
Terasa asing dengan suara tersebut. Arka menoleh,matanya membola melihat teman papinya. Dan yang lebih parahnya lagi disamping pak Arnold ada seorang gadis.
'Gadis itu.. kenapa tak begitu asing?' batin Arka menduga-duga.
Arka berdiri seraya matanya yang terus tertuju pada seorang gadis yang berdiri ditengah Pak Arnold dan istrinya Naura.
Sementara gadis itu sedari tadi merasa seperti ada yang memperhatikannya,ia pun menoleh,seketika matanya terbelalak.
'Dia kan si Arka anak dari pemilik rumah sakit. Tapi tunggu,kenapa bisa dia ada disini?' manolog gadis itu.
Sedangkan Jefry sedang menyapa dan menyambut kedatangan rekan bisnisnya sekaligus calon besannya.
Jefry hendak memanggil Arka namun ia terdiam mengernyitkan dahinya. Arnold yang merasa heran pun mengikuti pandangan Jefry.
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Jefry dan Arnold bersamaan.
Laura dan Arka yang saling pandang spontan mengalihkan pandangan nya masing-masing. Keduanya begitu salah tingkah,apa lagi terlihat jelas kedua ayah mereka yang tampak senyum-senyum.
"Nggak." Jawab keduanya serentak.
"Benar begitu Laura?" tanya sang bunda mengangkat satu alisnya.
"Emm i-iya bun." Jawab Laura sambil menunduk.
'Aisshh..Gw baru inget,dia itu kan suster yang nabrak gw waktu dirumah sakit.'
"Yaudah ayo kita makan. Semua pesanannya sudah datang." Ucap Jefry mengalihkan pembicaraan.
"Ok saya setuju." Jawab Arnold. Lalu semuanya makan bersama.
Namun berbeda dengan Arka,ia begitu penasaran untuk apa gadis ceroboh itu ada disini? Bahkan makan bersama mereka?
__ADS_1
...***...
Tok
Tok
Tok
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Aurel yang tengah duduk diruang tv. dahinya berkerut menyadari ada tamu di jam segini? yg benar saja. batin Aurel.
Tok tok tok
Karena terus mengetuk. Akhirnya Aurel memutuskan membuka pintu. Tiga langkah namun ia terhenti mengingat pesan yang disampaikan Levin kemaren.
Kalo ada tamu dijam sepuluh malam,jangan dibuka ya.. Kalo orangnya nggak pergi pergi kamu langsung hubungi aku. Dan jangan lupa kamu intip dibalik jendela. Tapi jangan sampai ketahuan okey? Pesan Levin pada dirinya sebelum Levin keluar kota.
Sejenak ia memikirkan yang dikatakan oleh kekasihnya.
'Bagaimana kalo itu hantu? Ikhh kenapa disini serem banget sih..' gumam Aurel sambil mendekap tubuhnya.
Karena saking takutnya ia segera menghubungi Levin. Tersambung tapi anehnya suara ponsel Levin berasal dari depan?
Jika Levin ada disini tidak mungkin bukan? Karena sudah begitu larut dan juga perjalanannya memakan 2 jam lebih. Sangat tidak mungkin jika tamu itu Levin. Batin Aurel.
Karena penasaran Aurel tetap melawan rasa takutnya dari pada rasa penasaran yang sudah memuncak.
Perlahan ia melangkah kearah pintu. Dadanya berdebar-debar,menarik nafas dan membuangnya perlahan sambil memegang gagang pintu.
'Bismillah' ucap Aurel dalam hati sambil merem.
Ceklek
__ADS_1
"Suprise..." Seru Levin bersamaan dengan Aurel membuka matanya.
Saking terkejutnya ia menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia tak menyangka Levin akan datang secepat ini. Padahal tadi siang ia mengatakan lima hari lagi.
Aurel menerima bunga itu lalu berhamburan kepelukan Levin. Hatinya benar-benar bahagia.
"Makasih Lev..Tau nggak aq hampir jantungan. Apalagi aq pikir itu hantu.." Ucap Aurel membuat Levin tertawa.
"Hahaha..."
"Kok malah tertawa sih?"
"Habis kamu tuh lucu banget sayang.. Masa sih aku dibilang hantu?"
" Yah kamu sih pake dengan cara nakut nakutin segala. Jadi kan aku pikir ada hantu. Apa lagi mbok Iyem nya nggak ada. " Sahut Aurel dengan wajah yang ditekuk manja.
"Ya namanya aja Suprise.. Kalo kasih tahu,itu bukan Suprise lagi namanya.."
"Thank you sayang.." Ujar Aurel tersenyum manis.
"Sama-sama sayang." balas Levin.
"Lev,malam ini kamu disini ya.." Ucap Aurel memohon.
"Ya mulai hari ini,aku kan selalu disini sama kamu."
"Serius?"
"Iya. Emang aku kelihatan bercanda?"
Aurel menatap mata Levin lekat,memang tak ada kebohongan disana,yang ada hanya kejujuran.
__ADS_1