnya kamu tetap disini dulu sampai urusanku selesai."


"Hah?maksud lo Vin?"

__ADS_1


"Rel,aku benar-benar menyesal karna tak mempercayai kamu dari awal. Seharusnya aku membantu kamu dari dulu. Aku memang nggak peka Rel. Tapi aku janji mulai hari ini,aku akan bantuin kamu Rel."


Levin membisikkan rencana keduanya. Dan dengan penuh permohonan dan tentunya sedikit paksaan akhirnya Aurel puntuk menyetujuinya.


__ADS_2