Anak Kembar

Anak Kembar
Part 13


__ADS_3

***


Ceklek


"Astaga anak ini kerjaan nya tidur aja.." Sindy menepuk nepuk bahu aurel ia heran Karena Aurel tidak pernah tidur di waktu seperti itu. Mungkin karena kecapekan membuatnya tergeletak di tempat tidur.


"Sayang princes.. Ayo kita makan dulu yuk. Papy mu sama kakakmu sudah menunggu mu dimeja makan sayang." Ucap Sindy terus memperhatikan wajah putrinya yang begitu sangat mirip dengan wajah Putri kandungnya. Tak terasa ia menitikkan air mata.


Aurel yang sudah mulai terbangun tak sengaja melihat sang momy meneteskan air mata.


"Hmm mom,, Momy kenapa menangis?" Tanya Aurel mengusap air mata momy Sindy.


Momy Sindy begitu terharu dengan perlakuan aulia,walaupun dia tau aulia bukan putri kandungnya. Namun dia sangat bersyukur bisa bertemu dengan aulia.


Karna baginya Kaina adalah putrinya. Aurel dan aulia. Sehingga rasa tidak rela mengembalikan Kaina begitu saja.


"Momy kok diam sih? Ayo ceritakan siapa yang sudah membuat momy sedih?"


"Sayang,Momy nggak kenapa kenapa. Hanya saja Momy teringat sesuatu." Ucap nya tersenyum lalu membelai rambut putrinya.


"Yaudah kita makan dulu yuk. Papy dan kakakmu sudah menunggu." Ucap Sindy.


…………


" Sekarang jelaskan semuanya.." Tukas Raihan.


"Kak pesan makan dulu aku laper banget." Ucap Sofea cemberut dengan wajah yang begitu kesal.


Flashback on


"Aku akan menceritakan semuanya. Tapi kita sampe rumah dulu."


"Tidak. Lebih baik kita bicarakan semuanya di cafe. Aku tidak ingin bunda tau." Jawabnya dengan wajah datar.

__ADS_1


"Lagian bunda udah tau semuanya kok." Jawab Sofea dengan jutek.


"Ha? Kok bisa? Yaudah tapi kakak lebih ingin membicaraknnya di cafe saja.Paham?"


Sofea dan Raihan mencari sebuah cafe terdekat dari lokasi.


"Disitu saja kak. Katanya disitu pelayanan nya sangat baik." Pinta Sofea dengan berbinar-binar. Yang dipikirkan Sofea hanyalah makanan. Jujur saja dia sekarang sangat begitu lapar. Apa lagi kakaknya yang hampir membuatnya frustasi.


"Hmm.." Jawab Raihan singkat.


Flashback of


1 minggu berlalu...


Raihan memutuskan untuk kembali kuliah diluar negri,Setelah mendengar penjelasan sofea. Ia hanya terus melamun dan tak bersemangat.


Raihan sudah memikirkannya matang-matang. Jadi semalam ia sudah mengemas semua barang-barang nya.


Krett..


"Oh ya. Maaf Raihan sudah memutuskan untuk kuliah lagi di Kairo. Maaf ya bun, Raihan belum sempat ngomong." Ucapnya Melihat-lihat mencari keberadaan Sofea.


"Yaudah kalo itu keputusan kamu. Bunda akan selalu dukung kamu."


"Sofea tadi keluar." Ucap Bundanya yang mengerti maksud pandangan Raihan yang seperti mencari seseorang.


"Oh gitu. Yaudah Raihan berangkat ya." ia membalikkan tubuhnya lalu Merangkul bunda nya dan mencium punggung tangan sang bunda.


…………


" Rel,pagi ini Lo kayak ceria banget hm ? " Tanya lisa penasaran. Karena berapa hari kemarin wajah nya selalu masam.


" Emang gue nggak boleh ceria gitu ? "

__ADS_1


" Jangan baper dong.. Eh tapi jangan bilang ya kalo Karna si Levin brengsek itu? "


" Apa'an sih Lis, gue aja nggak kenal sama yang namanya Levin.." Sela aurel.


"Baguslah. Pokoknya jangan sampe kamu dekat-dekat dia ok? " Ucap Lisa tersenyum tipis.


" Iya iya bawel amat sih.."


Lalu keduanya menuju kelas.


Sedangkan disebuah Villa yang terlihat mewah. Seorang gadis berusaha melepaskan dirinya dengan tangan yang terikat kebelakang dan juga kakinya yang tak lepas dari ikatan.


Ya,gadis itu adalah Aurelia Almasyhra yang asli. Ia terus saja mendesak dan berteriak didalam perban.


Tapi percuma karena tak ada yang bisa mendengar nya.


Kamar yang ditempati Aurel sangat luas bahkan dengan fasilitas yang lengkap. Kamar itu di pasang kedap suara sehingga tak ada satupun yang bisa mendengar Aurel.


Aurel terus mendesak dan berusaha melepas ikatannya. Ia semakin mendesak hingga membuat kursi dan Aurel limbung ke lantai.


Aurel menahan sakit disekujur tubuhnya. Kepalanya sangat pusing karena terjatuh cukup keras dilantai.


"Mmmmm...." Ia meringis. Air matanya tanpa permisi meleleh membasahi pipi nya


…………


Ceklek


Aurel terkejut mendengar suara pintu terbuka. Sontak mata nya membulat sempurna melihat sosok yang sangat begitu ia kenal.


" Le..Levin ?? " tnya nya dalam hati.


Aurel merasa heran, kenapa Levin bisa disini? apa jangan-jangan Levin lah dalang dari semua ini? Batinnya.

__ADS_1


" Hai sayang,kenapa melihat ku seperti itu? Apa kau merindukan ku? " Ucap Levin disertai senyuman licik membuat Aurel begedik ngeri.


Aurel menatap Levin dengan tatapan tak bersahabat. Aurel menggelengkan kepalanya. Ia begitu benci melihat mantannya itu.


__ADS_2