Anak Kembar

Anak Kembar
Part 22


__ADS_3

Assalamualaikum..


Karna ini adalah karya pertama jadi aku putusin untuk lanjut lagi. Eman banget sih kalo dihapus soalnya ini karya pertamaku..😂


Maaf ya gays kalo ceritanya kurang bagus. Dan cerita ini murni ilusi kuh aja.. Maksih banyak ya yang udah baca cerita ini. karna ini pengalaman pertama jadi aku akan tetap lanjutkan lagi..


🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉🎉


Athalla mendorong kursi roda yang diduduki oleh sang adik. Membawa Aulia berjalan-jalan sekitar rumah sakit,didalam Aulia terasa amat bosan jadi ia meminta izin untuk keluar walau hanya sampai taman saja.


"Kak thalla,"panggil Allianz


"Iya Rel?"


"Kak,apa kakak kenal Levin?" Tanya Aulia membuat Athalla terdiam.


Deg


"Kak"


"KAK ATHALLA" Aulia mengedar edarkan tangannya didepan Athalla.


"Ya? Ada apa Rel?" tanya Athalla.


"Kakak kenal Levin?" tanya nya lagi.


"Levin? Ntahlah. Tapi kenapa kamu tiba-tiba Tanya itu?" Tanya Athalla menatap sang adik.


"Oh,nggak papa kak. Cuman aneh aja sih,Lisa selalu aja nyebut Levin itu laki-laki brengsek kak. Padahal yang aku lihat dia itu laki-laki baik." Lalu iapun terdiam seperti memikirkan sesuatu.


Kenapa Lisa ngomong gitu. Pokoknya aku harus ketemu dia,supaya dia tutup mulut.' Ucap Atha dalam hati.

__ADS_1


"Oh ya kak. Kakak tahu nggak?-" ia terdiam dengan bibir mengerucut,karna ucapannya terhenti dipotong oleh sang kakak.


"Nggak tahu." Athalla mengangkat kedua bahunya.


"Kakak. Kakak nggak asiikk"


"Kenapa hm?" Pertanyaan aneh menurut Aulia, Ia menyipit kan mata menatap sang kakak.


"Kak,kakak nggak nyambung." Sersanya.


Dari tadi ia memang tak begitu fokus, pikirannya terus tertuju pada Levin. Sebenarnya apa yang Levin rencanakan,gumamnya dalam hati.


...****...


"Lev,tapi lo janji kan nggak akan berpaling dari gw?" tanya Aurel yang mana pertanyaan itu sukses membuat Levin tertawa bebas.


"Yaampun sayang,ngapain aku berpaling kepada wanita lain. Kamulah yang palaing cantik diantara semua wanita yang kulihat. Percayalah padaku." Levin menenangkan sang kekasih,bahwa Aurel adalah cinta pertama dan akhir baginya.


"So sweet banget sih pacar aku." pujinya


"Dah sayang. Ingat jangan aneh aneh. Jangan sampai rencana kita gagal ya." Pesan Aurel melambaikan tangan kearah mobil Levin yang mulai berlalu.


"Aku harus urus semua tentang Aulia sebelum ada masalah." Lirihnya


"Wajah mereka sangat mirip sekali. Tapi aku bisa membedakan dari sikap dan sifat keduanya." Ucap Levin tersenyum simpul


.....


"Aurel.." Suara teriakan mengagetkan Aulia


"Aurel kita kangen banget.." Ucap Kedua sahabatnya bersamaan.

__ADS_1


"Gue juga kangen banget.." Balas Allianz tersenyum manis. Hal itu yang disukai sahabatnya dari Aurel,sangat murah senyum berbeda dari Aurel dulu.


Aurel yang dulu selalu tersenyum tapi hanya untuk orang-orang terdekatnya. Sifat keduanya begitu mirip hanya ada perbedaan sedikit.


"Rel,gimana kalo setelah belajar kita ke mall bareng?" tanya Lisa memberi saran kemudian menatap kedua sahabatnya bergantian.


"Kalo gue setuju,setuju aja." Sahut Rina sambil mengaduk-aduk makanannya.


"Sorry guys. Gue habis ini ada acara keluarga. Jadi nggak bisa ikut kalian." Ucap Aulia tak enak.


Tampaknya keduanya hanya mengangguk-Angguk mendengar jawaban Aurel.


"Iya nggak papa Rel. Lain kali aja. Kan waktu kita masih banyak sih." Sela Lisa.


"Gimana kalo waktu wekend aja?" Ucap rina antusias menatap kedua sahabatnya.


"Setuju." Serempak keduanya bersamaan.


.....


Mansion Alexander.


"Mommy..." teriak seorang gadis berlari menuju kearah mommynya.


"Aku kangen mommy." ucapnya dengan manja,memeluk erat sang mommy.


"Manjanya kumat lagi nih.." Seru Arka menjulurkan lidahnya kearah sang adik.


"Kak Arka? Apaan sih." Rengek Aulia sambil mempererat pelukannya.


"Arka dan princes sekarang siap-siap ok? Mommy tunggu dibawah." Ucap Sindy menyuruh kedua anaknya membersihkan diri sebab acaranya akan dimulai sebentar lagi.

__ADS_1


"Siap mommy." ucap keduanya bersamaan dengan tangan didahi.


Sindy hanya tersenyum melihat keakuran kedua anaknya. Meskipun yang ia tahu Aulia bukan anaknya. Namun entah kenapa jauh dalam lubuk hatinya,ia tak ingin kehilangan Aulia.


__ADS_2