Anak Kembar

Anak Kembar
Part 16


__ADS_3

"Yaudah yuk py kita masuk dulu." Ajak Sindy memperhatikan suaminya yang terus mengobrol.


"Sayang ayo kita lihat keadaan Lisa. Ngobrolnya nanti dilanjut lagi ya." Sambung Vani tak sabar bertemu putri semata wayangnya.


"Bro,nanti kita lanjut lagi. Noh,istri kita dah pada ngeluh."


"Oke. Gue lihat keadaan putri gue dulu."


"Ya gue juga."


"Sayang. Momy minta maaf ya?Semua ini gara-gara momy yang tidak becus menjaga kamu.Mommy benar-benar minta maaf."


Sindy benar-benar terpukul menyaksikan keadaan putrinya yang lemas tak berdaya.


Ia hanya terus menangis menggenggam tangan putrinya dengan erat,seakan tak mau terpisahkan.


"Sayang ini kan bukan salah kamu. Semua ini sudah takdir. Disini tidak ada yang salah,yang salah itu bodyguard,menjaga satu nyawa saja tak becus." Ucap Jefry yang masih menahan amarah terhadap orang suruhannya.


"Py disini yang salah itu kita,bukan bodyguard. Seharusnya kita yang langsung menjaga aurel py."


"Hmm iya iya Mi. Lain kali Papy akan lebih berhati-hati."


Entah mengapa Sindy sangat terpukul melihat Aurel terbaring tak berdaya. Didalam hatinya sangatlah khawatir dan takut kehilangan.


Padahal ia sadar kalo aurel adalah aulia yang rupanya begitu mirip seakan keduanya kembar.


"Py.. Aku mau cerita." Ia duduk menghadap suaminya. Sangat terbaca dari mimik wajahnya adalah hal yang begitu serius.


"Mau cerita apa Mi? Kayaknya serius?"


Ia menarik nafasnya berat.

__ADS_1


"Py,waktu aku melahirkan Aurel,coba Papy ingat kalo ada sesuatu hal yang mencurigakan?" tanya Sindy menatap mata Suaminya dengan intens.


"Papy juga gitu merasa seakan ada yang mengganjal yang belum kita ketahui. Tapi Papy bingung ntah itu perasaan apa. Yang jelas aku merasa seakan kehilangan."


"Jadi benar kalo______" belum menyelesaikan ucapannya terpotong dengan kedatangan Arka.


"Aurel..." Teriaknya panik.


"Arka?" ucap keduanya bersamaan.


"Mom,py,kok kalian tega sih nggak kasih tau Arka. Arka khawatir banget tau nggak?"


"Untung aja ada om dannish yang kasih tau Arka." Sambungnya.


"Maaf ya sayang. Tadi momy sama papy buru-buru. Jadi lupa kasih tau kamu." Sela Momy Sindy.


"Ya,jadi gimana keadaan princes Mom?"


"A-aurel kritis.." jawabnya dengan nafas berat.


"I-iya sayang. Maafin momy sama papy ya karna tidak menjaga aurel dengan baik."


"Iya sayang,benar apa kata momy kamu. Bahkan Papy udah kirimin banyak bodyguard buat melindungi Adik kamu tapi nyatanya takdir berkata lain.." sahut Jefry berkaca-kaca.


"Tapi papy tidak akan tinggal diam. Setelah apa yang mereka lakukan. Papy akan kasih mereka pelajaran." Geramnya dengan tangan yang mengepal kuat.


"Iya py,kita harus kasih pelajaran sama mereka." Sahut Arka setuju.


"Momy tidak setuju."


"Why?" tanya keduanya kompak

__ADS_1


"Apa kalian nggak mikir? Kalo kita akan membalas keusikan mereka. Yang adanya mereka makin melawan dan akan terus membalas sampai kita menyerah."


…………


"Sayang,kamu sudah bangun?" tanya Vani


"Mah.." panggil nya lirih.


"Iya sayang. Mama ada disini. Apa masih ada yang sakit?" tanya Vani memperhatikan tubuh anaknya banyak yang terluka.


Dan untungnya Lisa tidak separah Aurel. Ia hanya mengalami Luka-luka luar saja.


"Bukan itu mah.. Apa mamah tau dimana aurel?"


"Aurel dirawat dibuang sebelah kamu. Kata dokter Aurel kritis." jawab Vani sendu.


"Mah ini salah Lisa. Lisa nggak menjaga Aurel baik-baik."


"Ini bukan salah semuanya. Semua ini sudah takdir. Kita tidak boleh menyalahkan diri kita oke?" Ucap Vani menghibur putrinya.


"Mah,sebenarnya awalnya Lisa udah curiga waktu aku sama aurel beranjak pulang. Lisa lihat dari spion ada mobil hitam yang ngikutin mobil Lisa dari belakang."


Ia terdiam lalu menghela nafas berat dan membuangnya perlahan.


"Lalu?" tanya Vani tampak serius.


"Tapi Lisa takut akan membuat aurel kepikiran dan ketakutan mah."


"Bahkan mobil itu menggunakan kecepatan tinggi. Lisa berusaha untuk menghindari mobil itu,itupun aurel sangat takut Lisa mengemudi dengan kecepatan tinggi tanpa dia tahu ada yang mengintai."


"Tapi Lisa nggak tau tiba-tiba mobil itu menghadang jalan Lisa dan membuat Lisa rem mendadak."

__ADS_1


"Seharusnya kamu kasih tahu Aurel. Andai aurel tahu dia pasti akan berhati-hati. Karna mungkin Aurel kaget dan itu yang membuat cidera diotaknya."


"A-apa mah? Aurel geger otak?" Perasaannya tak menentu. Rasa bersalah itu semakin bertambah,ia ingin bertemu Aurel dan memastikan keadaannya. Karang menurutnya itu adalah satu-satunya cara ia bisa lebih tenang.


__ADS_2