
Sekarang Aulia sudah sampai dirumah. Ia ambruk diatas ranjang King sizenya. Menatap langit-langit kamar.
Sampai sekarang ia merasa seakan ada yang mengganjal dihidupnya,tapi ia juga bingung,entah Aulia sungguh dibuat frustasi sendiri dengan keadaannya.
1 minggu lagi hari kelulusannya. Dan Aulia harus benar-benar mempersiapkan diri. Karena keputusannya yang ingin kuliah diluar negeri sudah bulat.
Papi dan mommy nya juga sudah memastikan apa dirinya benar-benar siap diluar sana,di negeri asing.
Dan jawabannya adalah 'iya'. Aulia memang memutuskan untuk kuliah diluar negeri,karna ia ingin berjuang untuk mengingat semua yang terhapus dari memorinya.
Rasanya semua orang dan tempat terasa begitu asing bagi Aulia. Tempat dimana kata teman-temannya adalah tempat favorit Aurel saat dulu sebelum ia mengalami kecelakaan.
Dan kali ini ia putuskan untuk menjauh dan berjuang sendiri. Ia ingin kembali lagi sebagai Aurel yang dulu. Aulia ingin sembuh dengan perjuangannya sendiri tanpa harus menyusahkan orang lain.
Ia ingin memberi suprise untuk keluarganya nanti. Kejutan berupa jika ia sudah mengingat semuanya.
__ADS_1
Entahlah dia harus bahagia atau tidak? Dikarenakan hatinya terkadang terasa sakit,seakan-akan hatinya menolak untuk mengingat masa lalunya.
Namun Aulia tetap berada pada keputusannya. Ia tak ingin terus membuat orang kecewa.
Dirinya berjanji untuk kembali dalam keadaan lulus dgn hasil membanggakan keluarganya serta ingatannya yang benar-benar pulih dan akan kembali menjadi Aurelia Almasyhra Alexander yang dulu dan sekarang.
'Aku harap,semoga ingatanku akan kembali setelah aku lulus kuliah nanti.' gumam Aulia lirih.
Terus melamun akhirnya membuat dirinya capek dan tertidur pulas.
...***...
"Gk,gk,mana ada gw harus nikah sama dia?Arrggghhh..." Ucap Arka menjambak rambutnya frustasi.
Yang benar saja ia dijodohin sama gadis yang ternyata adalah suster yang pernah nabrak dia waktu itu. Argh rasanya Arka ingin berteriak.
__ADS_1
Namun hal itu percuma,karena walau ia berteriak sekencang apapun,kedua orangtuanya akan tetap kekeuh menikahkannya dengan gadis pilihan sang papi.
Gadis cantik,berkulit sawo mateng,perawakannya yang tinggi dan memiliki kepribadian yang baik dan perilakunya yang sopan membuat Sindy
sangat menyukai Laura. Bagaimana tidak? Ia bahkan bisa memasak sendiri. Dan juga Laura adalah tipe yang enak diajak ngobrol.
Jadi,itulah alasannya Sindy menolak mentah-mentah penolakan dari Arka. Karena jarang2 ada gadis yang seperti Laura untuk dijadikan menantu.
"Mom nggak nerima penolakan ya Arka.. Mom dan papi udah susah2 dapet gadis yang begitu berpendidikan seperti Laura. Jarang2 lho gadis yang seperti itu.." Seloroh sang mom sedikit berbisik.
Untung keluarga Sanjaya tidak mendengar ucapan momnya. Dan tentu saja jika ia menolak,maka pasti kedua momynya akan kecewa terhadap dirinya.
Karena dicap tak menghargai pilihan sang mommy. Selain itu juga,pasti keluarga Sanjaya akan kecewa terhadap papinya. Jadi ia memutuskan untuk menerima saja.
Toh,cuman menikah terus selesai. Ucap Arka tanpa memikirkan konsekuensi yang akan ia terima suatu saat nanti.
__ADS_1
Entahlah Arka seperti tak tahu tentang pernikahan. Ia memang dibuat buta dengan pekerjaan. Sehingga membuatnya jauh dari yang namanya cinta dan artinya pasangan.
"Mom jangan paksa Arka." Tegas nya