
Levin mendekat lalu membuka perban di mulut Aurel. Ia tau jika Aurel ingin berbicara.
" Apa maksudmu Lev? Kenapa kau melakukan ini pada ku? " Tanya Aurel dengan berkaca-kaca menahan emosi.
" Apa kau lupa? Atau kamu hanya pura-pura amnesia ? Kenapa Rel kamu tidak mempercayaiku ? Sudah berkali-kali aku bilang Aku hanya dijebak ." Tukas Levin.
" Vin, Aku udah muak dengan penjelasan mu itu.. Alasannya selalu begitu . "
" Maafkan aku.." Levin menangkupkan tangannya di pipi aurel.
" Aku sudah memaafkan mu.. "
Levin kaget mendengar jawaban Aurel ia tak menyangka akan secepat ini meluluhkan hati Aurel.
" Tapi mmmppptthh.." Bibir Aurel langsung dibungkam oleh Levin. Dia menciumnya dengan kasar.
Aurel berusaha melepaskan tapi apa tenaganya melawan Levin. Ia memukul-memukul dada bidang Levin. Namun tak di indahkannya.
Aurel mulai kewalahan dan kehilangan oksigen. Levin menyadari langsung melepas ciumannya.
Plakk
Aurel menampar pipi Levin dengan keras. Matanya penuh emosi. Ia menatap Levin dengan sinis.
" Kau benar-benar keterlaluan. Aku memaafkan mu bukan berarti aku mau balikan sama kamu." Tubuh Aurel gemetaran,wajahnya begitu pucat akhirnya ia terjatuh pingsan.
…………
"Mom,Aurel mau keluar sebentar ya?"
"Emangnya princes mau kemana?"
Tin
Tin
"Ada tugas kelompok mom. Nah tuh Lisa udah dateng." Kata Kaina menoleh ke arah depan terdengar bunyi klakson mobil.
__ADS_1
"Baiklah momy izinkan tapi ingat pulangnya jangan malam-malam ya sayang." Sindy membelai wajah putrinya dengan lembut seraya tersenyum.
"Siap Momy" Ucapnya dengan dua jari diangkat membentuk huruf V
"Pamitnya cuman sama momy aja nih papy nggak?"
"Eh sama papy juga dong. Tapi kak Arka udah pulang belum ya mom?" Mata aurel menyapu ruangan itu tapi tak ada kakaknya.
Sindy melihat Kaina seperti mencari seseorang dan dia tahu siapa yang ia cari.
"Kakak kamu belum sayang. Tadi katanya banyak pekerjaan dikantor jadinya harus lembur." jelas sindy
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalaam"
"Eh ada Lisa. Jadi beneran ya kalian mau kerja kelompok?"
"Iya tante,sebenarnya juga nggak enak sih malam-malam gini tapi waktu yang kita punya cuman malam aja tan"
Sindy hanya mengangguk. Walaupun dia sudah percaya sama mereka,tapi tetap saja dia khawatir. Terpaksa dia harus mengirim pasukan bayangan untuk memantau putrinya.
"Iya sayang. Lisa tante titip putri tante sama kamu ya sayang."
"Siap tante."
"Py,mom, Aurel pamit." Kata aurel lalu mencium punggung tangan papy dan momy bergantian.
"Tetap waspada ya sayang. Musuh ada dimana-mana. Jangan kemana-mana cukup kerja kelompok saja."
Aurel tau momy nya hanya tersenyum paksa. Aurel memeluk Sindy,memberi kehangatan dan meyakinkan bahwa dirinya akan baik-baik saja.
"Mom,jangan nangis dong. Aurel nggak mau pergi kalo momy terus-terusan nangis gini."
"Baiklah hati-hati dijalan." Ucap Sindy melambaikan tangannya
"Sayang,apa kita kirim bodyguard bayangan untuk mengawasi Aurel ya?"
__ADS_1
"Iya sayang,aku juga mikirnya gitu. Aku masih khawatir orang-orang itu berbuat masalah dengan putri kita lagi."
"Walaupun Aurel sekarang itu bukan putri kandung kita. Tapi aku sudah menganggap nya sebagai anak kandungku. Dan aku nggak mau kita kehilangan Aurel untuk kedua kalinya." Lanjut nya.
"Kamu benar sayang. Sebentar coba aku hubungi Denish dulu."
…………
"Lis,jadinya gimana kerjaan kelompoknya?" tanya aurel lirih.
"Dirumah Rina aja gimana Rel?" tanya Lisa balik sambil sesekali melirik ke arah aurel.
"Hmm,ya gue sih terserah lo aja."
"Rel tolong hubungi Rina. Hp gue Lowbet nih."
"Salah sendiri nggak dicash. Nih gue bawa cash,pake aja ntar gue hubungin Rina." Aurel mengambil cashnya lalu menyodorkan ke Lisa.
"Thank you sayang"
"Ih geli tau dengarnya"
"Hahaha lo lucu banget sih Rel." Lisa terkekeh melihat sikap sahabatnya.
"Yaudah fokus tuh nyetirnya. Gue belum pengen mati muda." Ucap Aurel.
"Ya sama dong gue juga belum pengen."
…………
"Py.. Kok princes belum juga pulang kan dah larut banget.." Sindy terus mondar mandir didepan Jefry. Jefry hanya mendengus kesal melihat istrinya yang terus mondar mandir membuatnya pusing.
"Sayang lebih baik kamu duduk sini. Kita tunggu 15 menit lagi. Kalo masih belum ada kabar nanti aku hubungi Denish oky?" Bujuknya.
"Tapi py____" Belum selesai ucapannya sudah dipotong Jefry.
"Sudahlah sayang. Kalo kamu gini terus adanya makin lama."
__ADS_1
"baiklah." ucapnya pasrah,percuma juga bantah nggak didengarnya.